Metafisika Timur dan Logika Modern
Автор: Martin Suryajaya
Загружено: 2020-10-06
Просмотров: 46950
Описание:
Filsafat Timur sering dikontraskan dengan sains dan teknologi modern. Di video ini, saya akan menunjukkan bahwa pandangan metafisika India dari abad ke-2 M ditemukan lagi secara tidak sengaja dalam kajian logika abad ke-20. Seorang pertapa bernama Nāgārjuna (150-250 M) menggagas sebuah konsepsi bernama Madhyamaka yang mempengaruhi perkembangan filsafat Buddhisme hingga filsafat Zen. Menolak pandangan kaum Abidharma yang percaya bahwa segalanya memiliki kodrat inheren, Nagarjuna menunjukkan bahwa segala sesuatunya adalah sunyata, kekosongan, tidak memiliki kodrat. Hakikat segala sesuatu adalah "catuskoti": (1) ada, (2) tiada, (3) ada dan tiada, (4) tidak ada dan tidak tiada. Nyatanya, catuskoti ini ditemukan berlaku dalam kajian logika matematika oleh Nuel Belnap pada 1976, yaitu dalam sistem logika First Degree Entailment (FDE) yang berguna sebagai logika pemrograman untuk menangani informasi yang tidak konsisten dan asimetris. Gagasan turunan dari Catuskoti adalah bahwa segala sesuatunya tidak memiliki hakikat bawaan dan yang ada hanyalah relasi antar sembarang objek tanpa sifat. Gagasan ini pada era 2000-an ditemukan kembali secara indpenden oleh suatu pendekatan dalam filsafat ilmu yang disebut realisme struktural. Ini seperti membuktikan sebuah semboyan: setiap pandangan filsafat tidak pernah salah, hanya alasan bagi kebenarannya saja yang belum ditemukan.
#filsafat #sastra #budaya #filsafattimur #logikamodern
--------------------------------------------------
Website: https://www.martinsuryajaya.com
Instagram: / martinsuryajaya
Facebook: / martin.suryajaya
Goodreads: / 4400055.martin_suryajaya
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: