Infinity: INFINITY | Groovy Fusion Jazz | 2nd Idea: Another Groove | HD Audio | (2026)
Автор: Music-AI: KurangPiknik
Загружено: 2026-01-21
Просмотров: 27
Описание:
Deskripsi serius:
Karya ini awalnya merupakan upaya bersenang-senang biasa dengan sedikit kreativitas menggabungkan bahasa puitis dan konsep fisika matematis untuk menangkap, menjelaskan dan menuangkan dalam kemasan irama untuk esensi ketakterhinggaan Infinity (∞). Lirik dibangun dari olah kata literasi teori seperti skalar vektor tensor, ruang peristiwa, dan getar aether, untuk mentransformasikannya menjadi citra puitis yang bernapas. Saya ingin itu semua hidup dan sampai ke telinga. Semoga bisa bikin senyum-senyum.
Ini adalah komposisi kedua dengan nafas yang lebih lembut dari yang sebelumnya sudah saya rilis di: • Music-AI: Infinity [2026]
Bagian yang paling saya suka di komposisi ini adalah pada:
infinity getar aether, cahaya merajut kita, partikel.
referensi inersial relativitas, ruang sistem lingkungan batas, waktu tempuh skala waktu interval,
kecepatan, percepatan, jerk snap, inersia, massa inersial, gaya netto resultan, hukum Newton aksi, reaksi kesetimbangan, gaya lengan, torsi momen kinetik, energi, potensial mekanik.
yesterday now and then, siklus infinity, jauh dekat kemarin kini nanti menyatu, rekaman linimasa ruang peristiwa.
Cara berucap melafalkan dan menyanyikannya bikin senyum-senyum.
#FusionJazz
#GrooveJazz
#DeepListening
Lirik:
INFINITY
pita abadi infinity tak berujung
tanpa awal-akhir angka alam ruang
fraktal tak hingga möbius mimpi
himpunan tak terbatas kosmos kalbu
satu rengkuhan berulang bisa
linimasa rekaman semesta mengingat
selisih jarak ruang peristiwa
satu rengkuhan berulang bisa
pola infinity
yesterday now and then
siklus infinity
jauh dekat kemarin kini nanti menyatu
rekaman linimasa ruang peristiwa
infinity getar aether
cahaya merajut kita
partikel
massa energi gaya waktu
skalar vektor tensor dimensi
lintasan jarak perpindahan posisi
konstanta variabel parameter koefisien
yesterday now and then
siklus infinity jauh dekat
kemarin kini nanti menyatu
rekaman linimasa ruang peristiwa
infinity getar aether
cahaya merajut kita
partikel
referensi inersial relativitas
ruang sistem lingkungan batas
waktu tempuh skala waktu interval
kecepatan
percepatan
jerk snap
inersia massa inersial gaya netto resultan
hukum Newton aksi reaksi kesetimbangan
gaya lengan torsi momen kinetik
energi potensial mekanik
yesterday now and then
siklus infinity
jauh dekat kemarin kini nanti menyatu
rekaman linimasa ruang peristiwa
infinity
getar aether
cahaya merajut
kita
partikel
Demikian dokumentasi kontemplasi saya dengan pendekatan AI-Assisted Music Creation as A Journey. Gunakan #headset untuk pengalaman maksimal. Subscribe ya, untuk sama-sama menikmati perjalanan ini selama mungkin, tiap hari, tiap saat. Karya tidak berhenti disini.
🎵 Original AI-generated composition
Tambahan dan mungkin sekedar untuk dokumentasi bagi saya pribadi, supaya melekat saja pada lagu ini:
Proses kreatif berangkat dari kontemplasi konsep-konsep fundamental: paradoks Zeno (1), dialektika potensial-aktual Aristoteles (2), dan struktur tak hingga Cantor (3) menjadi landasan filosofis. Kerangka ruang-waktu Einstein (4) dan mekanika kuantum Feynman dkk. (5) menyediakan arsitektur realitas, sementara interpretasi Many-Worlds Everett (6) dan kosmologi inflasi Guth (7) membuka dimensi naratif multiverse. Puncak integrasi tercapai dalam Hipotesis Alam Semesta Matematika Tegmark (8), yang mengilhami keyakinan bahwa lirik bukan sekadar metafora, tetapi bagian dari struktur matematis realitas itu sendiri. Karya ini pada akhirnya adalah rekaman linimasa personal, ya katakan saja sebuah upaya untuk merengkuh tak terhingga ke dalam bahasa irama, di mana setiap pengulangan (bait, istilah, konsep) adalah partikel dalam siklus pemahaman yang terus bergetar.
Literasi:
1. Zeno dari Elea (≈450 SM) Paradoks Gerak
2. Aristoteles (≈335 SM) Ketakterhinggaan Potensial vs Aktual
3. Georg Cantor (1874) Teori Himpunan Transfinite
4. Albert Einstein (1915) Relativitas Umum dan Singularitas
5. Richard Feynman, dkk. (1940-an) Renormalisasi dalam Elektrodinamika Kuantum
6. Hugh Everett III (1957) Interpretasi Many-Worlds
7. Alan Guth (1980-an) Teori Inflasi Kosmik
8. Max Tegmark (2007) Hipotesis Alam Semesta Matematika
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: