ycliper

Популярное

Музыка Кино и Анимация Автомобили Животные Спорт Путешествия Игры Юмор

Интересные видео

2025 Сериалы Трейлеры Новости Как сделать Видеоуроки Diy своими руками

Топ запросов

смотреть а4 schoolboy runaway турецкий сериал смотреть мультфильмы эдисон
Скачать

Kirab Pusaka Gamelan hingga Berebut Berkah Gunungan di Grebeg Maulud Keraton Surakarta

Автор: LOCAL EXPERIENCE

Загружено: 2023-11-02

Просмотров: 323

Описание: Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
==

TRIBUN-VIDEO.COM - Kota Solo merupakan Kota Budaya yang sarat dengan sejarah dan tradisi di dalamnya, Keraton Kasunanan Surakarta salah satunya.

Sejumlah tradisi selalu digelar terutama di hari-hari penting dan peringatan hari besar, termasuk Hari Lahir Nabi Muhammad.

Grebeg Mulud menjadi satu hal yang dinanti oleh masyarakat Kota Solo dan sekitarnya.

Tradisi ini diikuti oleh ratusan abdi dalem dari berbagai kota di sekitar Solo.

Mereka mengenakan pakaian serba hitam, beskap hitam dan jarik untuk laki-laki, dan kebaya hitam dengan sanggul jawa serta jarik untuk perempuan.

Mereka kemudian bergantian duduk bersila tanpa alas di pasir di dalam Keraton Solo di depan dupa untuk berdoa.

Setiap tahunnya, Keraton Kasunanan Surakarta mengadakan tradisi Grebeg Maulud pada tanggal 12 bulan Rabiul Awal, yang pada tahun ini jatuh pada 28 September 2023.

Tradisi Grebeg Mulud digelar setiap tahun untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad.

Ritual kali ini berlangsung seperti biasa lantaran jatuhnya peringatan tidak bersamaan dengan tahun Dal menurut hitungan Jawa.

Jika bersamaan maka, rangkaian acara Grebeg Mulud sudah dimulai sejak enam bulan sebelum puncaknya.

Namun kali ini, ritual Grebeg Mulud di Keraton Solo tersebut sudah berlangsung selama seminggu dan puncaknya jatuh pada (28/9/2023).

Selama seminggu sebelumnya, sejumlah pusaka dicuci atau dijamas.

Setiap tahun, orang-orang rela berdesakan di tengah terik siang untuk memperebutkan gunugan yang diarak dan dibagikan oleh pihak Keraton Solo.

Gunungan-gunungan yang sudah disiapkan akan diarak dari Keraton Kasunanan Surakarta menuju ke Masjid Agung Solo.

Keraton Solo menyiapkan empat gunungan yang merupakan dua pasang, dua gunungan jaler atau laki-laki dan dua gunungan estri atau perempuan.

Gunungan jaler berisi beragam hasil bumi seperti, cabai, kacang panjang, terong, dan singkong.

Semua makanan yang ada pada gunungan jaler merupakan bahan-bahan mentah.

Sementara gunungan estri berisi makanan-makanan yang sudah dimasak.

Tak hanya gunungan, gamelan yang merupakan pusaka Keraton Solo juga ikut diarak.

Gamelan tersebut dikeluarkan dari tempat penyimpanan untuk dimainkan mengiringi jalannya arak-arakan.

Gamelan Pusaka Keraton Solo yang dimainkan dan diarak dalam Grebeg Mulud yakni Kyai Guntur Sari yang sudah ada sejak Kerajaan Demak.

Lagu atau gending yang dimainkan tak sembarangan lantaran mengandung simbol-simbol.

Empat gunungan beserta Kyai Guntur Sari diarak dari Keraton Surakarta ke Masjid Agung yang masih berada dalam satu komplek Keraton.

Masjid Agung memiliki sejarah panjang dan menjadi tonggak penyebaran Islam di Kota Solo.

PROSESI SEBAR UDHIK-UDHIK DAN GUNUNGAN SEKALIGUS MAKNA

Empat gunungan besar itu diarak oleh ratusan para abdi dalem berpakaian serba hitam dengan cara dipanggul.

Mereka memanggulnya sambil berjalan tanpa alas kaki di tengah siang yang terik dari Keraton Solo ke Masjid Agung.

Tanpa merasakan panasnya aspal dan pasir jalanan, ratusan abdi dalem berjalan beriringan di tengah ramainya masyarakat yang menyaksikan Grebeg Mulud.

Mereka tampak menahan rasa panas sambil memanggul gunungan dan gamelan yang dimainkan.

Iring-iringan diawali dengan puluhan prajurit Keraton Solo yang berjalan tegap sambil membawa senjata dan dibuka menggunakan suara terompet.

Derap langkah para prajurit keraton menjadi cucuk lampah atau pembuka jalannya Grebeg Mulud.

Di belakang para prajurit berdiri para ulama keraton yang mengenakan pakaian berbeda dari para abdi dalem lain yakni beskap jawa berwarna putih.

Kemudian di belakang para ulama, berjalan keluarga Raja Keraton Solo.

Dalam perjalanannya, keluarga raja sambil menebar uang-uang sebagai simbol rezeki.

Sesampainya di Masjid Agung, rombongan disambut ribuan masyarakat yang siap berebut gunungan.

Sebelum dibagikan, empat pasang gunungan itu didoakan oleh para ulama di dalam Masjid Agung Solo.

Namun, belum selesai doa dipanjatkan, para warga yang sudah tak sabar langsung tumpah ruah memperebutkan sepasang gunungan.

Gunungan menjadi rebutan karena dianggap membawa berkah dalam kehidupan.

Hanya sepasang gunungan yang dibagikan di Masjid Agung Solo, sedangkan satu pasang lainnya kembali diarak menuju ke Keraton Kasunanan Surakarta untuk dibagikan di sana.

(TRIBUN-VIDEO.COM/RS)

Не удается загрузить Youtube-плеер. Проверьте блокировку Youtube в вашей сети.
Повторяем попытку...
Kirab Pusaka Gamelan hingga Berebut Berkah Gunungan di Grebeg Maulud Keraton Surakarta

Поделиться в:

Доступные форматы для скачивания:

Скачать видео

  • Информация по загрузке:

Скачать аудио

Похожие видео

Kirab Pusaka  Malam  1 Suro Warsa DAL  1959 Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Kirab Pusaka Malam 1 Suro Warsa DAL 1959 Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Misteri Alas Krendowahono: Lokasi Pertemuan Rahasia Diponegoro dan PB-VI hingga Kisah Betari Durga

Misteri Alas Krendowahono: Lokasi Pertemuan Rahasia Diponegoro dan PB-VI hingga Kisah Betari Durga

MENILIK KERATON: DIBALIK TIRAI KEHIDUPAN ISTANA

MENILIK KERATON: DIBALIK TIRAI KEHIDUPAN ISTANA

Wayang Orang Sriwedari, Kesenian Tradisional yang Berusia Lebih dari 1 Abad di Kota Solo

Wayang Orang Sriwedari, Kesenian Tradisional yang Berusia Lebih dari 1 Abad di Kota Solo

КАК ОТАПЛИВАЛИ ЦЕРКВИ? - НАШЛИ ЧЕЛОВЕЧЕСКИЕ КОСТИ ПРЯМО ПОД ХРАМОМ!

КАК ОТАПЛИВАЛИ ЦЕРКВИ? - НАШЛИ ЧЕЛОВЕЧЕСКИЕ КОСТИ ПРЯМО ПОД ХРАМОМ!

Keraton Surakarta Hadiningrat: Jejak Sejarah Islam dan Budaya di Dalam Keraton | Ensiklopedia Islam

Keraton Surakarta Hadiningrat: Jejak Sejarah Islam dan Budaya di Dalam Keraton | Ensiklopedia Islam

ЗАТОПЛЕННАЯ ЦЕРКОВЬ. Водолазы ЭПРОН поднялись седыми | Волга, 1954

ЗАТОПЛЕННАЯ ЦЕРКОВЬ. Водолазы ЭПРОН поднялись седыми | Волга, 1954

Caos Dahar Kemisan

Caos Dahar Kemisan

HajadDalem Pisowanan Pangabekten JE 1958 - Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

HajadDalem Pisowanan Pangabekten JE 1958 - Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

HajadDalem Sungkeman Pangabekten - Jimawal 1957 - Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

HajadDalem Sungkeman Pangabekten - Jimawal 1957 - Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Mengapa Surakarta Tidak Menjadi Daerah Istimewa Seperti Yogyakarta?

Mengapa Surakarta Tidak Menjadi Daerah Istimewa Seperti Yogyakarta?

Kuliner Keraton Surakarta: Resep, Filosofi, dan Tradisi yang Masih Dilestarikan

Kuliner Keraton Surakarta: Resep, Filosofi, dan Tradisi yang Masih Dilestarikan

HajadDalem Kirab Agung SSISKS Pakoe Boewono XIII - Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

HajadDalem Kirab Agung SSISKS Pakoe Boewono XIII - Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

HajadDalem Wilujengan Kiblat Sekawan  Alas Krendowahono Tahun DAL 1959 /2025

HajadDalem Wilujengan Kiblat Sekawan Alas Krendowahono Tahun DAL 1959 /2025

Surakarta Mau Pisah dari Jawa Tengah? Siapa yang Diuntungkan?

Surakarta Mau Pisah dari Jawa Tengah? Siapa yang Diuntungkan?

Special Tour Mangkungaran

Special Tour Mangkungaran

Что на самом деле говорит цвет Ваших глаз?

Что на самом деле говорит цвет Ваших глаз?

JAMASAN PUSAKA Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, oleh KGPH Adipati Drs. Dipokusumo M.Si.

JAMASAN PUSAKA Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, oleh KGPH Adipati Drs. Dipokusumo M.Si.

Бронза без следов литья — официальная история врёт!

Бронза без следов литья — официальная история врёт!

ЧТО КУСТО УВИДЕЛ ЧТО НА ДНЕ БАЙКАЛА! ЭТО СКРЫВАЛИ В СССР?

ЧТО КУСТО УВИДЕЛ ЧТО НА ДНЕ БАЙКАЛА! ЭТО СКРЫВАЛИ В СССР?

© 2025 ycliper. Все права защищены.



  • Контакты
  • О нас
  • Политика конфиденциальности



Контакты для правообладателей: [email protected]