Kritikus atau Negarawan? Di Mana Batas Idealisme dan Pragmatisme Kekuasaan
Автор: 🥇 Sorot Publik
Загружено: 2025-12-27
Просмотров: 1100
Описание:
Sumber ini menyajikan dialog antara Mahfud MD dan Rocky Gerung yang membahas tentang persahabatan intelektual mereka yang telah terjalin lama meskipun sering berbeda pandangan politik. Mereka menekankan pentingnya akal sehat dan nilai-nilai sipil sebagai fondasi dalam menjaga demokrasi di Indonesia agar tidak terjebak dalam praktik demagogi atau militerisme terselubung. Rocky memberikan kritik terhadap pemerintahan Prabowo Subianto, terutama terkait pengangkatan figur yang dianggap antidemokrasi, sembari tetap menghargai integritas akademik Mahfud. Keduanya juga mengenang sosok Gus Dur sebagai pemimpin yang otentik dan mampu mengelola perbedaan melalui inklusivitas serta humor. Diskusi ini menggarisbawahi bahwa perdebatan argumen yang tajam merupakan elemen esensial untuk mencegah kemunduran konstitusi dan menjaga stabilitas negara.
========
Nilai-nilai sipil dan intelektualitas berperan sebagai fondasi utama dalam menjaga stabilitas demokrasi dari ancaman demagogi melalui beberapa cara yang saling berkaitan menurut para narasumber dalam sumber tersebut:
1. Supremasi Nilai Sipil di Atas Identitas Pemimpin
Dalam demokrasi, yang harus diutamakan bukanlah latar belakang seseorang (apakah dia sipil atau militer), melainkan supremasi nilai-nilai sipil (supremacy of civilian value). Nilai-nilai ini mengharuskan setiap pemimpin, terlepas dari latar belakangnya, untuk tunduk pada prinsip demokrasi dan koridor konstitusi. Sebagai contoh, nilai sipil ini tercermin dalam kepemimpinan yang menghargai proses konstitusional dan deliberatif, di mana setiap kebijakan didiskusikan secara mendalam berdasarkan aturan hukum yang berlaku.
2. Intelektualitas sebagai Penuntun Politik
Sumber menyebutkan bahwa Indonesia didirikan oleh energi intelektual dari para pendiri bangsa (founding parents) yang berdebat untuk menghasilkan ide republik. Untuk menjaga stabilitas, politik harus dikembalikan pada basis intelektualnya, bukan sekadar kepentingan praktis. Prinsip utamanya adalah:
• Etikabilitas dan Intelektualitas: Seorang pemimpin seharusnya lulus uji etika dan intelektualitas terlebih dahulu sebelum diuji elektabilitasnya.
• Kekuatan Argumen: Demokrasi yang stabil membutuhkan force of the better argument (kekuatan argumen yang lebih baik) untuk melawan politik yang hanya berdasarkan sentimen semata.
3. Melawan Demagogi dengan Akal Sehat
Demagogi dijelaskan sebagai praktik pemimpin yang pandai berjanji namun tidak memahami substansi atau tidak mau menerima fakta dan analisis intelektual demi keuntungan politik. Nilai intelektualitas menjaga stabilitas dengan cara:
• Menggunakan Akal Sehat (Common Sense): Akal sehat berfungsi sebagai reaksi intuisi untuk mendeteksi potensi penyalahgunaan kekuasaan dan menjaga agar aturan elemen demokrasi tetap dipatuhi, seperti sirkulasi elit yang teratur.
• Menghindari Kedunguan: Melalui perdebatan intelektual, masyarakat dan pemerintah diajak untuk berpikir logis dan sadar akan tantangan yang dihadapi, sehingga tidak bertindak serampangan.
4. Demokrasi Deliberatif dan Peran Masyarakat Sipil
Stabilitas terjaga ketika terjadi dialog yang terus-menerus antara kekuasaan dan masyarakat sipil.
• Oposisi Intelektual: Kehadiran sosok intelektual di dalam pemerintahan yang tetap berpijak pada nilai masyarakat sipil dapat menjadi pengendali dari dalam (indoor opposition) untuk memastikan konstitusi tetap terjaga.
• Manajemen Perbedaan: Mengikuti warisan pemikiran Gus Dur, intelektualitas mengajarkan bahwa politik adalah cara untuk mengelola perbedaan, bukan menghilangkannya demi persatuan yang bersifat militeristik.
Secara keseluruhan, intelektualitas dan nilai sipil berfungsi sebagai perangkat lunak (software) yang menuntun kemarahan atau kegelisahan publik agar tidak berubah menjadi brutalisme, melainkan menjadi gerakan yang memiliki arah ideologis yang jelas demi kepentingan republik.
Sebagai analogi, jika demokrasi adalah sebuah kapal, maka intelektualitas adalah kompas yang menunjukkan arah kebenaran, sementara nilai-nilai sipil adalah jangkar yang memastikan kapal tersebut tidak terseret arus otoritarianisme atau amukan ombak demagogi yang menyesatkan.
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: