Muhammadiyah Parepare Mulai Tarawih Pertama Malam Ini
Автор: Tribun Timur
Загружено: 2026-02-17
Просмотров: 187
Описание:
#tribuntimur #tribunviral #muhammad #parepare #tarawih #pertama
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE -- Warga Muhammadiyah di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) melaksanakan tarawih pertama di bulan Ramadan, Selasa (17/2/2026) malam.
Warga Muhammadiyah sebelumnya sudah menentukan 1 Ramadan 1447 Hijriah pada Rabu (18/2/2026) besok.
Dari pantauan Tribun-Timur.com, di Masjid Al-Istiqamah, Jalan Muhammadiyah, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, sejumlah kendaraan berjejer rapih tepat di depan masjid.
Masjid Al-Istiqamah hanya berjarak sekitar 1,5 Kilometer (Km) dari SMP 2 Negeri Pinrang.
Setelah melaksanakan ibadah salat Isya, pengurus Masjid Al-Istiqamah langsung mengumumkan pelaksanaan salat tarawih.
Kemudian dilanjutkan ceramah tarawih yang bertema Marhaban Ya Ramadan.
Jamaah tampak khusyuk mendengarkan ceramah yang menekankan pentingnya menjaga kesucian bulan Ramadan, tidak hanya dari menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan hawa nafsu dan memperbanyak amal saleh.
Usai ceramah, jamaah langsung menunaikan salat tarawih berjamaah.
Meskipun malam pertama sempat diguyur gerimis ringan, hal tersebut tidak menyurutkan semangat warga untuk memenuhi saf masjid.
Salah seorang warga bernama Mustamal Akbar mengatakan, rasa syukurnya bisa kembali bertemu dengan bulan suci ramadan.
Kata dia, setiap tahunnya memang dia mengikuti Muhammadiyah dalam penentuan 1 ramadan.
Mustamal mengungkapkan, dirinya sudah menyiapkan fisik dan mental agar ibadah di ramadan bisa maksimal.
Sebelumnya, Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1447 H/2026 M jatuh pada Kamis (19/22026).
Penetapan ini didasarkan pada keputusan sidang isbat (penetapan) 1 Ramadan 1446 H yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026).
Menag mengatakan sidang menyepakati keputusan tersebut karena dua hal.
Melalui musyawarah di sidang isbat, pemerintah mengumpulkan laporan hisab (perhitungan astronomi) dan hasil rukyat (observasi hilal) dari berbagai titik pengamatan.
Menag menjelaskan, secara historis sidang isbat selalu menjadi rujukan bangsa Indonesia dalam menentukan awal Ramadan dan Idul Fitri.
Dalam dua tahun terakhir memang terjadi dinamika perbedaan penentuan awal Ramadan di tengah masyarakat, namun Kemenag terus mencoba untuk mempertemukan.(*)
Reporter : Rachmat Ariadi
Editor Video : Sanovra J. R
(TRIBUN-TIMUR.COM)
Update info terkini via http://tribun-timur.com/
Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks
YouTube business inquiries: 081144407111
Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur
Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: