LILIN SETIA HATI - Menjaga Marwah Ajaran SH yang Adiluhung di Era Modern
Автор: Media Pusat PSHWTM Indonesia
Загружено: 2026-02-23
Просмотров: 1142
Описание:
Bapak Surono, saudara tua Persaudaraan “Setia-Hati” Winongo Tunas Muda (PSHWTM) yang tinggal di Nambangan, Kota Madiun, membagikan pengalamannya saat pertama kali masuk SH pada era 1960-an.
Ia menuturkan bahwa pada masa itu latihan masih terpusat di rumah Bapak Pengasuh, H.R. Djimat Hendro Soewarno. Para saudara datang dari berbagai daerah untuk berlatih dengan pola yang disiplin dan terukur. Sarana latihan masih sederhana, namun semangat para saudara seasuhan untuk belajar sangat tinggi. Berbeda dengan sekarang yang setiap ranting sudah banyak memiliki tempat latihan sendiri.
Menurut Pak Surono, proses latihan di masa itu tidak mudah. Setiap tahapan dijalani dengan kesungguhan dan pengawasan yang ketat. Disiplin menjadi hal utama, bukan hanya dalam gerakan silat tetapi juga dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Ia merasakan bahwa pembinaan saat itu benar-benar membentuk karakter.
Bagi Pak Surono, SH adalah ajaran yang adiluhung. Nilai-nilainya dinilai mampu diterima di semua zaman, baik pada masa dahulu maupun di era modern seperti sekarang. Ia menilai ajaran SH tidak lekang oleh waktu karena menekankan persaudaraan, disiplin, tanggung jawab, dan pengendalian diri.
Ia juga mengingat pesan Bapak Pengasuh agar tidak membeda-bedakan saudara, baik miskin maupun kaya, si pintar maupun buta aksara. Dalam persaudaraan, semua dipandang sama. Pesan itu terus ia pegang hingga kini sebagai pedoman dalam bermasyarakat.
Selain itu, Pak Surono menegaskan bahwa masuk SH harus melalui sumpah yang tidak ringan. Namun baginya, sumpah tersebut bukan untuk membebani, melainkan menjadi tameng agar saudara SH tidak bertindak sembrono. Sumpah itu menjadi pengingat agar selalu menjaga sikap, ucapan, dan perbuatan.
Ia juga mengenang kepedulian Bapak Pengasuh kepada para saudara seasuhan. Jika ada anak asuh yang sakit, beliau kerap menjenguk dengan sepeda onthel, terkadang didampingi Ibu Pengasuh. Sikap sederhana dan perhatian tersebut menjadi contoh nyata tentang arti kepemimpinan dan pengayoman.
Menutup tayangan, Pak Surono berpesan kepada generasi penerus agar belajar dengan sungguh-sungguh dan menaati sumpah serta ajaran yang telah diterima. Baginya, menjadi bagian dari SH bukan sekadar identitas, tetapi tanggung jawab untuk menjaga nama baik persaudaraan dan terus berbuat baik di tengah masyarakat.
| Media Pusat PSHWTM Indonesia
#mediapusatpshwtm #lilinsetiahati #pshwtm
https://www.facebook.com/profile.php?...
/ mediapusat_pshwtmindonesia
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: