BU, HARI INI AKU LELAH MENCARI BAHAGIA | Musikalisasi Puisi Sedih
Автор: Restiana Mirza
Загружено: 2025-10-21
Просмотров: 680
Описание:
Puisi: Bu, Hari Ini Aku Lelah Mencari Bahagia
Karya: Restiana Mirza
Bu, hari ini aku lelah, Jiwaku menyeret beban yang tak kasatmata, Sejak subuh menggaris batas hari, aku adalah bayangan yang terseok, Di antara riuh tawa yang bukan milikku, dan senyum yang kupinjam dari cermin retak.
Langit di luar jendela, katamu, selalu biru setelah badai. Tapi badai di dadaku, Bu, tak pernah usai melengkingkan pilu. Ia menetap, merangkai kabut di relung-relung hati, Membuat mataku seringkali menyimpan hujan yang tak ingin tumpah.
Aku berjalan, menempuh jalan yang sama setiap pagi, Melihat setiap pasang mata bertemu janji, Tangan-tangan saling menggenggam, penuh arti. Sementara aku, hanyalah daun gugur yang menanti diinjak waktu, Mengering dalam sunyi yang mencekik.
Di mana letak kebahagiaan yang kau ceritakan itu, Bu? Apakah ia berlari terlalu kencang, hingga jejaknya pun tak mampu kukejar? Atau ia bersembunyi di balik pintu yang kuncinya telah hilang, Tersimpan rapi di peti waktu yang tak pernah kembali?
Aku telah merapal doa dalam setiap hembusan napas, Merangkai harapan dari serpihan bintang yang jatuh, Mencoba tersenyum pada duniaku yang beku, Namun, segalanya hanya terasa semakin jauh, semakin semu.
Terkadang aku iri pada sebatang rumput liar, Yang tak perlu repot berpura-pura tegak di terpaan angin. Ia hanya tumbuh, tanpa perlu memikirkan kapan ia akan mekar sempurna. Sementara aku, terperangkap dalam ekspektasi yang tak berujung, Berharap esok pagi, matahari kan membawa berita yang berbeda.
Kapan aku bahagia, Bu? Kapan jeda ini datang, membiarkanku merebahkan kepala tanpa cemas? Kapan hatiku bisa sejenak melupa, betapa perihnya menjadi aku? Aku hanya ingin sebait puisi yang utuh, yang tak lagi berisi kata-kata ‘menunggu’. Aku rindu, rindu menjadi rumah bagi diriku sendiri, Yang hangat, yang tenang, yang penuh dengan tawa tulus.
Bu, dengarlah sekali lagi, lirihku dalam hening malam. Bisakah kau kirimkan sedikit saja cahayamu kemari? Agar aku tahu, bahwa di ujung lorong sepi ini, Masih ada kesempatan untukku mengeja: Bahagia. Sebelum aku benar-benar lenyap, ditelan lelah yang tak terobati.
Terimakasih sudah menonton. Jangan lupa Like, Share, dan Subscribe untuk mendapatkan puisi terbaru dari kami. Bagikan juga pengalaman dan perasaan mu selama mendengar puisi ini di kolom komentar ya, sampai jumpa di puisi berikut nya. Salam Literasi!
#musikalisasipuisi #puisisedih #kapanakubahagia #restianamirza #akulelah
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: