ycliper

Популярное

Музыка Кино и Анимация Автомобили Животные Спорт Путешествия Игры Юмор

Интересные видео

2025 Сериалы Трейлеры Новости Как сделать Видеоуроки Diy своими руками

Топ запросов

смотреть а4 schoolboy runaway турецкий сериал смотреть мультфильмы эдисон
Скачать

Explain: Mengapa Food Estate Keliru untuk Memenuhi Swasembada Pangan?

Автор: Tempodotco

Загружено: 2024-11-15

Просмотров: 40565

Описание: Dalam kunjungan perdananya, Presiden Prabowo Subianto mengunjungi proyek lumbung pangan atau food estate di Kampung Telagasari, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Dalam kunjungannya pada Ahad pagi, 3 November itu, ia menyatakan program food estate akan menjadi penopang dalam mencapai target swasembada pangan. 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membeberkan program food estate yang akan dijalankan berupa cetak sawah baru. Rencananya, total 3 juta hektare lahan sawah akan dicetak pada 2025-2027. Khusus di Kabupaten Merauke, akan dibuka lahan hingga 1 juta hektare pada 2025. Pada tahap awal, akan dilakukan demonstration plot di Kawasan Sentra Produksi Pangan seluas 20 hektare di Distrik Wanam sebagai model. 

Risiko pemborosan anggaran menjadi sorotan sejumlah ekonom. Direktur Next, Yusuf Wibisono menilai anggaran besar untuk cetak sawah baru akan jauh lebih bermanfaat bila digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan petani secara langsung, terutama petani padi di Jawa.

Dengan mempertahankan sawah dan pertanian skala kecil di Jawa, ketahanan pangan nasional akan lebih terjamin. Terlebih apabila dilakukan melalui pengembangan usaha pertanian pangan berbasis keluarga (family farming). Akses penduduk ke pangan segar yang terjangkau juga akan meningkat melalui lumbung pangan lokal. Langkah itu pun dapat menurunkan kesenjangan dan menanggulangi kemiskinan.

Sedangkan pencetakan sawah di luar Pulau Jawa, termasuk Merauke, Yusuf menilai risiko kegagalannya sangat tinggi. Sebab, kesuburan tanah dan kultur pertaniannya jauh berbeda dengan lahan di Jawa yang subur dan cocok untuk tanaman pangan. 

Yusuf menekankan produksi tanaman pangan membutuhkan prasyarat yang jauh lebih ketat dibandingkan tanaman non pangan. Lahan yang digarap harus subur dengan iklim yang sesuai, memiliki ketersediaan sumber air yang memadai, serta kontur tanah yang relatif datar. 

Sedangkan lahan pencetakan sawah baru di luar Jawa umumnya tanah berpasir, lahan gambut dan rawa, yang secara alamiah tidak cocok untuk padi. "Imbasnya, membutuhkan investasi yang mahal dan dengan tingkat kegagalan panen yang tinggi," ujar Yusuf. 

Risiko kegagalan proyek food estate juga diyakini oleh Guru Besar Fakultas Pertanian Institute Pertanian Bogor, Dwi Andrea Santosa. Selain soal modal yang besar, proyek pembukaan lahan skala besar untuk pertanian juga bakal menimbulkan masalah tenaga kerja. 

Jika satu orang menggarap 1 hektare saja, Dwi memperkirakan setidaknya 1 juta orang perlu didatangkan dari luar Merauke. “Tapi petani yang berpengalaman dan dibantu mekanisasi di Jawa bisa mengerjakan 1 hektare sendiri saja itu sudah super-luar biasa,” ujarnya. 

Karena itu, Dwi mempertanyakan kesiapan pemerintah menyiapkan petani yang mampu menggarap lahan food estate Merauke. Apalagi risiko konflik sosial seusai kedatangan gelombang pekerja ini sangat besar. 

Dwi berpandangan sebaiknya pemerintah mengedepankan pengembangan lahan pertanian skala kecil ketimbang membuka lahan baru dengan di luar Jawa untuk mencapai swasembada pangan. Misalnya lewat program transmigrasi, pemerintah bisa memberi satu keluarga lahan 10 hektare untuk diolah. Jika tetap berencana mengelola lahan skala besar, ia menyarankan pemanfaatan lahan bekas gambut peninggalan Presiden Soeharto yang terbengkalai. 

Selain masalah lahan dan tenaga kerja, minimnya infrastruktur penunjang membuat proyek food estate semakin rentan gagal. Peneliti pertanian Center of Reform on Economics Indonesia, Eliza Mardian mengungkapkan banyak lokasi food estate, termasuk di Merauke, tidak memiliki irigasi yang memadai.

Akibatnya, petani kekurangan air karena tidak ada cadangan atau reservoir untuk irigasi. Sementara saat musim hujan, sawah-sawah mereka rentan kebanjiran karena lahan tersebut dulunya hutan yang berfungsi sebagai daerah resapan air. Agar tidak merugikan keuangan negara, Eliza berharap pemerintah kali ini mengedepankan AMDAL yang koperhensif. Sehingga bisa dipastikan penilaian yang mendalam terkait dampak lingkungan dan ekonominya sebelum program itu terlanjur digarap. 




Video: youtube/Sekretariat Presiden, Youtube/Kementerian Pertanian
Editor: Ridian Eka Saputra

Не удается загрузить Youtube-плеер. Проверьте блокировку Youtube в вашей сети.
Повторяем попытку...
Explain: Mengapa Food Estate Keliru untuk Memenuhi Swasembada Pangan?

Поделиться в:

Доступные форматы для скачивания:

Скачать видео

  • Информация по загрузке:

Скачать аудио

Похожие видео

FOOL ESTATE - Dilema Cita-Cita Ketahanan Pangan Indonesia (Dokumenter)

FOOL ESTATE - Dilema Cita-Cita Ketahanan Pangan Indonesia (Dokumenter)

Dari Cetak Sawah Prabowo ke Kebun Tebu Jokowi di Papua | Dines Lingkungan Eps #4

Dari Cetak Sawah Prabowo ke Kebun Tebu Jokowi di Papua | Dines Lingkungan Eps #4

RAHASIA SUKSES..!! TANAM CABE DARI  AWAL HINGGA PANEN

RAHASIA SUKSES..!! TANAM CABE DARI AWAL HINGGA PANEN

KELANA PRASARANA EPS 4 OPTIMASI LAHAN RAWA DI MERAUKE

KELANA PRASARANA EPS 4 OPTIMASI LAHAN RAWA DI MERAUKE

Menengok Dampak Proyek Food Estate di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara | Dines Lingkungan Eps #7

Menengok Dampak Proyek Food Estate di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara | Dines Lingkungan Eps #7

Di Balik Lumbung Pangan

Di Balik Lumbung Pangan

Perjalanan ke Lahan Proyek Cetak Sawah di Tanah Papua | Dines LingKungan Eps #1

Perjalanan ke Lahan Proyek Cetak Sawah di Tanah Papua | Dines LingKungan Eps #1

Benih Pertanian, Produk Inovasi Anak Negeri

Benih Pertanian, Produk Inovasi Anak Negeri

Food Estate: Hutan habis, ribuan hektare kebun dan sawah gagal panen - BBC News Indonesia

Food Estate: Hutan habis, ribuan hektare kebun dan sawah gagal panen - BBC News Indonesia

Datang ke Lokasi Pembukaan Lahan Megaproyek Food Estate di Papua | Dines LingKungan Eps #2

Datang ke Lokasi Pembukaan Lahan Megaproyek Food Estate di Papua | Dines LingKungan Eps #2

Optimasi Lahan Rawa di Ujung Timur Indonesia: Kunci Menuju Ketahanan Pangan Nasional

Optimasi Lahan Rawa di Ujung Timur Indonesia: Kunci Menuju Ketahanan Pangan Nasional

Jejak Luhut Pandjaitan di Ekspansi Proyek Food Estate Sumatera Utara | Dines Lingkungan Eps #6

Jejak Luhut Pandjaitan di Ekspansi Proyek Food Estate Sumatera Utara | Dines Lingkungan Eps #6

Ubah Tanah Tak Terpakai Penuh Ular Jadi Kebun Swasembada Pangan Keluarga!

Ubah Tanah Tak Terpakai Penuh Ular Jadi Kebun Swasembada Pangan Keluarga!

Yang Tidak Dikatakan Jokowi soal Deforestasi Terencana di Tanah Papua | Buka Data

Yang Tidak Dikatakan Jokowi soal Deforestasi Terencana di Tanah Papua | Buka Data

Food Estate Sumatra Utara: 'Ini lumbung pangan untuk siapa?' - BBC News Indonesia

Food Estate Sumatra Utara: 'Ini lumbung pangan untuk siapa?' - BBC News Indonesia

Stop Impor Pangan 2025: Jalan Cepat Menuju Swasembada Pangan? | LIPSUS

Stop Impor Pangan 2025: Jalan Cepat Menuju Swasembada Pangan? | LIPSUS

Mencari Sumber Mata Air yang Terancam Food Estate di Sumatera Utara | Dines Lingkungan Eps #8

Mencari Sumber Mata Air yang Terancam Food Estate di Sumatera Utara | Dines Lingkungan Eps #8

[FULL] Program Lumbung Pangan Ini Berpihak ke Siapa? | BERKAS KOMPAS

[FULL] Program Lumbung Pangan Ini Berpihak ke Siapa? | BERKAS KOMPAS

Food Estate Merauke: Militer dilibatkan, masyarakat adat 'ketakutan' – BBC News Indonesia

Food Estate Merauke: Militer dilibatkan, masyarakat adat 'ketakutan' – BBC News Indonesia

Sosok Pekan Ini: Mewujudkan Swasembada Pangan | AKIP tvOne

Sosok Pekan Ini: Mewujudkan Swasembada Pangan | AKIP tvOne

© 2025 ycliper. Все права защищены.



  • Контакты
  • О нас
  • Политика конфиденциальности



Контакты для правообладателей: [email protected]