Gus Baha Gojlok Dzuriyah Mbah Sahal Mahfudz acara Haul Pati Bahas Ulama Hebat Bukan PBNU vs PKB
Автор: Ilkhas Suharji
Загружено: 2024-09-25
Просмотров: 11574
Описание:
Gus Baha Gojlok Dzuriyah Mbah Sahal Mahfudz acara Haul Pati Bahas Ulama Hebat Bukan PBNU vs PKB
Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Bahauddin Nursalim menjelaskan bahwa salah satu jasa terbesar KH MA Sahal Mahfudh adalah menghidupkan ilmu ushul fiqih di lingkungan pesantren. Jasa terbesar Mbah Sahal itu menghidupkan dan mempertahankan ilmu ushul fiqih. Sekelas kiai saja baca ushul fiqih masih kesulitan, karena memang sangat sulit.
(Gus Baha') dalam mauidhoh hasanah di acara haul KH. Mahfudh Salam, KH. Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh, dan Ibu Nyai Nafisah Sahal di komplek Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen menyampaikan beberapa 'fakta' luar biasa yang menunjukkan 'hirsh' curiosity, grangsang, yang besar dari Kiai Sahal dalam ilmu.
Pertama, beliau mengarang kitab 'Thariqatul Hushul', hasyiyah kitab Lubbul Ushul karya Syaikh Zakariyya Al-Anshari dengan menjadikan kitab 'Nailul Ma'mul' karya Syaikh Mahfudh At-Tarmasi sebagai rujukan utama. Padahal saat itu, kitab 'Nailul Ma'mul' belum dicetak (ghairu mathbu'), jadi beliau harus mencarinya/ pinjam.
Kitab yang beliau pinjam itu dibaca, dipahami, dan dijadikan referensi dalam mensyarahi kitab Lubbul Ushul. Tentu hal ini membutuhkan totalitas ijtihad karena 'memimjam' pasti dibatasi waktu atau tidak enak jika kelamaan mengembalikannya, meskipun yang punya tidak memberikan deadline waktu.
Bisa kita bayangkan bahwa Kiai Sahal setiap saat pasti membaca, membaca, membaca, menulis, menulis, dan menulis, di sela-sela waktu yang beliau curahkan untuk mengaji kepada Kiai Zubair dan mengajar santri-santri yang ada di kamar (gotak)
Kedua, sebelum mengaji, Kiai Sahal muthalaah dulu kitab yang akan dikaji. Misalnya ketika Kiai Sahal mengaji kitab Asybah Wan Nadhair karya Imam Jalaluddin as-Suyuthi kepada Kiai Zubair, maka Kiai Sahal belajar dulu kitab tersebut dengan memberikan tarkib/i'rab bab yang akan dibaca Kiai Zubair. Jika makna dan tarkib/ i'rab plus pemahannya sama dengan Kiai, maka dia sudah 'alim. Jika belum, berarti harus meningkatkan spirit belajarnya.
Ketiga, melengkapi kekurangan yang ada. Menurut Gus Baha', kitab Naulul Ma'mul karya Syaikh Mahfudh at-Tarmasi ini tidak sampai khatam, namun ketika mensyarahi kitab Lubbul Wushul, Kiai Sahal berhasil mengkhatamkannya. Maka, Kiai Sahal mencari kitab lain yang bisa digunakan. Misalnya dalam kitab Thariqatul Wushul ini pada bab tasawwuf, Kiai Sahal mengutip pendapat dari kitab Syarah Risalah al-Qusyairiyah yang merupakan pegangan santri Sarang.
Gus Baha juga menyebut bahwa Mbah Sahal dikenal sebagai ülama ahli Ushul Fiqih dari Kajen, Pati, Jawa Tengah, yang memiliki peran besar dalam menggerakkan Nahdlatul Ulama (NU) Kyal Sahal pernah menduduki posisi tertinggi di organisasi tersebut.
Menurut Gus Baha, Ushul Fiqih adalah ilmu yang sangat sulit, bahkan ia menggambarkan dengan anekdot bahwa "Kial yang mengajar Ushul Fiqih bisa langsung pusing karena kerumitan ilmunya."
Dalam tausiyahnya, Gus Baha memberikan banyak kajian tentang Ushul Fiqih, mulai dari teori hingga contoh yang terjadi di masyarakat. Hal ini. menurutnya, merupakan bentuk penghormatan kepada Kyai Sahal yang sangat mencintai ilmu Ushul Fiqih. Bahkan, Gus Baha meyakini bahwa Kyai Sahal memiliki keinginan agar agama Islam dijaga dengan dua ilmu utama, yaitu Fiqih dan Ushul Fiqih.
Gus Baha menambahkan, kiprah Mbah Sahal dalam mengembangkan ilmu Ushul Fiqih sangat besar. Dalam sejarah, Mbah Sahal telah melahirkan banyak kyai ahli di bidang ini. Dan sanad keilmuan Ushul Fiqih Kyal Sahal, bersambung hingga Syaikh Abu Bakar Syatho.
Mbah Sahal Mahfudz merupakan seorang kyal, santri yang cerdas dan pejuang yang gigih. Lahir pada tanggal 17 Desember 1937 di desa Kajen, Margoyoso, Pati. Mbah Sahal merupakan putra ketiga dari 6 bersaudara dari pasangan KH. Mahfudz bin Abdussalam Al Habib dengan Hj. Badi'ah.
Pada tahun 1968 Mbah Sahal Mahfudz menikah dengan Hj. Nafisah binti Kyai Haji Abdul Fattah Hasyim pengasuh Pesantren Fathimiyah, Tambakberas, Jombang. Beliau dikaruniai seorang putra yaitu Abdul Ghofar Rozin atau kerap disapa dengan Gus Rozin.
Mbah Sahal adalah sosok yang sangat gemar membaca buku, dibuktikan dengan 1800 koleksi buku yang dimilikinya. Tidak hanya buku tentang agama saja namun beliau juga mempelajari hal- hal lain seperti tentang psikologi, ekonomi, problematika-problematika kehidupan hingga novel detektif pun beliau menikmati. KH. Sahal Mahfudz adalah ulama besar di kalangan Jam'iyyah Nahdlatul Ulama. Beliau juga seorang yang pendiam dan kalem. Selain itu, KH. Sahal Mahfudz terkenal dengan julukan kamus berjalan. Dengan demikian, KH. Sahal Mahfudz dapat menjadi teladan bagi kita semua.
#gusbaha
#gusbahaterbaru
#gusbahalive
#livegusbaha
#gusbahalucu
#khbahauddinnursalim
#ngajigusbaha
#ngajinahdlatululama
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: