Ketika Agen CIA Ditangkap TNI, Kronologi Tertembaknya Allen Pope, Pemberontakan Permesta
Автор: HISTORY LOVERS
Загружено: 2025-12-24
Просмотров: 49498
Описание:
Selama tahun 1957, pihak Amerika meningkatkan perhatian bahwa Indonesia akan sangat rapuh di bawah komunisme akibat meningkatnya pengaruh Partai Komunis Indonesia (PKI).Kemudian pada awal tahun 1958, Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA atau Central Intelligence Agency) mulai mengembangkan jaringan dukungan misi rahasia kepada Permesta (dan PRRI). Pertemuan antara CIA dengan Sumual dan juga Nun Pantouw, yang ditugaskan oleh Sumual untuk mengelola barter kopra yang dikirim langsung dari Sulawesi ke luar negeri, terjadi beberapa kali di Singapura dan Manila. Setelah mendengar tentang serangan AURI di Manado, Sumual bergegas untuk pulang ke Manado bersama Pantouw. Mereka berencana menumpang sebuah pesawat charteran Consolidated PBY Catalina. Sumual kemudian mengetahui bahwa CIA ingin ikutserta dalam usaha mereka dan memberi bantuan setelah Sumual disambut di depan pesawat charteran oleh Brigjen Pelagio Cruz yang adalah direktur koordinasi inteligen nasional untuk Filipina. Ia mengatakan bahwa muatan di belakang pesawat adalah "niat baik dari Amerika". Niat baik tersebut berupa enam senapan mesin berat yang menggunakan peluru kaliber.
Kemudian pengiriman persenjataan yang dilakukan lewat laut berupa senjata ringan, granat tangan, amunisi, dan senjata multikru. Namun dukungan CIA yang lebih besar terlihat dengan pengiriman pesawat-pesawat yang membentuk angkatan udara Permesta dinamakan Angkatan Udara Revolusioner (AUREV). Pesawat-pesawat yang dikirim adalah 15 buah pesawat bomber Douglas A-26 Invader dan pesawat petarung North American P-51 Mustang.Tidak hanya pesawat saja yang dikirim, tapi juga pilot, mekanik, persenjataan pesawat, dan suku-suku cadang.
Persenjataan juga datang dari Taiwan, tapi bedanya Permesta harus membayar untuk mendapatkan persenjataan tersebut. Kiriman pertama berupa 100 buah senapan dan tiga buah senapan non elastis M20 yang didatangkan dengan pesawat PBY Catalina. Kemudian Taiwan mengirim sebuah kapal yang berisi persenjataan yang bisa digunakan oleh prajurit sebanyak beberapa batalyon, senjata lapangan, dan senjata anti pesawat. Selain itu juga, persetujuan dengan Taiwan termasuk dua buah pesawat transport Beech C-45 dengan disertai tiga pilot sewaan.
#historylovers #indonesia #allenpope
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: