KAROMAH !! Mama Lembur Awi (KH. Muhammad Faqih) Pendiri Ponpes Baitul Arqom Al-Islami || Eps. 02
Автор: RAJA ZIARAH
Загружено: 2021-09-04
Просмотров: 8421
Описание:
#ziarah #mamalemburawi #muhammadfaqih
KISAH KAROMAH KH. Muhammad Faqih atau biasa dikenal oleh masyarakat dengan sebutan Mama Lembur Awi, merupakan seorang Waliyulloh pendiri Pondok Pesantren Lembur Awi (1922) yang sekarang menjadi Baitul Arqom Al-Islami yang beralamat di Desa Maruyung Kec. Pacet Kab. Bandung
Alim dan Rendah hati merupakan 2 kata berbeda tapi dalam realitas sehari hari tidak bisa dipisahkan untuk menggambarkan sosok KH. Muhammad Faqih.
Keseharian Mama banyak dihabiskan di masjid, madrasah, dan rumah sekitar Pesantren. bahkan seringkali Mama terlihat keliling kampung utk bersosialisasi dengan masyarakat sekitar maupun sekedar menikmati suasana asri Kampung lembur awi kala itu, yang banyak di kelilingi oleh sawah dan perkebunan.
Tersebar kisah dari para Santri maupun Ustadz, terkait "beberapa keistimewaan" KH. Muhammad Faqih yang banyak dibicarakan masyarakat, namun masih sedikit yang dituangkan ke dalam tulisan.
Salah satu nya ialah setiap selesai melaksanakan Shalat Subuh, beliau tidak buru-buru keluar mesjid hingga perlahan meningginya matahari untuk melaksanakan Sholat Dhuha. Selepas Shalat Dhuha Mama baru beranjak ke rumah untuk sarapan bersama keluarga. namun sebelum memulai sarapan, Mama menyempatkan mengajak siapa saja yang berada disekitar beliau untuk bisa sarapan bersama-sama.
"Keunikan" lainnya menurut penuturan para saksi hidup, beliau tidak pernah marah, berjalan pun selalu melihat ke bawah. Nada suara yang tenang. Tutur kata yang jelas dan lembut. Murah senyum. Tidak pernah mengaku sebagai kiai dan selalu mendarmakan harta bendanya untuk masyarakat. Pantas kalau setiap ada serangan para penjajah semua masyarakat di kampung selalu berkumpul (bersembunyi) di pesantren. Penenang batinnya masyarakat sekitar di kala itu ialah ke Mama.
Bagi masyarakat, Mama tidak hanya sebagai kiai (guru ngaji), tapi beliau seperti orang tua tempat berlabuh seluruh hajat masyarakat, dan penjaga dari para penjajah.
Maka tak heran jika Masyarakat sekitar kampung Lemburawi menyebut beliau dengan panggilan Mama, karena sebutan itu bagi masyarakat adalah sebagai sebuah potret penghargaan atas sosok kharismatik dan dituakan.
Pada masa DI/TII (1949-1962) daerah Pacet menjadi tempat “persinggahan” DI/TII. Di tempat inilah Kartosuwiryo ditemukan dan ditangkap. Lebih tepatnya di wilayah Gunung Rakutak pada tahun 1962.
Pembakaran oleh “gerombolan” (sebutan masyarakat kepada kelompok DI/TII) di hampir semua tempat yang ada di Pacet. Salah satu tempat yang dibakar adalah Pangauban, Salawi, Cipadali, Cinanggela termasuk hampir nyaris Lemburawi. Namun pesantren Lemburawi tidak tersentuh bahkan dianggap “leuweung” (hutan) oleh para "gerombolan", karena tak kasatmata.
Pada masa itu, setiap sore hari, masyarakat pada umumnya berbondong-bondong memasak nasi dan lauk pauk. kemudian disimpan di pelataran atau teras rumah. yang mana nantinya apabila malam tiba, makanan tersebut akan diambil oleh "gerombolan".
Hal tersebut dilakukan semata-mata guna keselamatan masyarakat kampung lembur Awi dari kekejaman "Gerombolan", Karena jika masyarakat tidak menyiapkan makanan, maka "gerombolan" akan membakar habis rumah mereka. bahkan lebih dari itu, "Gerombolan" bisa saja membunuh masyarakat dengan cara "digorok". Naudzubillahimindzalik
begitulah gambaran kekejaman DI/TII pada masa itu.
Pada masa kondisi seperti itu, Mama sama sekali tidak meninggalkan pesantren. Hampir semua kiai meninggalkan Pacet untuk menghindarkan diri dan keluarga dari kondisi yang teramat mencekam. Sementara Mama tetap tinggal, dan menjadikan masjid dan madrasah yang sekarang dijadikan masjid khusus “santriyat”, tempat bersembunyi masyarakat Pacet, khususnya masyarakat Lemburawi, dari keganasan “gerombolan”.
Setiap terjadi suara ledakan, Mama selalu menutup rapat mesjid atau madrasah, yang di dalamnya terdapat keluarga, masyarakat dan santri. “Gerombolan” yang lewat dengan memakai senjata lengkap, berlalu begitu saja, seakan tidak menemukan apa pun, terkecuali hanya pepohonan.
SUMBER : https://jabar.nu.or.id/detail/mama-mu...
Owner, Produser, Creative & Narator : Ust. Agung Prawoto, S.Pd., M.Pd ( / agungprawoto0306 )
Cameramen & Editor : Ust. Paisal Aprisal ( / aprisalpaisal1212 )
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: