Manuver Politik SBY - Prabowo menuju Pilpres 2019
Автор: Good News/2017 Public News Current
Загружено: 2017-07-28
Просмотров: 118
Описание:
“Tadi makan nasi goreng yang luar biasa enaknya,” kata Prabowo menyanjung masakan pasangan suami istri asal Ngawi, Jawa Timur tersebut. Dia kemudian berkelakar bahwa ilmu intelijen SBY masih kuat untuk menelisik makanan kesukaan Prabowo. “Secara jujur nasi goreng ini menyaingi nasi goreng Hambalang.”
Pujian itu membuat Sri dan Gunarno sumringah mendengarnya. Namun mereka merendah dengan mengatakan tidak ada rempah-rempah khusus. Nasi goreng yang ia buat dari bumbu sama, seperti bumbu pada nasi goreng kebanyakan.
Dia menceritakan bahwa nasi gorengnya sudah menjadi langganan SBY sejak 2009. Setiap ada acara di kediaman Cikeas, mereka diminta menyajikan hidangan. Biasanya SBY akan memesan ratusan porsi sesuai dengan jumlah tamu yang datang.
Tetangga SBY, Mantan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto juga kepincut dengan nasi goreng bernama Jatim Ngawi tersebut. Kata Sri, Djoko juga sering mengundang mereka setiap kali menggelar acara. “Bahkan gerobak kami pernah dibawa ke Halim, di sebuah acara Pak Djoko,” tutur Sri.
Sehari-hari Sri membuka lapak di Perempatan Cikeas, Bogor. Di tempat itu ia sudah berjualan lebih dari 13 tahun. Usaha itu dimulai dari pertanyaan sederhana dari Sri. “Kenapa ya kok di sini belum ada nasi goreng Ngawi? Dari ide itu, saya bikin dan jualan di perempatan itu.”
Lama-kelamaan, nasi goreng racikan Sri dan Gunarno tersohor di tempat itu, hingga sampai ke telinga SBY. Akhirnya pada 2009 mereka ditawari untuk membuatkan hidangan nasi goreng di rumah SBY. Kata dia, dulu semasa SBY menjabat presiden, ia sering diundang menjamu para tamunya.
Sejumlah pejabat dan tokoh negara sudah mencicipi nasi goreng buatan Sri dan Gunarno. Di antaranya adalah Mantan Wakil Presiden Boediono, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan sejumlah tokoh lain, termasuk politisi partai Demokrat. Ia merasa senang dapat menyajikan makanan bagi para tokoh negara tersebut.
Sebelumnya, di tempat yang sama, seusai makan nasi goreng dan berdiskusi, Prabowo dan SBY menggelar konferensi pers. Prabowo mengkritik pengesahan UU Pemilu yang mensyaratkan presidential thershold sebesar 20 persen. Kritik itu disampaikan Prabowo saat mengelar pertemuan dengan Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kediaman SBY Cikeas, Bogor. "Presidential treshold adalah sesuatu lelucon politik yang menipu rakyat Indonesia," kata dia.
Sedangkan SBY menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang menjalin kerja sama politik dengan Gerindra hingga 2019. Namun ia menegaskan bahwa itu bukan koalisi partai. Karena ia sadar bahwa koalisi bisa saja bubar. SBY memilih istilah kerja sama untuk meningkatkan komunikasi politik dan dalam mengawal kekuasaan yang dijalankan Presiden Joko Widodo saat ini.
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: