Manusia dan Datuk Gedang di Bukit 30
Автор: FZS Indonesia
Загружено: 2015-01-20
Просмотров: 338615
Описание:
Manusia dan Gajah Sumatera telah hidup berdampingan dengan damai sejak ribuan tahun lalu. Namun, kondisinya telah berubah saat ini. Hutan tempat tinggal gajah sangatlah terbatas, yang diakibatkan oleh alih fungsi hutan menjadi perkebunan sawit dan karet, pertambangan dan hutan tanaman industri, seperti yang terjadi di Bukit Tigapuluh. Kini gajah Bukit Tigapuluh harus hidup berpindah-pindah mengikuti petak hutan dan sumber makanan yang tersisa. Jika tidak tersedia hutan yang cukup untuk gajah, maka akan sering terjadi konflik, baik bagi manusia maupun gajah. Kematian bagi kedua belah pihak mungkin tidak terelakkan lagi. Lantas akankah kita hanya diam dan menyaksikan kepunahan gajah dan kerugian bagi manusia yang terus terjadi? Tentu tidak, sehingga harus ada upaya pencegahan yang dilakukan untuk meminimalisir kerugian yang terjadi baik bagi manusia maupun gajah.
Untuk menekan terjadinya Konflik Manusia-Gajah di Bukit Tigapuluh, terdapat 5 ekor gajah yang dipasangi kalung GPS. Keberadaan posisi gajah dapat diketahui melalui sinyal yang dikirimkan oleh GPS. Informasi tersebut digunakan sebagai peringatan dini bagi petani, agar mereka dapat menjaga kebunnya sebelum gajah memasuki kebun.
------------------------------------------------------------------------------------------------
Humans and Sumatran Elephants have coexisted peacefully since thousands of years ago, but now things have changed. This is mainly due to the conversion of natural forests to rubber and palm oil plantations, coal mines, and industrial forests, as is the case in Bukit Tigapuluh. Now, Bukit Tigapuluh’s elephants have to be constantly on the move, scraping for food and finding shelter in what little they have left of their natural habitat. The more they lose their territory, the higher the risk of human – elephant conflict, which may cause casualties on both sides. Are we simply going to sit and watch their extinction and the loss of human lives? Of course not, hence preventive measures must be taken in order to minimize human elephant conflict.
To minimize conflict between humans and elephants in Bukit Tigapuluh, five elephants are fitted with GPS collars. These collars provide information on the elephants’ location at any given time. This information can then be used as an early warning to farmers so that they can take preventive measures to protect their crops before the elephants approach their fields.
------------------------------------------------------------------------------------------------
Produksi: Frankfurt Zoological Society-Indonesia (2014)
Bukit Tigapuluh Landscape Conservation Programme ( / 141202419297777 )
https://sumatra.fzs.org/en/
Terima kasih pada pihak-pihak yang telah memberikan ijin untuk menggunakan video berikut:
Go Pro: Our Orangutan Brethren
• GoPro: Our Orangutan Brethren
Perth Zoo
Elephant Sounds Video 1
Bruce Levick
Ele Babies 2015 Wall Calendar
• Ele Babies 2015 Wall Calendar
Critically Endangered Sumatran Elephants
• Critically Endangered Sumatran Elephants
Newborn Sumatran Elephant
• Видео
Sights and Sounds of ECC Part Two
• Sights and Sounds of ECC Part Two
Bona a Documentary Film
• Bona a Documentary Film
ThePhraortes
Charging bull elephant in musk, Elephant Breeding Centre Khorsor, Chitwan National Park, Nepal
• Charging bull elephant in musk, Elephant B...
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: