Rajin Mujahadah/ Kesungguhan Berzikir - Allah Akan Buka Pintu Qolbu | Buya Arrazy Hasyim |
Автор: Qolbu Channel
Загружено: 2022-09-29
Просмотров: 1802
Описание:
Rajin-rajinlah bermujahadah sehingga Allah swt akan bukakan pintu qolbu.
Mukasyafah dan Musyahadah
Allah swt berfirman, Dan Dia Maha Menyaksikan segala sesuatu (QS Saba’: 47). Dan yang menyaksikan dan yang disaksikan (QS Al-Buruj: 3). Dialah yang Maha Awal dan Maha Akhir, Maha Lahir dan Maha Batin dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu (QS Al-Hadid: 3). Ke mana pun engkau menghadap, di situlah wajah Allah (QS Al-Baqarah: 115).
Kata kasyf ialah bentuk masdar yang berasal dari kasyafa-yaksyifu-kasyfan yang artinya menyingkapkan, menemukan, menghilangkan dan menampakkan. Dalam tasawuf, kasyf ialah pengetahuan yang diperoleh melalui kebiasaan berzikir, berkhalwat dan bermujahadah, juga hadir lewat firasat dan intuisi (dzauq) yang dalam manifestasinya berupa tersingkapnya tirai ketuhanan. Mukasyafah ialah tersingkapnya rahasia Allah yang tersembunyi. Para salik dapat menyaksikan yang gaib dengan terbukanya keyakinan melalui firasat (firasah). Hadis firasat berbunyi, takutlah kalian akan firasatnya orang beriman sebab dia melihat dengan cahaya Allah (HR Tirmidzi). Hadis firasat ini menjadi dasar bagi kasyf yang dialami para salik atau para wali.
Imam Al-Ghazali menggunakan istilah itu dalam salah satu karyanya yang berjudul Mukasyafatul Qulub al-Muqarrib ila Hadrati ‘Allamil Ghuyub dengan maksud untuk mendekatkan diri kepada Allah yang Maha Gaib.Al-Ghazali dalam Raudhah al-Thalibin wa ‘Umdah al-Salikin menyinonimkan dan menyamakan arti mukasyafah dengan musyahadah, bashirah (mata hati, mata batin) dan mu’aiyanah. Dalam ‘Ilmu al-Auliya’ Al-Hakim al-Tirmidzi menjelaskan bahwa ilmu seorang muqarrib (orang yang berada sangat dekat dengan Allah) yang telah menggenggam ilmu inabah (kepasrahan), ilmu hati atau ilmu yang berguna (al-‘ilm al-nafi’) selaras dengan mu’ayanah (penglihatan langsung) dan muwaka’annah (keserupaan dalam hadis ihsan—Kamu menyembah Allah seakan-akan kamu (ka’annaka) melihat-Nya, walaupun kamu tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu—penekanan penghayatan pada praktik ka’anniyah [keseakanakanan] dalam perbuatan dan keyakinan).
Dalam Haqa’iq al-Tashawwuf, Syeikh ‘Abdul Qadir Isa menegaskan bahwa, “Allah menyingkapkan penghalang inderawi para salik atau para wali dan menghilangkan segala sebab materi dari diri mereka sebagai hasil dari mujahadah, khalwat dan zikir yang mereka lakukan. Penglihatan mereka terejawantahkan dalam mata hati mereka. Mereka melihat dengan cahaya Allah. Inti kasyf ialah jika seorang hamba berpaling dari indera lahirnya kepada indera batinnya, jiwanya menjadi cahaya yang lembut dan menyinari sehingga mampu menyingkap tabir dan memperoleh ilham. Kasyf itu warisan Rasulullah saw yang benar dan diwarisi oleh para sahabat disebabkan kesucian hati mereka. Kasyf yang dimiliki oleh Nabi Muhammad saw adalah mukjizat, sedangkan kasyfnya para sahabat dan para wali adalah karamah.”
Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya’ Ulumiddin menjelaskan bahwa “kesucian hati dan penglihatannya dapat dicapai dengan zikir. Dan ini tidak akan bisa dilakukan kecuali oleh orang-orang yang bertakwa. Takwa adalah pintu zikir. Zikir adalah pintu kasyf. Dan kasyf adalah pintu kemenangan terbesar, yaitu bertemu dengan Allah.”
Oleh: Robby H. Abror
Sumber: Mediamu
Sumber: Amilin Rusli - SINAU ISLAM
Link:
https://m.facebook.com/story.php?stor...
#shorts #arrazyhasyim #youtubeshorts #videoshort #tasawuf #makrifatullah #makrifat #mujahadah #mukasyafah #qolbu #nafs #tarekat #dzikir #zikir #zikrullah #zikr
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: