Lembah Hijau Rumbia
Автор: Muhammad Ikhsan
Загружено: 2017-01-24
Просмотров: 1249
Описание:
Mendengar kata Jeneponto, jujur saja, yang terbayang di kepala saya adalah hamparan rumput kering dan gersang serupa savana, cuaca yang panas, laut dan tambak garam. Tapi sebuah perjalanan selama sehari di Jeneponto mengubah semua bayangan ini. Ternyata Jeneponto memiliki bagian yang hijau dan indah dengan cuaca sejuk cenderung dingin. Saat malam tiba, cuaca dingin ini memaksa kami meringkuk di balik selimut sambil dempet-dempetan mencari kehangatan :))
Tak banyak tempat yang kami jelajahi selama di Jeneponto karena waktu yang terbatas. Salah satu tempat wisata di Jeneponto yang kami singgahi adalah Lembah Hijau Rumbia yang disingkat dengan nama LHR. Silakan buang jauh anggapan tentang Jeneponto daerah kering dan gersang karena ternyata kabupaten ini juga memiliki objek wisata dengan lanskap hijau, udara adem dan sudah dikelola dengan baik. Objek wisata Lembah Hijau Rumbia berlokasi di Dusun Boro Desa Tompobulu Kecamatan Rumbia yang berjarak sekitar 27 KM dari ibu kota Kabupaten Jeneponto. Bumi Turatea (julukan Jeneponto) sendiri berjarak sekitar 90km dari Kota Makassar, yang dapat ditempuh menggunakan kendaraan bermotor selama 2 sampai 3 jam tergantung kecepatan kendaraan. Kabupaten Jeneponto berbatasan dengan Kabupaten Gowa, Takalar dan Bantaeng.
Lembah Hijau Rumbia (LHR) yang berada di atas ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut ini, mulai dirintis pada tahun 2010 oleh Ridwan A. Nojeng bersama pemuda Tompobulu. Niat awalnya adalah untuk menambah penghasilan penduduk yang berada di sekitar lokasi wisata tersebut. Wisata yang mereka rintis ini kemudian terus berbenah dan semakin berkembang hingga dipercaya untuk mewakili Sulawesi Selatan dalam ajang Satu Indonesia Award (SIA) 2016 dan berhasil menjadi pemenang untuk kategori Wisata berbasis Lingkungan dengan menyisihkan sekitar 2000an peserta dari seluruh Indonesia.
Eksotisme wisata alam yang ditawarkan oleh LHR telah dilengkapi dengan beragam fasilitas seperti bangunan villa, kafe dan resto, toilet, gazebo, aula, mushollah, kolam renang anak-anak dan dewasa, camp area, outbound games, rumah pohon, flying fox, kebun strawberry, dan paket trekking ke air terjun Rumbia yang konon airnya tetap ada dan gak kering meskipun sedang musim kemarau.
Selain itu, ada sebuah kios souvenir di dalam area LHR yang menjual beragam souvenir yang terbuat dari bambu dan baju kaos dengan tulisan Lembah Hijau Rumbia, Surga di Tanah Gersang.
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: