Kurikulum SMK Sudah Link and Match, Namun Mengapa Penyerapan Alumni di Dunia Industri Masih Rendah?
Автор: Vocation Void
Загружено: 2026-02-21
Просмотров: 65
Описание:
Fenomena rendahnya penyerapan lulusan SMK di dunia industri merupakan persoalan nyata dalam sistem pendidikan vokasi Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki tingkat pengangguran terbuka tertinggi dibandingkan dengan jenjang pendidikan lain, yakni mencapai sekitar 8,63% per Agustus 2025. Angka ini lebih tinggi daripada lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang sekitar 6,88%, lulusan universitas sekitar 5,39%, serta jenjang pendidikan lainnya yang lebih rendah. Data ini menunjukkan bahwa meskipun SMK menerapkan prinsip link and match, tantangan penyerapan lulusan ke dunia kerja masih signifikan.
Melalui wawancara mendalam bersama Bapak Dadang Agus Trifianto, S.T., M.T., selaku Widyaiswara BBPPMPV BOE Malang, video ini mengkaji secara kritis letak “mata rantai” yang belum terhubung secara optimal antara sekolah dan dunia kerja. Pembahasan berfokus pada ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, kesenjangan fasilitas antar satuan pendidikan, dinamika transformasi industri berbasis digital dan otomatisasi, serta tantangan pelaksanaan kebijakan agar tidak berhenti pada tataran administratif semata.
Dalam konteks percepatan transformasi industri, pendidikan vokasi dituntut tidak hanya menghasilkan tenaga terampil, tetapi juga individu yang adaptif dan memiliki kesiapan kerja yang tinggi. Wawancara ini juga menyoroti pentingnya penguatan keterampilan nonteknis, pembelajaran berbasis proyek yang kontekstual, serta kerja sama yang strategis dan berkelanjutan antara sekolah dan industri agar tercipta keselarasan nyata antara pendidikan dan kebutuhan pasar kerja.
Refleksi Pembelajaran:
Melalui kegiatan ini, kami memahami bahwa rendahnya penyerapan lulusan SMK bukan semata-mata disebabkan oleh kemampuan teknis siswa, melainkan persoalan yang bersifat sistemik. Permasalahan tersebut mencakup pelaksanaan kebijakan, kesiapan fasilitas, relevansi pembelajaran, hingga pembentukan karakter dan etos kerja. Konsep Link and Match perlu diwujudkan dalam praktik yang konsisten, adaptif, dan berdampak langsung terhadap kesiapan kerja siswa. Dunia industri membutuhkan individu yang mampu beradaptasi dengan perubahan, memiliki integritas, disiplin, tanggung jawab, serta kemauan untuk terus belajar.
Narasumber:
Dadang Agus Trifianto, S.T., M.T.
(Widyaiswara BBPPMPV BOE Malang)
Nama Kelompok: Vocation Void
Anggota Kelompok:
1. Keyza Alvaro Faiq – Editor
2. Lanang Tegar Cahyo Islam – Reporter
3. Nauval Faiz Luthf Hisyam – Produser
4. Salman Falah Taqiyuddin – Penulis Naskah
5. Wahyu Ravi Anggoro – Videografer
Video ini dibuat dalam rangka kegiatan Kokurikuler Kebekerjaan SMK Telkom Malang sebagai bentuk kontribusi reflektif terhadap isu relevansi pendidikan vokasi dan tantangan kebekerjaan di era transformasi industri.
#MokletKebekerjaan #Kokurikuler #VocationVoid #SMKTelkomMalang #SMKBisa
@smktelkom_mlg
@dinaspendidikanprovinsijawa2925
@yayasanpendidikantelkom8215
@dikdasmenRI
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: