Mengapa Wapres Gibran Pilih Bekerja, Bukan Balas Dendam? || Dr. Indri Jatmoko, S.SI., M.M
Автор: Ikatan Kristen Nusantara - IKN
Загружено: 2025-12-16
Просмотров: 12313
Описание:
Di tengah dunia politik yang sering gaduh dan penuh serangan, Gibran justru memilih jalan sunyi — jalan memaafkan.
Apakah ini tanda kelemahan, atau justru bentuk kekuatan mental yang sejati?
🔹 Bagian 1 — Politik di Era Tekanan Publik
Bagaimana Gibran bertahan di tengah badai kritik dan cibiran?
🔹 Bagian 2 — Filsafat Kepemimpinan Jawa
“Ngalah urip luwih mulya” — mengalah demi kemuliaan. Apa makna filosofis di balik pilihan ini?
🔹 Bagian 3 — Teladan Para Tokoh Bangsa
Dari Bung Hatta, Gus Dur, hingga Nelson Mandela: mengapa mereka memilih memaafkan, bukan membalas?
🔹 Bagian 4 — Dimensi Teologis
Bagaimana nilai Kristen dan Islam sama-sama menempatkan pengampunan sebagai kekuatan moral pemimpin?
🔹 Bagian 5 — Psikologi Pemimpin Muda
Mengapa kesadaran diri (self-awareness) dan tujuan hidup yang jelas (purpose-driven) menjadi ciri pemimpin sejati?
🔹 Bagian 6 — Rendah Hati Bukan Lemah
Andhap asor, tepo seliro, tat twam asi, ukhuwah — nilai-nilai yang menegaskan bahwa karakter lebih berharga dari kekuasaan.
🌿 Di akhir video, kita diajak merenungkan satu pesan sederhana namun dalam:
“Pemimpin besar bukan yang pandai membalas, tetapi yang mampu menahan diri ketika ia bisa membalas.”
📖 Tetap kritis. Tetap beradab.
Dan mari terus berharap pada pemimpin yang bekerja dengan hati, bukan dendam.
#gibranrakabumingraka #KepemimpinanMuda #politikindonesia #filsafatjawa #kerendahanhati #gusdur #bunghatta #nelsonmandelaquotes #ikatankristennusantara #RefleksiKepemimpinan #podcastkristen #wapresgibran #viral #renungankristen #trending #sorotan #firmantuhan #imankristen #anakmudakristen #yesuskristus
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: