pusaka
Автор: Romohongoso
Загружено: 2021-01-25
Просмотров: 77
Описание:
Ricikan Keris.
Dapur keris bisa di kenali dengan adanya beberapa ricikan pada bilah keris.
Ricikan atau detail ornamen pada bilah keris mempunyai makna filosofi.
..........
Tikel Alis,..... mempunyai arti dua alis (bulu mata) menunjukkan kedua mata. Tikel alis merupakan simbol sifat manusia ada sisi baik dan buruk, keduanya harus dapat dikendalikan. Dalam menggapai harapan hendaknya dipertimbangkan pada sisi baik buruknya.
Kembang Kacang,... jaman dahulu kembang kacang sebagai ricikan keris disebut juga tlale (belalai) Gajah. Hal tersebut teringat dengan mitologi Ganesha, sebagai dewa lambang ilmu pengetahuan yang digambarkan selalu menghirup ilmu pengetahuan yang tiada habisnya dengan belalainya. Sekar kacang juga menyimbolkan adanya aktifitas tumbuh dan berkembang dan berbuah.
Jalen merupakan simbol jalannya nafas yang terus menerus dan lambe gajah merupakan simbol masuknya energi. Motivasi dan niat.
Greneng berbentuk Ron Dha (Huruf jawa : Dha) atau kadang hanya berbentuk sederhana yang disebut Ri Pandan menyimbolkan suasana hati atau perasaan. Dari semua organ tubuh manusia yang menentukan tingkat derajat manusia yaitu dada (dha-dha). Dalam rongga dada itulah terletak hati, bathin, atau “perasaan” atau disebut “rasa”. Kalau “rasa” seseorang baik maka baiklah semua anggota tubuhnya, sebaliknya kalau “rasa” menjadi sakit maka “sakit”lah semua anggota tubuhnya. Rasa berarti merasakan sesuatu itu dalam segala dimensi. Rasa merupakan suatu keadaan yang hendak dicapai dalam diri seseorang terhadap sesuatu. Setiap orang memiliki rasa rasa dengan eksistensi yang berbeda-beda, tergantung pada wawasan, pengetahuan, moral dan sebagainya. Siapa yang mencapai rasa yang lebih mendalam dengan sendirinya hidupnya akan berubah (sikap pola pikir, perilaku). Ia akan memiliki sikap-sikap lain, yang lebih benar, serta yang lebih cocok dengan realitas sebenarnya.
Sogokan dalam ricikan keris bermakna sebuah motivasi, dorongan untuk bertindak melakukan perubahan.
Sogokan depan mewakili motivasi dari tinjauan masa depan semacam “angen-angen” cita-cita atau pemikiran-pemikiran yang sebelum bergerak jadi sogokan biasanya telah jadi “Blumbangan/mblumbang” atau mengumpul di dalam pikiran. Telah lama dipikirkan bagaimana mewujudkan baru kemudian jadi sebuah motivasi yang mendorong untuk melakukan aksi.
Sogokan belakang mewakili motivasi dari masa lalu, kejadian-kejadian yang lalu mungkin berupa kegagalan atau hal-hal yang menyedihkan, kekurangan yang dulu menghambat. Atau bahkan bias jadi justru hal-hal yang positif di masa lalu yang sekarang sangat dirindukan untuk mewujudkan sebuah cita-cita besar.
Blumbangan adalah akumulasi dari pemikiran dan cita-cita masa depan, ide-ide yang mengendap dan belum diwujudkan.
Motivasi/spirit atau dorongan untuk bergerak melakukan tindakan untuk sebuah perubahan selalu mamandang ke masa depan walau ada juga motivasi dari masa lalu. Jarang sekali masa lalu semata-mata yang jadi motivasi.Semacam dendam kalau hanya masa lalu jadi motivasi.
Bagaimanapun juga kita harus memandang ke depan mewujudkan sesuatu yang besar dan lebih baik di masa depan. Harapan kita, keinginan kita, doa-doa dan permohonan kita semua adalah untuk masa depan karena di masa depanlah terletak harapan tersebut. Masa lalu tidak dapat diubah tidak dapat diganti semua telah terjadi, kita hanya bisa menerimanya dengan “lila legawa”, mengakui dan menggenggamnya dalam hati menjadikannya dorongan agar lebih baik di masa depan.
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: