🔴Negosiasi Oman Dimulai! Iran Minta Kedudukan Setara ke Amerika Serikat, Rusia Tegas Bekingi Teheran
Автор: Tribunnews
Загружено: 2026-02-06
Просмотров: 8052
Описание:
Baca Selengkapnya di https://video.tribunnews.com/view/910...
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Pertemuan antara Amerika Serikat dan Iran resmi dimulai di Muscat, Oman, (6/2/2026).
Perundingan ini menjadi kontak tingkat tinggi terbaru di tengah ketegangan yang masih membayangi hubungan kedua negara.
Delegasi Amerika Serikat dipimpin utusan Presiden Donald Trump, Steve Witkoff.
Sementara Iran diwakili Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
Menjelang pertemuan, Araghchi menyampaikan Iran memasuki jalur diplomasi dengan kewaspadaan penuh.
Ia menegaskan negaranya tetap beritikad baik namun tidak melupakan pengalaman masa lalu.
Araghchi juga menyampaikan perundingan harus dijalankan dengan prinsip saling menghormati.
Ia menilai kedudukan setara dan hasil yang saling menguntungkan menjadi syarat utama kesepakatan jangka panjang.
Di sisi lain, Amerika Serikat disebut ingin melihat peluang kemajuan diplomatik terkait isu nuklir Iran dan persoalan regional lainnya.
Namun Washington juga dikabarkan tidak menutup opsi tindakan militer.
Pertemuan ini menjadi yang pertama sejak Amerika Serikat terlibat dalam konflik kawasan pada Juni lalu melalui serangan terhadap situs yang dikaitkan dengan program nuklir Iran.
Situasi perundingan disebut berlangsung dalam suasana tegang.
Para diplomat berupaya mencari titik temu di tengah posisi militer kedua pihak yang tetap siaga.
Agenda pembahasan mencakup upaya meredakan eskalasi, isu program nuklir, serta jaminan keamanan maritim.
Sementara itu, Rusia menyatakan negaranya tak akan tinggal diam jika Iran menghadapi konflik langsung dengan AS.
Moskow menegaskan bahwa Iran merupakan mitra dekat dan negara tetangganya.
Hal itu disampaikan Menlu Rusia Sergei Lavrov pada Kamis (5/2).
Ia menegaskan tidak akan membiarkan Iran perang sendirian melawan AS.
Moskow menilai ketegangan AS dan Iran seperti bom waktu.
Bahkan bom waktu itu dapat memicu instabilitas besar di kawasan Timur Tengah.
Oleh sebab itu, Lavrov menyebut Rusia tidak akan bersikap acuh. (Tribun-Video.com/Thalia Iza)
Program: Hot Topic
Editor Video: Difa Isnaeni Azizah
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: