Kampung Cina Kapitan Palembang
Автор: Mang Dayat
Загружено: 2020-07-25
Просмотров: 19682
Описание:
Mang dayat Episode 66
Video kali mang Dayat akan membahas salah satu kawasan yang bersejarah di kota Palembang yaitu Kampung Kapitan yang sudah berdiri selama 400 tahun lebih dan memimpin wilayah di Palembang. apo peranannyo di Kota Palembang dan cak mano sejarahnyo? Tonton video mang Dayat sampe abis
Apo Kabar dulur-dulurku baek yang ado diPalembang maupun diluar palembang, salam sedulur dari mang dayat. Kali ini kito akan kembali beplesiran menikmati keeseruan wisata sejarah Palembang yaitu ke kawasan Kampung Kapitan yang berado di Daerah 7 ulu Palembang. memang untuk menuju kawasan ini agak selok dikarenoke terhimpit di selo-selo perkampungan warga. Tapi sebenernyo untuk menuju kesini mudah . Ado 2 caro menuju lokasi ini yaitu Caro Pertamo untuk dulur-dulur yang nak menambah sensasi perjalanan yaitu dengan menggunakan transportasi sungai yaitu perahu ketek dari BKB ngomong be samo mamang keteknyo ke kampung Kapitan saat itu jugo mamang ketek akan begancang nganter kesini
Caro keduo dengan menggunakan jalur darat yaitu kalu datang dari arah Ilir naik ke jembatan Ampera setelah turun jembatan merapat la kekiri untuk siap-siap muter balik. Setelah muter balik ikuti jalan jalur kiri menuju bawah Jembatan Ampera sampe mentok di sungai dan belok kiri. Nah disini dulur tinggal maju sekitar 200 meter nah yola la itu . jingok be ado tulisannyo Kampung Kapitan
Kampung Kapitan merupakan kawasan cagar Budaya di Kota Palembang yang merupakan tempat keturunan tiong hoa pertama di Palembang. belum bisa diketahui pasti tahun beraponyo namun dari catatan sejarah bahwa palembang mulai dikuasai oleh cino pada waktu awal dinasti MING namun diprediksi sekitar tahun 1377 M. Pada masa itu pemerintahan Tiongkok membentuk lembaga dagang yang salah satunya berpusat di Palembang. oleh kerana ini banyak pedagang Tiongkok yang kemudian menetap dan menikah dengan gadis Palembang
Pada Masa Kesultanan Palembang berhadepan dengan benteng kuto besak dan Cuma ado satu bangunan. Kemudian Sultan Palembang Ahmad Najamuddin Prabu Anom menyerahkan kekuasaannya ke Belanda di tahun 1823. Secara hukum tahun 1823 Kesultanan Palembang Darussalam sudah hapus, karena kekuasannya sudah diberikan kepada Belanda. Walaupun Ahmad Najamuddin Prabu Anom tetap menjadi Sultan Palembang, namun kekuasannya dibatasi oleh Belanda sampai akhirnya ditangkap Belanda karena melakukan pemberontakan terhadap Belanda. Tahun 1825 Kesultanan Palembang Darussalam resmi dihapuskan, selanjutnya Palembang resmi di kuasai kolonial Belanda. Setelah hancurnya kesultanan palembang pemmerintah kolonial belando membentuk perkampungan-perkampungan. Salah satunyo perkampungan masyarakt cina palembang dengan pemimpin pertamanya Tjoa Kie Tjuan dengan gelar pangkat mayor memimpin sejak tahun 1830 hingga 1855 yang dilanjutkan secara turun temurun
Namo kapitan diambek dari gelar yang disandang oleh Tjoa Ham Lienn yang berpangkat kapitan sejak 13 okt 1871. Para kapitan ini dienjuk wewenang oleh kolonial belando memimpin wilayahnyo dewek yaitu dipalembang di sekitaran daerah 7 ulu. Mulai dari mengatur segala administrasi seperti perizinan, tata penduduk, perdagangan hingga memungut pajak untuk wilayahnyo.
awalnyo Kampung Kapitan memang dikenal sebagai Kota Cina (China Town) yang luas wilayahnya kala itu sekitar 20 hektar dan 10 Ulu sekarang adalah pusat perdagangannya dan awalnya Kampung Kapitan terdapat 15 bangunan rumah panggung milik etnis Tionghoa namun sekarang memiliki luas sekitar 165,9 x 85,6 meter. Dua bangunan ini berusia lebih dari 400 tahun. Tiap bangunan rumah kapitan dihubungkan oleh selasar di bagian tengah rumah. Selasar tersebut dibuka ketika rumah sedang mengadakan pesta dan pertemuan. Secara umum, rumah Kapitan Cina berbentuk panggung dengan perpaduan sentuhan tradisioal Palembang dan Tiongkok. dua bangunan rumah yang masih tersisa hingga kini dikenal dengan sebutan rumah kayu dan rumah batu. Dilihat dari fungsinya, rumah Kayu digunakan sebagai tempat ibadah, sedangkan rumah batu digunakan untuk mengadakan pesta dan pertemuan
Kampung Kapitan merupakan wujut Akulturasi budaya Palembang dengan kebudayaan Cino, sebenernyo banyak hal menari yang harus dibahas mengenai kampung kapitan ini namun tidak mungkin biso diungkapkan secara utuh melalui video singkat ini namun dulur-dulur biso mengenal sejarah palembang khususnyo kampung kapitan ini dengan langsung datang kesini dan menikmati kebebasan berimajinasi berado di masa silam sambil mendengarkan cerito para keturunan dari Kampung Kapitan secara utuh.
Sekian video mang Dayat mengenai Kampung Kapitan, terima kasih untuk dulur-dulur mang dayat yang selama ini sudah share dan memberikan komentar membangunnyo, Agar Channel mang Dayat lebih baik lagi, jika ada yang kurang berkenan baik dalam narasi atau Video Mang, Dayat Mohon Maaf dan Kepada Allah Mang dayat Mohon Ampun, Wass
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: