Situs purbakala ditemukan di hutan jati Ngawi
Автор: ngawikita
Загружено: 2026-02-19
Просмотров: 93
Описание:
Sebuah reruntuhan situs purbakala ditemukan tersembunyi di kedalaman hutan jati Desa Pandean, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi. Situs yang berupa struktur batuan kapur tersebut diduga kuat merupakan bangunan candi peninggalan abad ke-10, era transisi kekuasaan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur.
Lokasi temuan berada di titik yang cukup terisolasi, yakni di atas perbukitan kapur rangkaian Pegunungan Kendeng milik kawasan Perhutani. Untuk mencapainya, harus menempuh jalan makadam sebelum akhirnya berjalan kaki menyibak lebatnya hutan jati melalui tanjakan terjal sejauh ratusan meter. Titik situs tersebut ditandai secara alami oleh keberadaan pohon Kepuh (randu hutan) raksasa yang tumbuh di atas reruntuhan.
Di lokasi tersebut, berserakan fragmen batuan jenis limestones atau batu kapur yang memiliki sisi simetris yang berlumut. Meski kondisinya tidak utuh, beberapa bongkahan batu menunjukkan ukiran yang sangat khas, mulai dari relief manusia, ornamen-ornamen estetis, hingga bagian patung yang diidentifikasi sebagai Dewa Siwa.
Pemerhati sejarah yang turut dalam eksplorasi, Suyono Sastroredjo Hadiwidjojo, menduga kuat bahwa reruntuhan ini merupakan peninggalan era Mpu Sindok, Raja Kerajaan Medang. Dasar dugaan tersebut merujuk pada temuan arca Dewa Siwa, mengingat Kerajaan Medang merupakan penganut Hindu Siwa.
"Menurut literatur, Mpu Sindok saat memindahkan pusat Kerajaan Mataram Kuno dari Jawa Tengah ke Jawa Timur memang melewati jalur Pegunungan Kendeng," ungkap Suyono saat meninjau lokasi, Sabtu (14/2/2026).
Kawasan reruntuhan yang dikenal masyarakat sekitar sebagai Selo Pinanjer (batu yang tertancap) ini diperkirakan memiliki luas sekitar 10 meter persegi dengan struktur bangunan bertingkat. Suyono menduga candi ini runtuh akibat desakan akar pohon Kepuh yang tumbuh membesar di sela-sela batuan, fenomena yang serupa dengan kondisi Candi Lor di Nganjuk.
"Jika dilihat dari motifnya yang identik dengan Hindu Siwa era 900-an Masehi, saya meyakini bangunan candi ini merupakan yang terbesar dan tertua di wilayah Ngawi," tambah Suyono.
Ia pun berharap Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi segera melakukan penelitian ekskavasi untuk menyibak misteri di balik temuan ini.
Merespons temuan berharga tersebut, Sekretaris Kecamatan Karanganyar, Putut Yuliarto, menegaskan akan segera melakukan langkah-langkah darurat. Selain melaporkan temuan ini ke dinas terkait, pihak kecamatan dan masyarakat berencana melakukan pembersihan area di sekitar situs dalam waktu dekat.
"Langkah utama kami adalah mengamankan lokasi untuk mencegah penjarahan atau hilangnya benda-benda bersejarah ini sebelum penelitian resmi dilakukan," tegas Putut.
#ngawi #ngawikita #bus #senja #bpbd
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: