INI DIA RAHASIA ALPUKAT MIKI BERBUAH LEBAT
Автор: Mr Avocado Channel
Загружено: 2026-02-02
Просмотров: 4499
Описание:
RAHASIA POHON MIKI BERBUAH LEBAT
Pertama, factor pemilihan bibit.
Dalam budidaya tanaman, ada adagium yang mengatakan “ Bibit Menyumbang 50 persen keberhasilan”. Memang terbukti. Dari 8 pohon alpukat Miki yang saya tanam, pohon Miki yang satu ini berasal dari bibit hasil sambung pucuk alpukat Cipedak yang sehat dan berumur lebih tua. Sedangakan Miki yang lainnya dari bibit lebih muda dan kecil. Hasilnya, performa pohon ini jauh lebih baik daripada alpukat Miki lainnya.
Kedua, TANAH HARUS “HIDUP”, BUKAN SEKADAR GEMBUR
Sama dengan alpukat pada umumnya, alpukat Miki tidak suka tanah becek, tapi juga tidak tahan dengan kondisi kering ekstrem. Memang status tanah di kebun ini cukup berat untuk alpukat karena kadar unsur lempung dan litany yang tinggi, sehingga kurang gembur. Makanya, saya usahakan kondisi lahan bisa mendekati komposisi ideal media tanam, yakni tanah gembur 50%, pupuk kandang 30%, dan sekam bakar 20%.
Ketiga, pemberian AIR CUKUP, jangan BERLEBIHAN
Banyak pohon alpukat mati bukan karena kurang air, tapi kebanyakan air.
Makanya, dalam urusan air, saat musim kemarau pohon alpukat Miki ini saya siram 2-3 kali sepekan, dengan volume air sekitar 20-30 liter sekali siram. Sedangkan saat musim hujan, stop penyiraman manual, tapi lebih focus memastikan drainase lancar. Prinsipnya, jangan biarkan air menggenang lebih dari 6 jam. Berdasakan pengalaman, pohon alpukat yang tergenang air selama 2 hari, akan mati.
Keempat, pemupukan secukupnya sesuai kebutuhan.
Dalam hal pemupukan, hampir semua tanaman lebih menyukai mendapatkan suplai pupuk yang sedikit tapi rutin, daripada sekaligus dalam dosis besar.
Pada tahun pertama fase vegetatif, yakni saat pohon usia 0-1 tahun pupuk yang diberikan adalah kombinasi antara pupuk organic berupa pupuk organic dan pabrikan. Kemudian pada saat pohon berusia 1-2 tahun jenis pupuk dan interval aplikasinya sama, hanya dosis yang dinaikkan menjadi 2 kali lipat dari tahun pertama,
Pada fase generatif yakni usia pohon di atas 2 tahun, di mana pohon sudah siap berbuah, kohe kambing tetap diberikan dengan jumlah lebih banyak. Pupuk NPK tetap diberikan, tapi bukan yang berimbang 16:16:16. Gunakan NPK pembuahan dengan komposisi 9:15:21, kurangi unsur Nitrogen, perbanyak Kalium dan Pospat. Selain itu, tambahkan juga pupuk mikro seperti boron, Zn, dan Mg.
Kelima, pruning atau pemangkasan.
Pohon alpukat Miki ini mendapat perlakukan pruning, meski tidak ekstrem. Hal ini dilakukan karena pohon tidak terlalu tinggi dan cenderung melebar. Pruning dilakukan hanya pada bagian-bagian tertentu saja, seperti cabang yang mengarah ke dalam, tunas air, cabang yang terlalu rapat, dan yang sudah kering atau ada penyakit.
Keenam, aplikasi pupuk anti rontok buah.
Pada saat pohon Miki ini memasuki musim buah yang kedua, saya lakukan treatment berupa aplikasi pupuk dengan kandungan unsur P dan K tinggi, serta kurangi unsur N. Saya pakai pupuk NPK Grower, perangsang buah, dan aplikasi pupuk foliar Gandasil B dengan interval 10 hari sekali, sebanyak tiga kali.
Ketujuh, pencegahan hama dan penyakit.
Tindakan yang dilakukan adalah pembersihan dan pencegahan. Di awal fase pembuahan, serangan paling banyak datang dari kutu putih. Kutu putih atau kutu kebul selain menyerang buah alpukat yang masih pentil, juga menyerang daun dan batang yang masih muda. Saya lakukan penyemprotan insektisida Decis tiga kali aplikasi dengan interval seminggu sekali. Selain itu, saya juga menggunakan fungisida Antrakol untuk mengendalikan jamur.
Kedelapan, sabar dan konsisten
Ada adagium yang menyebut bahwa pohon itu tumbuh tidak tergesa. Begitu juga dengan pohon alpukat, tumbuh, berkembang, dan berbuah sesuai dengan waktunya, tidak instan dan ujug-ujug. Kuncinya ada pada sikap sabar dan konsisten kita sebagai pekebun. Jadi, yang saya lakukan adalah merawat pohon ini dengan rutin, telaten, dan penuh kasih sayang.
Selain itu, untuk mempermudah pekerjaan, saya juga membuat kalender harian dan bulanan berkebun. Semua data yang ada pada pohon, saya catat dan dokumentasikan sebagai bahan evaluasi dan landasan tindakan selanjutnya. Alhamdulillah, meski masih banyak kekurangan, hingga buah ini akan dipetik, hasilnya melebihi ekspektasi.
Masih banyak hal yang harus dipelajari dan dicari solusinya. Yang dibutuhkan adalah atensi yang cukup dan interaksi dengan pohon yang lebih intensif. Pada prinsipnya, jika dirawat dengan benar, telaten, dan penuh rasa cinta, apapun yang kita tanam bisa memberikan hasil sesuai yang kita inginkan. Tentu saja, semuanya atas izin Allah. Ingat, rahasianya bukan karena penggunaan pupuk yang harganya mahal, tapi ada pada dasar budidaya yang benar.***
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: