Wisata Sejarah - Keraton Sumenep
Автор: Shofi Wahyudi
Загружено: 2022-10-09
Просмотров: 587
Описание:
Sumenep merupakan kabupaten yang terletak di ujung timur pulau madura, Soengenep dalam bahasa madura dapat memiliki arti ngaso nginep yang artinya tempat beristirahat dan dalam bahasa kawi soengenep ini memiliki arti lembah atau cekungan yang tenang. Kabupaten sumenep memiliki berbagai destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi salah satunya wisata budaya atau sejarah. Tepat berada di jantung kota terdapat bangunan bersejarah peninggalan kerajaan sumenep di masa lalu yang menjadi salah satu icon kabupaten sumenep.
Di madura khususnya, hanya di sumenep yang masih memiliki peninggalan sejarah keraton yang masih utuh. Bangunan fisik keraton yang masih berdiri tegak sampai kini, memberikan petunjuk nyata tentang eksistensi pemerintahan raja-raja sumenep pada wahtu itu. Keraton sumenep ini berdiri di kawasan seluas 12 hektar.
Keraton Sumenep telah menjadi warisan sejarah yang sangat penting bagi kabupaten sumenep di masa-masa berikutnya. Keraton telah menjadi icon tersendiri bagi Kabupaten Sumenep sebagai daerah dengan peradaban kerajaan yang gemilang.
Keraton sumenep di bagung di atas tanah pribadi milik Panembahan Somala Penguasa Sumenep XXXI. Pada tahun 1781 dengan arsitek asal Thionghua bernama Law Piango. Bangunan keraton ini, tentu saja menyimpan banyak peninggalan bersejarah, terkait dengan kejayaan Keraton Sumenep di masa lalu.
Untuk memasuki halaman keraton kita harus melewati pintu gerbang utama yang biasa dikenal dengan sebutan labeng misem atau pintu tersenyum, Di dalam lokasi keraton terdapat sejumlah komplek bangunan, diantaranya pendopo agung yang sampai saat ini masih dipakai sebagai tempat diadakannya acara-acara kabupaten baik Penyambutan tamu, serah terima jabatan pemerintahan, dan acara kenegaraan lainnya.
Salah satu peninggalan keraton sumenep yang fenomenal adalah Taman Sare nama taman sare berasal dari bahasa madura yang memiliki makna kolam yang asri, indah atau menyenangkan. Dulu tempat ini merupakan pemandian para puteri keraton, yang terletak di sebelah timur pendopo agung keraton. Menurut catatan sejarah, taman ini dibuat oleh panembahan sumolo pada tahun 1762. Taman sare ini memiliki tiga pintu tangga yang sangat penting dan penuh makna. Tangga pertama, diyakini bisa membuat orang awet muda, gampang mendapatkan jodoh, serta keturunan. Sedangkan tangga kedua, diyakini bisa mempermudah kepentingan karir dan jabatan. Kemuadian tangga ketiga, diyakini mampu meningkatkan keimanan dan kesalehan diri. Maka dari itu tak jarang pengunjung menyempatkan diri untuk sekedar mencuci muka di kolam ini.
Selain keraton yang masih berdiri kokoh, sumenep juga memiliki museum yang secra khusus menyimpan semua peninggalan keraton yang bernilai sejarah. Museum ini masih berada di komplek keraton sumenep. Berbagai peninggalan yang dihasilkan pada masa-masa keraton dapat kita saksikan di dalam museum ini, termasuk alat-alat perang yang digunakan pada zaman kerajaan, seperti baju perang, pedang, golok, keris, celurit, samurai, meriam dan lain sebagainya.
Di dalam museum ini, berbagai benda peninggalan para bangsawa keraton sumenep tersimpan dengan baik, diantaranya kereta keraton yang dibuat pada abad ke-18, berbagai macam kerajinan keramik pada masa dinasti Ming, naskah kuno, peratan pertanian, prasasti, serta alat-alat rumah tangga kerajaan. Museum ini diresmikan oleh bupati sumenep ke-9 yaitu drs. Abdurrahman pada 9 maret 1965. yang tak kalah menarik didalam museum ini terdapat Al-Quran berukuran besar dengan panjang 4 m, lebar 3 m dengan berat mencapai 500kg, Al-Quran ini ditulis oleh ibu Yanti yang berasal dari Desa Bluto, keberadaan Al-Quran ini memberikan kesan takjub bagi setiap pengunjung.
Di dalam juga tersimpan fosil ikan paus yang pernah terdampar di salah satu pantai kabupaten sumenep pada tahun 1977. Kemudian ada kereta kencana kerajaan sumenep, dan kereta kuda pemberian Ratu Inggris yang saat ini masih tersimpan utuh di museum ini. Semua benda bersejarah tersebut memberikan gambaran tentang kejayaan keraton sumenep di masa lalu.
Tak jauh dari lokasi keraton Sumenep tampak terlihat kokoh dan megah bangunan masjid agung sumenep. Masjid Agung Sumenep merupakan salah satu masjid tua di Indonesia yang memiliki makna filosofis di setiap detail dan sejarah bangunannya. Masjid ini terletak di pusat kota Sumenep dan menghadap alun-alun kota dan keraton sumenep. Kesan megah dengan nuansa nusantara Masjid agung sumenep ini merupakan buah pemikiran Lau Piango sebagai arsiteknya. Mesjid ini dibangun antara tahun 19779M – 1787M pada masa panembahan sumolo. Masjid agung ini memiki corak arsitektur kebudayaan tiongkok, eropa, jawa, dan madura.
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: