PTB Maros: Destinasi Wisata Kuliner Andalan dengan Pemandangan Kolam
Автор: Tribun Timur Viral
Загружено: 2026-02-20
Просмотров: 9
Описание:
#tribuntimur #tribunviral #ptbmaros #destinasiwisata #favoritewarga #maros
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUNMAROS.COM, MAROS — Jika berkunjung ke Kabupaten Maros, jangan lupa menyempatkan diri singgah di kawasan kuliner Pantai Tak Berombak atau yang akrab disebut PTB.
Menjelang senja, tempat ini perlahan berubah wajah.
Dari yang semula tenang, kawasan itu mendadak hidup oleh suara tawa pengunjung, denting sendok, serta deru blender para pedagang jus.
PTB dibangun pada periode pertama pemerintahan Bupati Maros Hatta Rahman sekitar tahun 2010.
Lokasinya terbilang strategis karena berada di Jalan Topas, berdampingan langsung dengan kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Maros.
Di seberangnya, berdiri Masjid Al-Markaz Al Islami yang menjadi salah satu ikon religius Kabupaten Maros.
Keramaian PTB biasanya mulai terasa sekitar pukul 17.00 Wita hingga tengah malam.
Saat matahari mulai turun, para pedagang satu per satu membuka lapak dan menyalakan lampu kecil di sekitar meja dagangan.
Di atasnya ada kerlap-kerlip lampu kecil menerangi siapapun yang datang, sendirian mau pun bergerombol.
Salah satu keunikan PTB adalah keberadaan kolam air yang membentang di tengah area kuliner.
Kolam ini seolah menjadi pusat aktivitas kawasan.
Pada siang hari, sebelum pedagang berjualan, warga kerap memanfaatkan tepi kolam untuk memancing.
Di bagian depan kolam, terdapat taman kota yang dilengkapi panggung serta gazebo kecil untuk bersantai.
Pada akhir pekan, taman ini sering menjadi lokasi senam ibu-ibu yang memadati area sejak pagi.
Sementara itu, sisi kiri dan kanan kolam menjadi wilayah kekuasaan para pedagang.
Sekitar 50 pelaku UMKM berjejer menjajakan berbagai menu.
Mulai dari aneka minuman segar, camilan ringan, hingga makanan berat seperti ayam geprek dan sate Madura tersedia di sini.
Harga yang ditawarkan pun ramah di kantong.
Pengunjung bisa menikmati minuman atau makanan ringan mulai dari sekitar Rp10 ribu.
Sebagai bentuk pelayanan, pedagang juga menyediakan kursi di tepi kolam lengkap dengan payung, sehingga pengunjung tetap nyaman meski hujan turun.
Saat malam semakin larut, lampu-lampu kecil di sepanjang area kuliner menyala hangat.
Pantulannya di permukaan kolam menciptakan suasana yang sederhana namun menenangkan.
Di salah satu sudut, pedagang bernama Ansar tampak sibuk meracik pesanan.
Tangannya lincah menuang jus alpukat, lalu beralih mengaduk sarabba panas dalam gelas plastik.
Ia sudah berjualan di lokasi itu sejak awal 2010, saat kawasan PTB baru dibuka untuk umum.
“Dulu masih sepi sekali, belum seperti sekarang,” kenangnya.
Lapaknya menjual beragam minuman, mulai dari jus alpukat, jeruk, dan buah naga, hingga kopi dan minuman tradisional sarabba.
Ansar menyebut, ada dua menu yang paling diburu pembeli.
“Yang paling laku sarabba sama es jeruk,” ujarnya sambil tersenyum.
Setiap hari, ia mulai membuka lapak sekitar pukul 16.00 Wita dan baru menutupnya menjelang tengah malam.
Harga dagangannya terbilang ramah di kantong.
Gorengan dijual Rp5 ribu untuk empat potong, sedangkan aneka jus sekitar Rp25 ribu per gelas.
Hasil jualan itulah yang menopang kebutuhan sehari-hari keluarganya.
Saat ramai, Ansar bisa membawa pulang omzet hingga Rp500 ribu dalam semalam.
Namun jika pengunjung sepi, pendapatannya turun menjadi sekitar Rp200 ribu.
"Paling ramai biasanya terjadi pada malam minggu, malam tahun baru, dan malam takbiran," sebutnya
Salah satu pengunjung, Asty Utami mengaku cukup sering datang ke PTB, terutama setelah pulang kerja.
“Biasanya kalau pulang kerja, singgah nongkrong di sini sama teman,” katanya.
Bagi Asty, suasana PTB terasa hidup namun tetap santai.
Keramaian pengunjung justru menjadi daya tarik tersendiri.
Ia juga menyukai harga makanan dan minuman yang terjangkau.
“Enak di sini, ramai tapi nyaman. Saya paling suka jus alpukat sama camilan seperti pisang goreng atau kentang,” sebutnya.
Sumber foto: Nurul
Caption: PTB MAROS - Suasana PTB Maros, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros. PTB dibangun pada periode pertama pemerintahan Bupati Maros Hatta Rahman sekitar tahun 2010.
Reporter: Nurul Hidayah
Naskah: Rasni Gani
Supporting: Nurul Muhlisa (Mhs Magang UINAM)
Editor: Nurul Muhlisa (Mhs Magang UINAM)/Sanovra J.R
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: