🔴Pasukan Elite IRGC Sergap AS saat Selundupkan Senjata ke Iran, CENTCOM Perketat Blokade Hormuz
Автор: SAKSI KATA
Загружено: 2026-05-21
Просмотров: 264
Описание:
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyita berbagai persenjataan yang dikirimkan AS.
IRGC mengklaim menggagalkan penyelundupan senjata besar-besaran dari Irak utara ke wilayah Iran.
Operasi itu dilakukan di wilayah Baneh, Provinsi Kurdistan Iran tepatnya di dekat perbatasan Irak.
Media resmi Iran, IRNA, menyebut penyitaan dilakukan setelah operasi intelijen intensif Pasukan Darat IRGC pada Senin (18/5/2026).
Iran menuduh kelompok bersenjata anti-Teheran mencoba memasok senjata dan amunisi buatan Amerika Serikat ke dalam negeri.
IRGC bahkan menuding kelompok tersebut bertindak atas nama Amerika Serikat dan Israel.
Namun, Iran tidak merinci bukti maupun jumlah pasti senjata yang disita.
Dalam operasi itu, IRGC mengaku berhasil menyita sejumlah besar senjata dan amunisi.
Iran juga mengumumkan operasi lanjutan untuk memburu pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penyelundupan tersebut.
Laporan ini muncul setelah Donald Trump menyinggung adanya upaya pengiriman senjata kepada kelompok demonstran Iran.
Dari laporan Pasukan intelijen, Iran mengklaim berhasil membongkar empat sel teroris di Provinsi Sistan dan Baluchestan, Iran Tenggara.
Sebanyak 19 orang ditangkap sebelum serangan disebut sempat dilakukan.
Otoritas Iran menuduh kelompok tersebut terhubung dengan jaringan ekstremis Takfiri dan mendapat arahan dari pihak asing.
Dalam operasi penggerebekan, aparat keamanan Iran menyita berbagai senjata berat.
Mulai dari senjata api buatan Amerika Serikat, peluncur RPG, senapan mesin berat hingga amunisi dalam jumlah besar.
Iran menilai temuan ini menjadi indikasi adanya operasi rahasia yang menargetkan Republik Islam Iran.
Sementara itu, Amerika Serikat menyatakan telah mengalihkan 90 kapal komersial dan menonaktifkan empat kapal lainnya.
Hal itu dilakukan dalam upaya menegakkan blokade terhadap pelayaran menuju dan dari pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz.
Pernyataan itu disampaikan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) melalui platform media sosial X pada (20/5/2026).
CENTCOM menyebut langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kapal mematuhi kebijakan blokade yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah masih berlangsung sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada (28/2/2026).
Serangan itu kemudian memicu respons balasan dari Teheran terhadap Israel dan sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk, termasuk penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai diberlakukan pada (8/4/2026) melalui mediasi Pakistan.
Namun, perundingan lanjutan di Islamabad dilaporkan gagal menghasilkan kesepakatan permanen antara kedua pihak.
Setelah itu, Donald Trump memperpanjang masa gencatan senjata tanpa batas waktu.
Meski demikian, Amerika Serikat tetap mempertahankan blokade terhadap kapal-kapal yang berlayar menuju atau keluar dari pelabuhan Iran melalui jalur strategis tersebut.
Gangguan aktivitas pelayaran di wilayah itu sejak konflik Iran pecah menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak, bahan bakar, dan gas global.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di AA.com dengan judul US says 90 commercial vessels redirected from transiting Strait of Hormuz https://www.aa.com.tr/en/world/us-say...
Program: Hot Topic
Editor Video: Agilio OktoViasta
#Viory #IRGC #Militer #AmerikaSerikat #BeritaTerkini #KonflikIranAS #KonflikTimurTengah #Iran #Geopolitik #PenyelundupanSenjata #BreakingNews #SelatHormuz #BlokadeIran #MiliterAS
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: