🔴 Banjir Rendam Pemukiman Warga Jl Meranti Makassar
Автор: Tribun Timur
Загружено: 2026-02-24
Просмотров: 2712
Описание:
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Hujan yang mengguyur Kota Makassar, Sulawesi Selatan, sejak Senin (23/2/2026) malam, mengakibatkan sejumlah lokasi tergenang.
Bahkan di beberapa area pemukiman warga, sudah ada yang terendam banjir.
Seperti yang melanda pemukiman warga Jl Meranti, Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang, Selasa (24/2/2026).
Ada ratusan rumah yang terendam banjir dengan ketinggian air menyentuh paha hingga pinggang orang dewasa (40 centimeter hingga 1 meter).
Lokasi terparah masing-masing di Jalan Meranti Gang 4, 5, dan 6.
Tampak sejumlah warga masih bertahan di lantai dua rumahnya.
Mereka bertahan menunggu air surut sambil membersihkan sisa lumpur.
Salah satu warga, Anton, mengatakan, banjir di kawasan tersebut sudah menjadi langganan setiap tahunnya khususnya saat musim penghujan.
"Ini sudah langganan. Dua tahun terakhir ini kejadiannya parah lagi. Tadi malam hujan deras dari sekitar jam 2 sampai setengah 5 pagi," kata Anton.
Meski air hanya masuk hingga setinggi mata kaki di rumahnya, namun Anton mengatakan, di kawasan yang lebih rendah, ketinggian air bisa mencapai 1,8 meter hingga 2 meter.
"Sekarang sudah mulai surut pelan-pelan. Tapi kalau hujan lagi, bisa naik lagi karena ada pengaruh air pasang," ujarnya.
Anton menjelaskan, kondisi langganan banjir itu tidak dapat dihindarkan karena posisi lokasi pemukiman warga setempat berkontur cekungan.
"Air ini kiriman, semua terkumpul di sini lewat gorong-gorong besar," jelasnya.
Ia memperkirakan sedikitnya hampir 100 kepala keluarga (KK) di Jalan Meranti Gang 4, 5, dan 6 terdampak banjir kali ini.
Sementara itu, warga lainnya Vina mengatakan, banjir mulai masuk ke permukiman warga sekitar pukul 23.00 WITA.
Hadirnya rendamam banjir itu kata dia, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam.
Menurutnya, ketinggian air sempat mencapai dada orang dewasa di dalam rumah.
"Jam 11 malam air mulai naik. Tadi malam tingginya sampai sebatas dada, bahkan di beberapa titik hampir seleher. Sekarang sudah agak turun sedikit, tapi memang tiap tahun begini," kata Vina
Ia menambahkan, banjir tahunan itu kerap memaksa sebagian warga untuk mengungsi sementara ke rumah keluarga atau bahkan menyewa rumah kos di lokasi yang lebih tinggi.
"Kami antisipasi makanan anak-anak dan kesehatan karena takut penyakit," tuturnya.(*)
Reporter: Rachmat Ariadi
Host: Fiorena Jieretno
Supporting: Zakly
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: