H-1 Menjelang Penilaian ZONA 7 PANAS NERAKA - Ogoh Ogoh Banjar Bualu Badung 2026
Автор: RASA BALI Official
Загружено: 2026-02-17
Просмотров: 16632
Описание:
ROGA SANGHARA BHUMI
adalah sebuah lontar yang memuat ajaran tentang
pembersihan / penyucian bumi dari segala penyakit dan bencana yang ada di bumi. Roga berarti penyakit atau gering.
Sanghara berarti menarik kembali atau melebur.
Bhumi berarti bumi. Jadi, ROGA SANGHARA BHUMI berarti menetralisir atau melebur penyakit yang ada di bumi.
Menurut lontar Widhi Sastra yang terdapat dalam ROGA SANGHARA BHUMI, masyarakat Hindu di Bali setiap sepuluh tahun sekali melaksanakan upacara Tawur Agung yang disebut dengan Panca Wali Krama. Upacara ini dilaksanakan di Pura Besakih. Dikatakan ini merupakan sabda dan titah dari Bhatara Putranjaya (Hyang Pasupati).
Sebagai konsekuensi apabila upacara itu tidak dilakukan, maka Bhatara Putranjaya akan kembali ke Gunung Mahameru. Dari situ beliau akan menyebarkan segala penyakit atau gering yang mematikan dan dunia dibuat hancur. Adapun makna dan proses upacara Tawur Agung Panca Wali Krama Adalah bertujuan memohon pembersihan atau penyucian bumi dari segala penyakit. Jika upacara Tawur Agung Panca Wali Krama tersebut sudah terlaksana maka disanalah Hyang Pasupati turun ke bumi dengan Pemurtian (keraksasaannya) bergelar Sang Hyang Kala Murtining Jagat. Perawakan yang gagah dengan bersenjatakan sembilan senjata Dewata Nawa Sanga.
Dengan berkepala empat, dalam ajaran Hindu Adalah sebagai konsep "Catur" (empat) merujuk pada semua ajaran catur
yang bertujuan membimbing umat mencapai kehidupan yang seimbang, harmonis jagadhita), beretika dan spiritual. Dalam mitologi Hindu di Bali, Gunung Agung disimbolkan berwujud Bedawang Nala sebagai penopang atau penyangga Gunung Agung. Gunung Agung juga diyakini dijaga oleh dua ekor Naga yaitu Naga Basuki dan Ananta Boga. Naga Basuki sering dikaitkan dengan air dan kemakmuran, sementara Ananta Boga melambangkan unsur bumi dan stabilitas.
Makadari itu kenapa proses upacara tawurnya menghaturkan persembahan berupa jenis jenis hasil bumi dan beberapa satwa yang dipersembahkan kepada para Dewa dan Bhuta Kala.
Tujuan Sang Hyang Kala Murtining Jagat turun ke bumi untuk
menetralisir atau melebur segala penyakit yang ada di bumi,
menghanyutkan penderitaan masyarakat, menghilangkan pape klesa dan kerusakan alam. Kepercayaan masyarakat Bali bahwa dalam kurun waktu sepuluh tahun sudah dapat dipastikan daerah Bali dan juga daerah lainnya telah terjadi kekotoran. Setidak - tidaknya kekotoran pikiran manusia (manacika), perkataan (wacika), dan perbuatan (kayika), yang menyebabkan bumi kotor (cemer ikang bhuwana). Melalui upacara Tawur Agung Panca Wali Krama diharapkan Bumi menjadi bersih (kaparisudha). Demikian pula para Bhutakala dapat dinetralisir sehingga tercipta kedamaian di bumi (sutrepti ikang rat). Penjabaran Wujud Ogoh - Ogoh
Sang Hyang Kala Murtining Jagat bersenjatakan Sembilan senjata Dewata Nawa Sanga. Berkepala 4. Dalam ajaran Hindu Adalah sebagai konsep "Catur" (empat) merujuk pada semua ajaran catur yang bertujuan membimbing umat mencapai kehidupan yang seimbang, harmonis (jagadhita), beretika dan spiritual. Dengan dibawahnya berupa Bedawang Nala sebagai simbol Gunung Agung.
Dililit oleh dua Naga yang bernama Naga Basuki dan Naga Ananta Boga sebagai simbol Penjaga Gunung Agung.
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: