Indonesia Pengaruh Ekonominya Makin Kuat di Kawasan Uni Eurasia
Автор: KIKY KHOTO
Загружено: 2026-02-08
Просмотров: 3652
Описание:
#indonesia #malaysia #bahasaindonesia
=========================================
Untuk promosi, kerjasama dan penggunaan dengan tujuan komersial, silahkan hubungi kontak berikut:
Instagram : www.instagram.com/rezky.anadra
whatsapp :https://bit.ly/KIKYKHOTO
=========================================
Suka dengan konten KIKY KHOTO? Anda bisa mentraktir tim kreatif kami melalui QRIS berikut:
https://bit.ly/Traktir_KIKY_KHOTO
Hola guys..
Kali ini gw pengen ngajak kalian buat bahas suatu topik yang lumayan seru dan asik. Topiknya adalah Indonesia Pengaruh Ekonominya Makin Kuat di Kawasan Uni Eurasia.
Langkah Indonesia untuk menjangkau pasar-pasar non-tradisional akhirnya menemukan momentum besarnya melalui penandatanganan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement atau Indonesia-EAEU FTA.
Prosesi yang berlangsung di Jakarta pada Rabu, 24 Desember 2025 ini mempertemukan Menteri Perdagangan Budi Santoso dengan Menteri Perdagangan Komisi Ekonomi Eurasia, Andrey Slepnev. Kesepakatan ini membuka pintu bagi produk-produk nasional untuk bersaing di lima negara sekaligus, mencakup Rusia, Armenia, Belarusia, Kazakhstan, dan Kirgizstan, dengan kerangka hukum yang jauh lebih pasti dan transparan.
Sebagai informasi, Perdagangan Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia Uni Ekonomi Eurasia terdiri atas Armenia, Belarusia, Kazakhstan, Kirgizstan, dan Rusia. Kawasan ini merupakan tujuan ekspor ke-24 sekaligus asal impor ke-15 bagi Indonesia. Bagi Uni Ekonomi Eurasia, Indonesia menempati posisi strategis sebagai mitra dagang terbesar ketiga di kawasan ASEAN setelah Vietnam dan Singapura.
Pada 2024, total perdagangan Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia tercatat sebesar USD 4,52 miliar dengan nilai ekspor Indonesia ke kawasan tersebut mencapai US$1,89 miliar dan impor Indonesia dari kawasan tersebut sebesar US$2,63 miliar.
Ekspor utama Indonesia ke Uni Ekonomi Eurasia meliputi minyak kelapa sawit dan produk turunannya, korundum buatan, aluminium oksida dan aluminium hidroksida, serta komoditas perkebunan seperti kopra, kopi, dan kakao.
Sementara itu, impor Indonesia dari Uni Ekonomi Eurasia didominasi batu bara, pupuk kimia, gandum dan meslin, besi paduan, serta produk besi baja setengah jadi.
Pemerintah melihat kerja sama ini sebagai instrumen krusial untuk menekan hambatan tarif yang selama ini membuat harga produk unggulan kita menjadi kurang kompetitif di kawasan tersebut. Budi Santoso menyampaikan bahwa fokus utama pasca-penandatanganan ini adalah memastikan setiap poin perjanjian bisa diimplementasikan secara efektif agar dampak ekonominya benar-benar menyentuh para pelaku usaha.
“Indonesia bersama Uni Ekonomi Eurasia siap memastikan implementasi perjanjian ini berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata yang berkelanjutan bagi perekonomian kedua belah pihak,” ujar Budi.
Membangun Konektivitas Lewat Kolaborasi Dunia Usaha
Agar setiap peluang ekspor bisa dieksekusi dengan cepat, muncul rencana strategis untuk membentuk business council Indonesia-EAEU.
Wadah ini diharapkan mampu memangkas jarak komunikasi sehingga para eksportir lokal bisa terhubung langsung dengan calon pembeli di Eurasia tanpa birokrasi yang berbelit. Budi Santoso menilai bahwa hubungan yang cair antara sektor swasta dan pemerintah adalah modal utama agar arus perdagangan ini tidak hanya berhenti di atas kertas.
"Penandatanganan ini menjadi fondasi strategis untuk mendorong peningkatan perdagangan, investasi, dan berbagai bentuk kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan bagi kedua pihak. Supaya implementasinya nanti bisa berjalan dengan cepat dan efektif, dibutuhkan hubungan dagang yang terjalin lebih erat antara pelaku usaha maupun pemangku kepentingan lainnya," tambah Budi.
Budi pun mengusulkan pembentukan business council Indonesia-EAEU untuk memfasilitasi, mempermudah komunikasi, serta menghubungkan pelaku usaha kedua pihak. Usulan ini mendapatkan tanggapan yang positif dan disambut baik oleh Mendag EEC, menandakan adanya keselarasan visi dan komitmen bersama untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral.
Budi menilai perjanjian ini akan meningkatkan daya saing ekspor nasional sekaligus memperkuat integrasi Indonesia dalam rantai nilai kawasan Eurasia dan Asia-Pasifik. FTA ini juga menjadi instrumen strategis untuk mendorong peningkatan investasi dan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.
"Dengan cakupan liberalisasi perdagangan yang luas, perjanjian ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih besar bagi produk unggulan Indonesia," jelas Budi.
Nah buat kalian yang tertarik dengan konten ini, langsung aja tonton videonya sampai habis ya.
Enjoy-
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: