Kisah Ramadhan 1447 H di Paris, Keteguhan Iman di Tengah Kota Mode Dunia
Автор: Serambinews
Загружено: 2026-02-24
Просмотров: 224
Описание:
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
Laporan Asnawi Ali | Diaspora Aceh di Paris
SERAMBINEWS.COM, PARIS – Di tengah gemerlap kota yang dikenal sebagai pusat mode dan peradaban dunia, Ramadan di Paris menghadirkan wajah spiritual yang berbeda. Bagi komunitas Muslim yang menjadi minoritas di negeri sekuler ini, bulan suci Ramadhan menjadi momentum kebersamaan yang memperkuat solidaritas.
Memasuki penghujung Februari, dingin musim salju mulai berganti dengan hangatnya cahaya matahari awal musim semi. Taman-taman kota kembali ramai, kafe-kafe dipenuhi pengunjung, namun di balik hiruk-pikuk metropolitan, denyut kehidupan Ramadhan tetap terasa.
Setiap hari, restoran halal, pusat komunitas, dan rumah-rumah keluarga muslim dipadati warga yang berbuka puasa. Aroma hidangan Timur Tengah, Afrika Utara, hingga Asia Selatan berpadu dengan udara musim semi yang segar.
Puncak dinamika Ramadhan terlihat setiap Jumat. Di sebuah masjid kecil di pusat Paris, tepat di antara pemukiman imigran dan pasar tradisional, jamaah berdatangan jauh sebelum waktu shalat. Kapasitas masjid yang terbatas membuat jamaah meluber hingga halaman dan trotoar.
Seorang diaspora Aceh di Swedia, Asnawi Ali, yang sedang berkunjung ke Paris pada Jumat (20/2/2026) lalu, menyaksikan langsung antrean panjang jamaah yang ingin melaksanakan shalat Jumat. Pelaksanaan shalat dilakukan bergantian agar seluruh jamaah dapat tertampung. Karena tidak kebagian tempat, ia hanya bisa merekam suasana dari luar masjid mini di sekitar pasar Paris.
Pemandangan ini menjadi bukti nyata bahwa meski minoritas, umat muslim di Paris tetap menjalankan ibadah dengan tertib dan penuh semangat. Berbagai latar belakang etnis berdiri sejajar dalam satu barisan, tanpa sekat status sosial maupun kebangsaan.
Dari pusat mode dunia, Ramadhan terus berlangsung dalam harmoni. Sebuah pengingat bahwa di tengah perbedaan budaya dan keyakinan, nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas tetap menemukan tempatnya. (*)
Narator: Syita
Video Editor: Muhammad Anshar
=========== Syedara Lon, jangan lupa SUBSCRIBE, SHARE, and COMMENT. Update video viral lainnya: http://bit.ly/serambivideo Update berita terpopuler lainnya: http://bit.ly/SerambinewsPopuler Update info terkini via Serambinews.com: https://aceh.tribunnews.com/ Follow akun Instagram https://bit.ly/IGserambinews Follow akun Twitter http://bit.ly/TwitterSerambinews Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBserambinews Follow akun TikTok http://bit.ly/tiktokserambinews
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: