300 Tahun Immanuel Kant: Pencerahan di Mata Kant dan Nietzsche |
Автор: Goethe-Institut Indonesien
Загружено: 2024-12-20
Просмотров: 90
Описание:
Apakah kedewasaan manusia ditentukan oleh rasio atau kehendak? Pada 9 November 2024 lalu, A. Setyo Wibowo menjelajahi topik Pencerahan dan kedewasaan dalam perspektif Kant dan Nietzsche dalam sesi ceramahnya di GoetheHaus Jakarta.
Di dalam tulisannya, 'Apa itu Pencerahan,' Immanuel Kant mengajak orang-orang pada masanya untuk menjadi dewasa. Menurut Kant, manusia yang tercerahkan adalah manusia dewasa, yaitu mereka yang berani menggunakan akal mereka sendiri.
Namun, Friedrich Nietzsche mengkritik keras Pencerahan karena terlalu menekankan akal. Menurutnya, kedewasaan manusia tidak hanya ditentukan oleh akal, tapi juga oleh kehendak atau keseluruhan diri manusia.
Meskipun mereka berbeda pandangan, ada kesamaan yang bisa kita ambil: kedua pemikir Jerman ini mengajak kita untuk berani menghadapi kenyataan sebagaimana adanya.
Menjadi dewasa atau 'tercerahkan' tidak hanya menuntut perkembangan akal, tapi juga kehendak yang utuh (yaitu keseluruhan manusia secara fisik dan psikologis).
Semboyan Kant, 'Sapere Aude!' (beranilah berpikir), harus dijalani dengan bijak. Jika keberanian muncul dari dendam atau kemarahan, maka hasilnya akan mengerikan.
Namun, jika keberanian muncul dari pengalaman bahwa kita harus menerima takdir dengan tenang (dalam kata-kata Nietzsche, 'Amor Fati'), maka kita akan menjadi manusia dewasa yang sesungguhnya.
#KANT300 #300JahreKant #GoetheInstitutIndonesien #GoetheInstitut
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: