ycliper

Популярное

Музыка Кино и Анимация Автомобили Животные Спорт Путешествия Игры Юмор

Интересные видео

2025 Сериалы Трейлеры Новости Как сделать Видеоуроки Diy своими руками

Топ запросов

смотреть а4 schoolboy runaway турецкий сериал смотреть мультфильмы эдисон
Скачать

Anakku Berkata, “Jangan Harap Aku Merawatmu Di Usia Tua, Aku Punya Keluarga Sendiri!”—Tapi Besoknya…

Автор: Cerita Hati Lansia

Загружено: 2026-01-27

Просмотров: 1650

Описание: Anakku berkata dengan lantang, "Jangan harap aku akan merawatmu yang sudah tua renta begini! Aku sudah punya keluarga sendiri!" Aku hanya tersenyum dan segera mengubah surat wasiat yang akan membuatnya sangat menyesal. besoknya, dia jadi gelandangan.

Namaku Rohayati, usiaku sudah menyentuh 70 tahun, usia yang sebenarnya tak ingin kualami. Semua bukan tanpa sebab, tapi rasanya aku sudah tak ingin berselisih dengan berbagai masalah. Tapi, mungkin ini memang jalan Tuhan untuk sisa hidupku, menguji seberapa kuat kemampuanku.
Hari itu, aku sedang menuang teh ke dalam cangkir ketika suara motor berhenti di depan rumah. Suara knalpot yang sudah kukenal, jantungku langsung berdegup lebih cepat. "Itu kayaknya Roni sama Gita," gumamku sendiri.
Aku buru-buru merapikan taplak meja yang sudah mulai pudar warnanya. Usia boleh 70, tapi refleksku masih lumayan. Kusapukan lagi pandanganku ke ruang tamu. Sofa tua, lemari kaca dengan cangkir-cangkir hadiah murid zaman dulu, foto almarhum suamiku di dinding. Rumah ini kecil, tapi hampir seluruh hidupku habis di sini.
Pintu diketuk singkat lalu langsung terbuka. Bu Roni masuk tanpa senyum. Kemeja kantoran masih dipakai, ujungnya keluar dari celana. Gita menyusul di belakangnya, tas selempang digenggam erat. Wajahnya kelihatan lelah tapi matanya waspada. "Eh, iya, iya. Masuk. Ibu bikinin teh, ya. Sudah lama enggak main," kataku berusaha ceria. Mereka duduk.
Roni langsung menyalakan ponsel. Ibu jarinya lincah menggulir layar. Gita mengusap-usap roknya, melirik sekeliling seperti menilai ulang segala sesuatu di ruang tamu ini. "Sandra sama Rozi mana?" tanyaku. "Di rumah, Bu," jawab Gita. "Besok ulangan, jadi belajar." Aku mengangguk. Ada rasa kecewa yang cepat-cepat kutelan. Sudah lama aku tidak memeluk cucu-cucuku.
Biasanya, hanya lihat mereka lewat foto yang dikirim Gita. Itu pun jarang. Kutaruh dua cangkir teh di meja. "Gimana kerjaan, Ron?" Ia menghela napas berat, seolah dunia menindih bahunya saja. "Biasa, Bu. Target naik. Gaji segitu-gitu aja. Cicilan rumah, cicilan mobil, sekolah anak, semua nempel di kepala." Gita menimpali, "Iya, Bu.
Sekarang hidup serba mahal. Listrik, air, apa-apa naik, apalagi Roni sendirian yang menanggung semua." Aku duduk perlahan di kursi seberang mereka. Lututku berdecit pelan, tapi sudah biasa. "Ibu ngerti, makanya ibu selalu doain kalian." Suasana sejenak hening, hanya terdengar bunyi jam dinding dan suara motor lewat di jalan depan.
Roni meletakkan ponsel. "Ngomong-ngomong, Bu, kemarin aku ketemu sama notaris yang dulu ngurus sertifikat rumah ini." Hatiku berdesir. "Kenapa sama sertifikat?" "Enggak, cuma ngecek aja. Kan sertifikat rumah ini atas nama aku sekarang. Jadi, kalau ada apa-apa urusannya gampang," ucapnya. Nada suaranya datar, tapi ada sesuatu di matanya yang membuatku tidak tenang. Aku mengangguk pelan.
Dulu, waktu dia baru menikah, akulah yang memaksa rumah ini dibalik nama. Kupikir kalau aku sudah enggak ada, semua urusan jadi lebih mudah buat dia. Saat itu aku bangga, merasa berhasil memberi masa depan untuk anakku satu-satunya. Sekarang, tiba-tiba keputusan itu terasa seperti pisau yang kuarahkan sendiri ke dadaku. Aku menarik napas.
Sudah beberapa malam aku tak bisa tidur memikirkan hal yang sama. "Ron," suaraku pelan. "Ibu mau ngomong sedikit." Roni menyandarkan punggungnya, bersiap. Gita menajamkan telinga. "Ibu, belakangan ini sering sakit. Jalan juga udah enggak kuat jauh. Kadang kalau malam ibu enggak bisa tidur sendirian terus di rumah.
Ibu kepikiran, apa ibu bisa pindah ke rumah kalian? Enggak usah kamar gede, pojokan aja, yang penting satu rumah sama keluarga." Kalimatku menggantung. Aku melihat reaksi mereka. Gita saling pandang dengan Roni sekilas. Cepat tapi jelas. Aku menangkap ada sesuatu di sana: Risih. Keberatan? Bu Gita mengatur nada suaranya, hati-hati. "Rumah kami kan ya gitu, Bu.
Kamar udah pas-pasan. Sandra sama Rozi aja sekarang udah mulai gede. Mereka butuh ruang." "Aku bisa di ruang tamu, Git. Asal ada kasur tipis. Ibu enggak apa-apa," potongku cepat. Roni menghela napas panjang, lebih keras dari sebelumnya. "Bu, jangan egois gitu dong." Kata-kata itu seperti tamparan. "Egois?" ulangku lirih.

🙏 Kami memohon maaf apabila terdapat kemiripan nama, tempat, atau peristiwa dengan kejadian lain.

📌 Catatan penting: Gambar yang ditampilkan hanya bersifat ilustrasi.

⚠️ Disclaimer: Seluruh cerita dalam video ini adalah fiktif. Setiap kesamaan nama, tokoh, tempat, atau peristiwa adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan. Konten ini tidak bermaksud menyinggung atau merugikan pihak mana pun.

🔔 Jangan lupa untuk subscribe, tekan like, dan aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan cerita-cerita terbaru.

#kisahnyata #kisahrumahtangga #dramarumahtangga #ceritarumahtangga #ceritakeluarga #kisahkeluarga

Cerita Hati Lansia

Не удается загрузить Youtube-плеер. Проверьте блокировку Youtube в вашей сети.
Повторяем попытку...
Anakku Berkata, “Jangan Harap Aku Merawatmu Di Usia Tua, Aku Punya Keluarga Sendiri!”—Tapi Besoknya…

Поделиться в:

Доступные форматы для скачивания:

Скачать видео

  • Информация по загрузке:

Скачать аудио

Похожие видео

Kulihat Putraku Yang Cacat Sambil Gendong Bayinya Di Pasar, “Aku Diusir Ayah Mertuaku” Ucapnya—Lalu

Kulihat Putraku Yang Cacat Sambil Gendong Bayinya Di Pasar, “Aku Diusir Ayah Mertuaku” Ucapnya—Lalu

Gadis Miskin Rela Makan Nasi Garam Bayar Utang Ayah, Bos Kaya Langsung Jatuh Cinta!

Gadis Miskin Rela Makan Nasi Garam Bayar Utang Ayah, Bos Kaya Langsung Jatuh Cinta!

Кто на самом деле убил Марину Цветаеву? (Это не НКВД)

Кто на самом деле убил Марину Цветаеву? (Это не НКВД)

Мы с моей лучшей подругой возвращались домой, прогуливаясь по парку.Достав таблетку от головной боли

Мы с моей лучшей подругой возвращались домой, прогуливаясь по парку.Достав таблетку от головной боли

Putriku Sekarat Dan Tak Ada Yang Tahu Penyebabnya—Cucuku Bilang, “Nek, Cepat Periksa Kontrakan Ayah”

Putriku Sekarat Dan Tak Ada Yang Tahu Penyebabnya—Cucuku Bilang, “Nek, Cepat Periksa Kontrakan Ayah”

"DIA MASIH HIDUP, HATI HATI DENGAN IBU DAN ADIK TIRIKU" UCAP SESEORANG - AKU SYOK SAAT TAHU TERNYATA

EMAS TABUNGANKU MAU DIJUAL SUAMI & MERTUA KEJI DEMI PELAKOR. TAPI KUSIAPKAN RENCANA RAHASIA...

EMAS TABUNGANKU MAU DIJUAL SUAMI & MERTUA KEJI DEMI PELAKOR. TAPI KUSIAPKAN RENCANA RAHASIA...

«К какому сыну вы приехали жить Мы развелись полгода назад!» ответила я свекрови

«К какому сыну вы приехали жить Мы развелись полгода назад!» ответила я свекрови

Зять снимал на видео, как бьёт мою дочь, и смеялся. Теперь это видео смотрит вся страна

Зять снимал на видео, как бьёт мою дочь, и смеялся. Теперь это видео смотрит вся страна

Menantuku Menikahi Anakku Demi Rebut Rumahku. Setelah Pernikahan, Ia Datang Dengan Notaris...

Menantuku Menikahi Anakku Demi Rebut Rumahku. Setelah Pernikahan, Ia Datang Dengan Notaris...

Anakku Buang Aku Di Thailand Dan Curi Pasporku. Saat Aku Pulang, Dia Kaget Lihat Aku Di Teras Dan...

Anakku Buang Aku Di Thailand Dan Curi Pasporku. Saat Aku Pulang, Dia Kaget Lihat Aku Di Teras Dan...

Aku Temukan Anakku Tinggal Di Mobil Bersama Dua Cucuku—Lalu Aku Ungkap Pengkhianatan Keji Istrinya..

Aku Temukan Anakku Tinggal Di Mobil Bersama Dua Cucuku—Lalu Aku Ungkap Pengkhianatan Keji Istrinya..

"IBU..ADEK LAPAR DISINI GELAP" UCAP ANAKKU KETAKUTAN ULAH MERTUA DAN IPAR JAHAT - TERNYATA MEREKA...

Menantuku Nelpon, “Anakmu Baru Saja Meninggal, Semua Hartanya Untukku. Kau Tak Dapat Apapun”—Jadi...

Menantuku Nelpon, “Anakmu Baru Saja Meninggal, Semua Hartanya Untukku. Kau Tak Dapat Apapun”—Jadi...

TELLER BANK MINTA AKU PURA2 PINGSAN. TERNYATA DEMI HINDARI RENCANA SUAMI & MERTUA UNTUK MENGURAS...

TELLER BANK MINTA AKU PURA2 PINGSAN. TERNYATA DEMI HINDARI RENCANA SUAMI & MERTUA UNTUK MENGURAS...

Дочери радовались, когда муж меня бросил. Но тогда я открыла правду: я не их настоящая мать…!

Дочери радовались, когда муж меня бросил. Но тогда я открыла правду: я не их настоящая мать…!

Rumahku Disita Bank—Anakku Yang Kaya Mengusirku Kecuali Si Bungsu Yang Seorang Kuli Serabutan

Rumahku Disita Bank—Anakku Yang Kaya Mengusirku Kecuali Si Bungsu Yang Seorang Kuli Serabutan

SUAMI DIAM DIAM NIKAHI TEMANKU PADAHAL MEREKA NUMPANG HIDUP PADAKU-KUKIRIM KADO YG BUAT MREKA HANCUR

SUAMI DIAM DIAM NIKAHI TEMANKU PADAHAL MEREKA NUMPANG HIDUP PADAKU-KUKIRIM KADO YG BUAT MREKA HANCUR

PELAYAN SOMBONG MENYIRAM ANGGUR KE BAJUKU NGAKU PEMILIK RESTO - DIA TAK TAU AKU YANG PEMILIK UTAMA..

PELAYAN SOMBONG MENYIRAM ANGGUR KE BAJUKU NGAKU PEMILIK RESTO - DIA TAK TAU AKU YANG PEMILIK UTAMA..

«Мы просмотрели записи с камер, вы должны это увидеть», — сказал администратор  Но Утром

«Мы просмотрели записи с камер, вы должны это увидеть», — сказал администратор Но Утром

© 2025 ycliper. Все права защищены.



  • Контакты
  • О нас
  • Политика конфиденциальности



Контакты для правообладателей: [email protected]