Kolaborasi Polinema dengan PT Telkomsat 2025 untuk Pengembangan Sistem Pemetaan Satelit
Автор: Rosa Andrie
Загружено: 2025-12-30
Просмотров: 3
Описание: Kolaborasi Polinema dengan PT Telkomsat 2025 untuk Pengembangan Sistem Pemetaan Satelit Coverage Network Area. Salah satu elemen krusial dalam penyediaan layanan internet satelit adalah pemetaan coverage area atau wilayah cakupan sinyal. Optimasi distribusi sinyal satelit tidak hanya menentukan seberapa luas wilayah yang dapat dilayani, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap efisiensi penggunaan kapasitas satelit dan investasi infrastruktur. Studi menunjukkan bahwa penyelarasan antara lokasi pengguna dan cakupan sinyal dapat meningkatkan efisiensi layanan hingga 45% dan mengurangi latency sebesar 30%. Sebaliknya, distribusi coverage yang tidak sesuai dengan sebaran pengguna dapat menyebabkan pemborosan kapasitas satelit hingga 28% dan peningkatan biaya operasional sebesar 35%. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa, banyak perusahaan penyedia layanan internet satelit masih menghadapi kendala dalam proses pemetaan coverage area. Berdasarkan studi Sugadev & Bhuvaneshwaren, sekitar 72% operator satelit masih menggunakan proses pemetaan manual atau semi-otomatis, yang cenderung lambat, tidak efisien, dan rentan terhadap kesalahan. Keterlambatan pembaruan data hingga 48 jam serta tingkat kesalahan mencapai 25% dapat berdampak langsung pada kualitas layanan. Pengamatan langsung di salah satu perusahaan telekomunikasi satelit menunjukkan bahwa proses pemetaan coverage area saat ini dilakukan menggunakan aplikasi Google Earth Pro untuk plotting koordinat dan Microsoft Excel untuk pengolahan data. Proses ini baru dilakukan saat ada permintaan dari klien, sehingga bersifat reaktif dan sangat tergantung pada keterlibatan tenaga kerja manual. Dalam satu kali proses, lebih dari 1700 data pengguna dipetakan oleh empat orang dalam waktu sekitar satu minggu, dengan tingkat akurasi yang belum sempurna. Sistem ini dirancang untuk mengotomatisasi proses klasifikasi lokasi pengguna ke dalam coverage area menggunakan pendekatan spasial, termasuk algoritma point in-polygon dan perhitungan jarak Haversine. Akurasi klasifikasi lokasi meningkat sebesar 13,6% dibandingkan metode sebelumnya. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam otomatisasi pemetaan coverage area dan kontribusi akademis dalam pengembangan sistem pemetaan spasial.
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: