BURUH PERKEBUNAN KELENGKENG MENDAPAT KEAJAIBAN BESAR SETELAH SELAMATKAN HARIMAU INI
Автор: DON STORY
Загружено: 2026-01-15
Просмотров: 1752
Описание:
Namanya Darsono. Usianya baru 23 tahun, tapi hidupnya sudah terasa seperti milik orang tua yang lelah. Setiap pagi sebelum matahari muncul, ia sudah bangun dari tikar tipis di dalam gubuk kecilnya. Gubuk itu berdinding papan bekas, atapnya dari seng berkarat, dan lantainya tanah yang selalu terasa dingin saat diinjak.
Di luar, suara jangkrik masih terdengar. Kabut tipis menggantung di antara pohon-pohon kelengkeng yang tumbuh rapi di perkebunan besar milik orang kota. Di sanalah Darsono bekerja sejak dua tahun terakhir: sebagai buruh perkebunan kelengkeng.
Hidupnya sederhana, bahkan terlalu sederhana.
Ia tidak punya ayah. Ibunya sudah meninggal sejak ia berusia 17 tahun karena sakit yang tidak pernah sempat diobati. Sejak itu, Darsono hidup sendiri. Tidak ada saudara dekat. Tidak ada tempat mengadu. Dunia seperti berjalan terus tanpa peduli apakah ia kuat atau tidak.
Setiap hari rutinitasnya sama.
Bangun sebelum subuh.
Mencuci muka dengan air sumur.
Makan nasi dingin sisa kemarin dengan garam.
Lalu berjalan kaki hampir satu jam menuju area kebun.
Di sana, ia bekerja dari pagi sampai sore. Menyiram tanaman, membersihkan rumput liar, memanjat pohon untuk memetik buah, mengangkat karung, memperbaiki pagar, dan semua pekerjaan berat lainnya.
Upahnya?
Hanya cukup untuk makan seadanya.
Kadang kalau sedang beruntung, ia bisa membeli telur. Tapi lebih sering, ia hanya makan nasi dan sayur daun singkong. Itu pun tidak setiap hari.
Yang paling menyakitkan bukan hanya soal lapar.
Tapi soal perlakuan orang-orang.
Mandor kebun bernama Pak Rudi adalah orang yang paling ditakuti para buruh. Suaranya keras, wajahnya selalu cemberut, dan sedikit saja ada kesalahan, makian langsung keluar.
“Son! Kamu kerja pakai otak nggak sih?!”
“Lihat tuh rumput belum bersih! Mau makan gaji buta kamu?!”
“Kalau nggak becus, keluar aja dari sini!”
Kata-kata itu hampir setiap hari Darsono dengar.
Dan Darsono hanya bisa menunduk.
Tidak membantah.
Tidak melawan.
Bukan karena ia bodoh. Tapi karena ia takut kehilangan satu-satunya sumber penghasilan yang ia punya.
Beberapa buruh lain kadang kasihan padanya, tapi mereka juga tidak bisa berbuat banyak. Semua sama-sama takut.
Di kebun itu, Darsono dikenal sebagai orang yang paling rajin. Ia jarang mengeluh. Jarang membalas omongan kasar. Selalu datang paling pagi, pulang paling akhir.
Semoga cerita ini menghibur , dukung trus channel ini agar trus berkembang dan menyajikan kisah kisah menarik,haru,sedih,bahagia,inspiratif,dan lainnya.
#kisahnyata
#kisahinspiratif
#ceritainspirasikehidupan
#ceritainspirasi
#harimau
#harimaubenggala
#harimaujawa
#harimaumalaya
#harimauputih
#harimausumatera
#harimauselatan
#harimauutara
#ceritainspirasi
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: