CARA SHOLAT TARAWIH SESUAI SUNNAH. IMAM. USTADZ AKHUNA FIRDAUS
Автор: Go Hijrah 25 Channel
Загружено: 2026-02-26
Просмотров: 58
Описание:
CARA SHOLAT TARAWIH SESUAI SUNNAH. IMAM. USTADZ AKHUNA FIRDAUS
Sholat Tarawih sesuai sunnah adalah sholat malam yang khusus dilakukan pada bulan Ramadhan setelah sholat Isya hingga sebelum fajar.
NU Online +1
Berikut adalah panduan pelaksanaannya berdasarkan riwayat hadis dan praktik para sahabat:
1. Jumlah Rakaat
Terdapat dua pendapat utama yang sama-sama memiliki landasan kuat:
11 Rakaat (8 Rakaat Tarawih + 3 Rakaat Witir): Berdasarkan hadis Aisyah r.a. bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menambah sholat malam lebih dari 11 rakaat, baik di dalam maupun di luar Ramadhan.
23 Rakaat (20 Rakaat Tarawih + 3 Rakaat Witir): Berdasarkan praktik para sahabat pada masa Khalifah Umar bin Khattab yang kemudian disepakati oleh mayoritas ulama empat mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali).
2. Tata Cara Pelaksanaan
Waktu: Dilakukan setelah sholat Isya secara sah. Sholat Tarawih yang dilakukan sebelum Isya dianggap tidak sah sebagai Tarawih.
Formasi Rakaat:
2 Rakaat 1 Salam: Umumnya dilakukan dengan dua rakaat-dua rakaat hingga selesai.
4 Rakaat 1 Salam: Berdasarkan hadis Aisyah r.a., Nabi pernah sholat 4 rakaat tanpa tasyahud awal di tengahnya, kemudian 4 rakaat lagi, baru ditutup witir.
Sholat Witir: Sebagai penutup sholat malam, bisa dilakukan 3 rakaat dengan satu kali salam atau dua kali salam (2 rakaat + 1 rakaat).
3. Keutamaan dan Adab
Berjamaah atau Sendiri: Berjamaah di masjid lebih utama (afdal) sesuai sunnah Nabi SAW dan praktik Khulafaur Rasyidin untuk mendapatkan pahala sholat semalam suntuk.
Kualitas Ibadah: Sunnahnya adalah dilakukan dengan tenang (thuma'ninah), tidak terburu-buru, dan memperindah bacaan Al-Qur'an.
Niat: Niat dilakukan di dalam hati sebelum takbiratul ihram. Contoh pelafalan niat: "Ushalli sunnatat tarawihi rak'ataini lillahi ta'ala" (Saya niat sholat sunnah tarawih dua rakaat karena Allah Ta'ala)
Cara shalat Tarawih bagi mereka yang mengikuti manhaj Salaf (sering disebut Salafi) sangat menekankan pada aspek mengikuti sunnah Nabi Muhammad ﷺ dan praktik para sahabat secara murni, terutama dalam hal tuma'ninah (tenang) dan kualitas bacaan.
Berikut adalah poin-poin utama pelaksanaannya:
1. Jumlah Rakaat
Meskipun para ulama Salaf terdahulu ada yang melakukan 20 atau 36 rakaat, komunitas Salafi saat ini umumnya lebih mengutamakan jumlah 11 rakaat (8 rakaat tarawih + 3 rakaat witir) berdasarkan hadits Aisyah radhiyallahu 'anha. Namun, mereka tetap mengakui bahwa jumlah rakaat bersifat fleksibel dan boleh lebih dari itu.
2. Formasi Rakaat
Terdapat dua cara populer yang sering dipraktikkan:
2-2-2-2-3: Shalat dilakukan tiap 2 rakaat diakhiri dengan salam, sebanyak 4 kali, kemudian ditutup witir 3 rakaat.
4-4-3: Shalat dilakukan 4 rakaat sekaligus dengan satu kali salam (tanpa tasyahud awal di tengah), diulangi 2 kali, lalu ditutup witir 3 rakaat.
3. Karakteristik Pelaksanaan
Tuma'ninah: Sangat ditekankan untuk tidak terburu-buru. Gerakan rukuk, sujud, dan iktidal harus sempurna.
Bacaan Al-Qur'an: Lebih mengutamakan kualitas dan panjangnya bacaan daripada kecepatan menyelesaikan rakaat.
Tanpa Bid'ah Tambahan: Biasanya tidak menggunakan bacaan-bacaan di sela-sela rakaat (seperti seruan bilal yang menyebut nama-nama Khulafaur Rasyidin secara lantang) yang dianggap tidak memiliki tuntunan dari Nabi ﷺ.
4. Tata Cara Shalat (Ringkasan)
Niat: Cukup di dalam hati tanpa perlu dilafalkan secara lisan (ushalli...).
Takbiratul Ihram dan membaca doa Iftitah.
Membaca Al-Fatihah dan surat pendek (atau panjang) dari Al-Qur'an.
Rukuk, Iktidal, dan Sujud dengan tenang.
Salam setiap 2 atau 4 rakaat sesuai formasi yang dipilih.
Witir: Sebagai penutup shalat malam.
apakah Anda ingin mengetahui doa-doa khusus setelah witir yang sesuai dengan tuntunan sunnah?
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: