🔴Salak Program Makan Bergizi Gratis di Maros Berulat, Pengelola Minta Maaf
Автор: Tribun Timur
Загружено: 2025-10-15
Просмотров: 2469
Описание:
TRIBUNMAROS.COM, MAROS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Maros disorot.
Pasalnya, buah yang disajikan dalam paket MBG busuk dan berulat.
Dalam video berdurasi delapan detik yang direkam siswa SMPN 4 Bantimurung terlihat salak berwarna cokelat membusuk saat dibelah, Selasa (14/10/2025) kemarin.
Tak hanya itu, ulat terlihat keluar dari buah salak dan berjatuhan di atas meja.
Siswa yang merekam kejadian tersebut tampak menunjukkan rasa terkejut atas kondisi buah yang mereka terima.
Koordinator Satuan Pengelola Program Gizi (SPPG) Maros Bantimurung–Kalabbirang, Endah Pangesti, membenarkan insiden tersebut.
Ia menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua siswa dan masyarakat atas kejadian yang viral itu.
“Yang viral itu benar dari SMPN 4 Bantimurung. Saya dapat informasinya dari orang tua siswa yang datang ke SPPG, bilang ada ulat di buah salak,” katanya ditemui Tribun Timur di SMPN 4 Bantumurung, Rabu (15/10/2025).
Ia mengaku menyesalkan kejadian itu dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi agar tidak terulang di kemudian hari.
“Saya minta maaf atas kejadian ini dan berharap tidak disebarluaskan lebih jauh. Kami akan memperbaiki proses sortir supaya lebih ketat ke depan,” ujarnya.
Endah menjelaskan, proses sortir bahan makanan dilakukan oleh tim dapur sejak sore hingga dini hari.
“Tim mulai masuk pukul 16.00 Wita sampai selesai pukul 04.00 Wita. Buah memang disortir paling terakhir,” jelasnya.
Menurutnya, tim dapur sudah memilah antara buah yang baik dan yang rusak.
Namun, ada kemungkinan kelalaian akibat kelelahan karena volume pekerjaan cukup besar.
“Buah yang dipesan total 150 kilogram dari supplier di Maros. Dari jumlah itu, sekitar 16 kilogram rusak. Jadi kemungkinan dua buah busuk itu lolos saat pengecekan. Kami manusia biasa, mungkin karena kelelahan saat sortir,” tambahnya.
SPPG Bantimurung–Kalabbirang sendiri melayani 11 sekolah dengan total 1.714 siswa penerima manfaat MBG.
Jumlah tenaga dapur yang bertugas sebanyak 48 orang.
Khusus di SMPN 4 Bantimurung, terdapat 809 siswa penerima manfaat program tersebut.
Sementara itu, Bupati Maros Chaidir Syam juga telah menerima laporan mengenai kejadian tersebut.
Ia mengaku langsung menggelar evaluasi bersama tim percepatan MBG dan pengawas program.
“Kami sudah evaluasi bersama tim percepatan MBG dan para pengawasnya. Kami juga telah memberi peringatan kepada pihak dapur agar lebih selektif dan tidak lagi menyajikan buah yang berpotensi cepat membusuk atau berulat,” ujar Chaidir.
Chaidir mengatakan, kasus ini harus menjadi pelajaran bagi seluruh pengelola dapur di Maros agar lebih teliti dalam menyiapkan makanan bergizi bagi siswa.
“Informasinya, ini murni keteledoran tim dapur dalam memilah buah. Kami minta semua dapur lebih hati-hati dan menjaga kualitas bahan makanan,” tegasnya.
Chaidir menambahkan, insiden kecil seperti ini tidak boleh mencederai tujuan utama program MBG yang bertujuan meningkatkan gizi siswa.
“Program ini sudah berjalan baik dan manfaatnya besar. Kami pastikan kualitas makanan akan terus diawasi agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.
Ia menambahkan Dinas Kesehatan Kabupaten Maros kini melakukan pendampingan terhadap SPPG untuk memastikan seluruh dapur memiliki sertifikat higienitas.
“Pendampingan sedang dilakukan agar seluruh SPPG segera bersertifikat higienitas. Kami harap bulan ini semuanya sudah selesai,” tutup Chaidir.
Sumber foto : Nurul
Caption : MBG Maros - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Maros disorot. Dalam video berdurasi delapan detik yang direkam siswa SMPN 4 Bantimurung terlihat salak berwarna cokelat membusuk saat dibelah, Selasa (14/10/2025) kemarin.
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: