🔴BUKAN SEMATA ALIH FUNGSI LAHAN! Fakta di Balik Longsor Cisarua, Rumah Plastik Paprika Bayi di Atap
Автор: tribunjabar video
Загружено: 2026-01-25
Просмотров: 39854
Описание:
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store, untuk dapatkan pengalaman baru.
PETANI PAPRIKA MELAWAN TUDUHAN ALIH FUNGSI LAHAN SEBABKAN LONGSOR! Ada Fakta Mengerikan di Balik Hujan 2,1juta Meter Kubik di Kaki Burangrang
TRIBUNJABARVIDEO- Alih fungsi lahan disebut-sebut sebagai biang keladi longsor di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat.
Hal itu berdasarkan pengamatan langsung terhadap geografi lokasi longsor di kaki Gunung Burangrang berupa berkebunan terbuka.
Penelusuran Tribun berdasarkan citra satelit Google Earth dalam Waktu 20 tahun terakhir, tepatnya pada 2005, Desa Pasirlangu sudah berupa daerah pegunungan terbuka yang digunakan warga untuk berkebun paprika di green house.
Warga di lokasi, menolak tuduhan bahwa longsor terjadi karena alih fungsi lahan karena mereka sudah berkebun disana sejak puluhan tahun lalu dan baru kali ini ada longsor besar yang merenggut puluhan nyawa.
Dalih warga berkesesuaian dengan citra lini masa Desa Pasirlangu pada 2005 berdasarkan citra Google Earth. Lantas, kenapa bisa terjadi longsor maha dahsyat tersebut?
BMKG menjawab...
Berdasarkan data BMKG, pada 23 Januari 2026 curah hujan di Kabupaten Bandung Barat tercatat berada pada kategori ekstrem.
Pos Hujan Perkebunan Sukawana mencatat curah hujan sebesar 215,5 milimeter dalam satu hari, sementara Pos Hujan Perkebunan Pangheotan mencatat 210,5 milimeter. Angka tersebut menunjukkan volume hujan yang sangat besar dalam waktu singkat.
Desa Pasirlangu memiliki luas lahan sekira 1.020 hektare atau seluas 10,2 kilometer persegi. Sebagai gambaran, 0,2155 meter itu, dalam volume air, ketinggiannya sekitar 21,5 centimeter. dan jatuh di luas lahan sekira 10 ribu meter persegi.
Untuk mengetahui seberapa besar air yang jatuh ke desa pasir langu, maka perlu mengkalikan 0,2155 meter dikali 10 ribu meter persegi. Diperoleh hasil yakni 2.155.000 meter kubik air atau setara 2,15 miliar liter air tumpah dalam sehari.
Kondisi itu diperparah dengan lokasi Desa Pasirlangu yang bergeografis pegunungan, kebun tanpa tutupan pohon.
Dari Mana Munculnya Hujan Ekstrem 2,1 juta meter kubik?
Fenomena hujan ekstrem ini tidak berdiri sendiri. Para ilmuwan iklim menjelaskan bahwa perubahan iklim global akibat peningkatan emisi gas rumah kaca telah mengubah pola cuaca. Pemanasan suhu permukaan bumi membuat penguapan air dari laut dan daratan meningkat. Udara yang lebih hangat mampu menampung lebih banyak uap air.
Ketika terjadi proses kondensasi, uap air tersebut turun sebagai hujan dengan intensitas jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi iklim normal.
Dengan kata lain, perubahan iklim membuat hujan tidak lagi turun merata dalam intensitas sedang, melainkan cenderung datang dalam bentuk hujan singkat namun sangat lebat. Inilah yang meningkatkan frekuensi kejadian hujan ekstrem di wilayah pegunungan Jawa Barat, termasuk kawasan Bandung Barat.
Emisi karbon dari aktivitas industri, transportasi, dan pembakaran hutan berperan besar dalam mempercepat pemanasan global. Dampaknya bukan hanya kenaikan suhu, tetapi juga peningkatan energi di atmosfer yang memicu pembentukan awan konvektif besar, penguat badai, serta hujan berintensitas sangat tinggi.
Dalam konteks Desa Pasirlangu, meskipun lahan telah lama terbuka, kombinasi antara kemiringan lereng, struktur tanah vulkanik yang mudah lapuk, sistem perakaran yang tidak sekuat hutan alami, serta hujan ekstrem akibat anomali iklim menjadi pemicu utama terjadinya longsor.
Mega Januari
Adi Ramadhan
Nazmi
Putri
Raymond
Daniel
#longsorCisarua #perubahanIklim #hujanEkstrem #LongsorBandungBarat
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: