Makna Darkah Ya Ahli Madinah, Ya Tarim Wa Ahlaha juga Diijazahkan Abah Guru Sekumpul
Автор: Ahmad Yayak
Загружено: 2021-10-25
Просмотров: 2318
Описание:
Pernah melihat logo ismul seperti diatas ? Logo ismul yang sering dijumpai di berbagai majelis-majelis ta’lim/maulid. Ada yang menggunakan logo ini di spanduk, umbul-umbul, bendera, jaket, dll. atau dalam bentuk stiker.
logo apa itu…? Huruf ha' (setelah huruf jim) ditengah dengan ukuran yang cukup besar, kemudian di atasnya bertuliskan “Darakah Ya Ahlal Madinah”, di bawahnya bertuliskan “Ya Tarim Wa Ahlaha”, di samping kanannya bertuliskan lafzhul jalalah yang berbunyi يا فتاح”Ya Fattah” dan di samping kirinya يا رزاق “Ya Rozzaaq”. Di atas huruf ‘ha’ bertuliskan angka 1030 dan di tengah huruf ‘ha’ bertuliskan angka 110.
Mengenai Ismul seperti itu dan yang semacamnya maka hal itu merupakan tabarruk dan tawassul kepada hal yang mulia.
Sedangkan ismul di atas sendiri adalah tabarruk dan tawassul kepada al Imam al Habib Abdullah bin al Haddad, seorang wali yang sangat masyhur, cucu Rasulullah SAW dari Sayyidina Husain bin Al Imam Amirul Mu’minin Ali bin Abu Thalib, suami Sayyidah Fatimah Az Zahra binti Rasulullah Muhammad SAW.
Beliau adalah penyusun Ratib al Haddad, Wirdullatif yang banyak diamalkan oleh muslimin di berbagai penjuru dunia, juga Kitab Risalatul Muawanah, Nashoihud Diniyah, dll.
Dijelaskan oleh Habib Munzir al Musawa
“Darkah ya ahlal madinah” maksudnya adalah bertawassul pada shohibul Madinah yaitu Rasul saw. “Yaa Tarim wa ahlaha” adalah tawassul kepada para shalihin dan lebih dari 10 ribu wali yang dimakamkan di pemakaman Zanbal, Fureidh, dan Bakdar, yang pada pekuburan zanbal itu juga terdapat Ashabul Badr utusan Sayyidina Abubakar Asshiddiq yang wafat di sana. “110” melambangkan marga Ibn Syeikh Abubakar bin salim (dzuriyyah Rasulullah saw). “1030” melambangkan marga Al Habsyi (dzuriyyah Rasulullah saw).
Sesuai faham ahlussunnah wal jam’ah, azimat (Ruqyyat) dengan huruf arab merupakan hal yang diperbolehkan, selama itu tidak menduakan Allah SWT.
Sebagaimana dijelaskan bahwa azimat dengan tulisan ayat atau doa disebutkan pada Kitab Faidhulqadir Juz 3 halaman 192, dan Tafsir Imam Qurtubi Juz 10 halaman 316 dan 317, dan masih banyak lagi penjelasan para Muhadditsin mengenai diperbolehkannya hal tersebut, karena itu semata-mata adalah bertabarruk (mengambil berkah) dari ayat-ayat Alqur’an dan kalimat-kalimat mulia lainnya.
wawancara bersama Habib Abubakar bin Abdurrahman Alhaddad – Tanjung Gang 2 Kota Malang Jawa Timur.Siapa sangka jika penyusun dari Lambang Darkah ini berasal dari kota Malang , beliau adalah Al Habib Abu Bakar bin Abdurrahman AlHaddad,. Lambang Huruf ‘ha’ di tengah dengan ukuran yang cukup besar, kemudian di atasnya bertuliskan “Darakaah Yaa Ahlal Madiinah”, di bawahnya bertuliskan “Yaa Tariim Wa Ahlahaa”, di samping kanannya bertuliskan lafdzul jalalah yang berbunyi “Yaa Fattaah” dan di samping kirinya “Yaa Rozzaaq”, . sedangkan di atas huruf ‘ha’ bertuliskan angka 1030 dan di tengah huruf ‘ha’ bertuliskan angka 110 seperti keterangan gambar, merupakan hasil karya beliau yang terinspirasi dari beberapa kisah sohibul maulid simtutdhurrar. Beliau yang lulusan dari Pondok Pesantren Darut Tauhid ini berinisiatif membuat lambang Darkah berawal dari kisah Habib Ali Al Habsyi (Sohibul Maulud,. pengarang Simtud Dhurar) pada awalnya beliau membuat tanda untuk setiap kiriman dengan memakai angka 110, disebabkan karena saat itu beliau, hb. Ali alhabsyi, sering kali mendapatkan kiriman-kiriman dari luar negri, dan kiriman tersebut seringkali tidak sampai kepada beliau, kemudian Petugas pengirim Surat (Pak Pos) nya diminta untuk membuat tanda, agar setiap ada kiriman barang/surat tidak hilang kirimannya, kemudian beliau membuat Kha’ disertai dengan huruf 110, 110 itu sendiri merupakan jumlah bobot nilai huruf hijaiyyah yang merangkai kata ‘Ali' dalam kitab Aqidatul Awwam pada halaman terakhir ada rumusannya , sedangkan gabungan 110 dan ha’ itu ada sekitar tahun 1980 an , atas inisiatif dari habib Ali bin Muhammad Alhaddad dan habib Segaf bin Muhammad Ba’ Agil.
dikutip dari kiosdakwah dot com
Nabi Muhammad tidak makan sedekah, Namun Nabi menerima Hadiah.
Jika ada yang ingin mengirimkan Hadiah Salurkan ke Rekening:
Bank BCA
a/n
Rahmat Hidayat
no rek 2010574377
Bank BRI
a/n Rahmat Hidayat
no rek 1854 01 001212 50 1
Bank Jatim
a/n Rahmat Hidayat
no rek 0136057031
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: