Indonesia Bisa Krisis! Perang Israel-AS Lawan Iran Picu Lonjakan Harga BBM Dan Bahan Pokok
Автор: TribunJakarta Official
Загружено: 2026-03-01
Просмотров: 50493
Описание:
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUNJAKARTA.COM - Perang Israel-Amerika Serikat (AS) vs Iran memberikan dampak negatif ke sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Dampak yang dirasakan masyarakat Indonesia yaitu potensi kenaikan harga barang impor, melonjaknya harga bahan bakar minyak (BBM), hingga akhirnya harga bahan pokok menjadi makin mahal.
Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan, memanasnya tensi di Timur Tengah imbas serangan Israel-AS ke Iran memicu kenaikan harga energi.
"Harga minyak Brent sudah menyentuh US$ 73 per barel dari yang sebelumnya sempat di US$ 65 per barel di awal Februari. Bisa jadi harga minyak global akan menyentuh US$ 120 per barel sama seperti ketika Rusia melakukan invasi ke Ukraina,” tutur Nailul dikutip dari Kontan, Senin (2/3/2026).
Menurutnya, ditutupnya Selat Hormuz dapat mengurangi pasokan minyak global secara signifikan, karena sekitar 20 persen sampai 30 persen perdagangan minyak mentah global melewati jalur tersebut.
“Berkurangnya pasokan minyak otomatis menaikkan harga minyak mentah dunia,” kata Nailul.
Selat Hormuz menjadi salah satu jalur pelayaran tersibuk dan paling strategis bagi perdagangan energi dan barang global, telah ditutup dan kapal-kapal komersial dilarang mendekat.
Penutupan jalur ini otomatis menghambat arus kapal dagang yang membawa barang dan komoditas, sehingga kelancaran distribusi barang impor dan ekspor Indonesia berpotensi terganggu dalam waktu dekat.
Selain itu, potensi keterlibatan kelompok Houthi di Laut Merah juga membuka risiko gangguan di Bab el-Mandab.
Jika jalur itu terganggu, arus perdagangan yang melewati Terusan Suez dan Mesir terancam tersendat. Kapal-kapal terpaksa memutar lewat Afrika, memicu kenaikan ongkos logistik global dan harga barang.
Oleh sebab itu, Nailul mengingatkan lonjakan harga minyak akan membebani fiskal.
Kenaikan harga minyak mentah dan barang impor akan memperbesar subsidi energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM).
“Anggaran kita akan jebol apabila tidak ada realokasi anggaran ke subsidi BBM,” kata dia.
Nailul pesimistis, pemerintah bisa mengandalkan penerimaan negara di tengah ketidakpastian global.
Opsi penambahan utang dinilai tidak mudah, mengingat lembaga pemeringkat seperti Moody’s dan S&P sebelumnya menyoroti kualitas pengelolaan fiskal Indonesia.
Ia pun menyebut, kenaikan harga energi akan mendorong biaya freight dan premi asuransi yang dampaknya akan ke pelaku usaha berorientasi ekspor maupun yang bergantung pada bahan baku impor menghadapi risiko berlapis.
“Harga impor akan naik dan bisa menyebabkan imported inflation,” katanya.
Hal senada juga disampaikan, Founder dan CEO Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi.
Ia menyebut, kenaikan harga minyak akibat potensi gangguan Selat Hormuz akan memengaruhi harga solar domestik, komponen utama biaya operasional transportasi darat.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dampak ke Masyarakat Indonesia Adanya Perang Israel-Amerika Vs Iran, https://www.tribunnews.com/bisnis/779....
Editor: Seno Tri Sulistiyono
Editor Video : Ilham Bintang Anugerah
Jangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:
YouTube: / @tribunjakarta
Facebook: https://www.facebook.com/profile.php?...
Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...
TikTok: https://www.tiktok.com/@tribun.jakart...
Instagram: / tribunjakarta
#viory
#PerangIsraelIran
#PerangASIran
#DampakPerang
#EkonomiIndonesia
#HargaBBM
#HargaPangan
#SelatHormuz
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: