Negeri Kaya Minyak Tapi import!
Автор: For News
Загружено: 2026-03-06
Просмотров: 11161
Описание:
Setelah sempat melontarkan pertanyaan retoris "mau ditaruh di mana?" terkait stok BBM yang hanya cukup untuk 20 haripemerintah akhirnya bergerak. Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi keras kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk mempercepat pembangunan kilang dan tangki penyimpanan minyak (oil storage) di 18 wilayah, mulai dari Lhokseumawe hingga Fakfak. Dengan nilai investasi fantastis mencapai Rp232 triliun, proyek ini diklaim sebagai strategi "survival" agar Indonesia tidak lagi menjadi bulan-bulanan dinamika geopolitik global.
Langkah ini adalah pengakuan dosa atas pengabaian infrastruktur strategis selama puluhan tahun. Membangun tangki saat perang sudah di depan mata (Selat Hormuz ditutup) adalah tindakan yang sangat terlambat, meski tetap harus dilakukan.
Publik patut mengawal agar anggaran raksasa ini benar-benar mewujud menjadi fisik tangki, bukan sekadar komitmen di atas kertas atau bancakan investasiFokus pada penyimpanan minyak mentah (crude oil) adalah pilihan logis, namun tanpa efisiensi kilang Pertamina yang mumpuni, cadangan itu tetap akan macet menjadi antrean di SPBU saat krisis memuncak.
Ketahanan energi sebuah negara diukur dari Strategic Petroleum Reserve (SPR). Selama ini, Indonesia hanya mengandalkan cadangan operasional milik Pertamina, bukan cadangan strategis milik negara. Proyek ini, jika terealisasi, akan mengubah postur keamanan nasional kitaDengan tersebarnya tangki di 18 titik dari barat ke timur, risiko kelumpuhan energi akibat sabotase atau blokade jalur laut bisa diminimalisirNamun, biaya Rp232 triliun adalah beban fiskal yang masif; transparan atau tidaknya pengelolaan dana lewat Badan Danantara akan menentukan apakah ini pelindung bangsa atau sekadar lubang baru APBN.
Kedaulatan energi tidak bisa dibangun hanya dengan narasi "aman", ia harus dipahat dengan beton-beton tangki yang siap menampung nyawa ekonomi bangsa saat dunia sedang terbakar.
Apakah pembangunan tangki di 18 wilayah ini bakal jadi solusi permanen, atau kita bakal tetap "ngos-ngosan" karena pembangunannya baru dimulai saat krisis sudah meledak? Tulis analisis tajam lo!
arahjakarta
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: