Merindukan Tanpa Dirimu | Tausiyah Menyentuh Hati Ustadz Abdul Somad Tentang Cinta dan Kehilangan
Автор: Tafsir Kehidupan
Загружено: 2026-02-11
Просмотров: 243
Описание:
Merindukan Tanpa Dirimu | Tausiyah Menyentuh Hati Ustadz Abdul Somad Tentang Cinta dan Kehilangan
Toko Buku Amanah
Jl. Datuk Setia Maharaja / Parit Indah No. 16C, Kel. Tangkerang Labuai, Kec. Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Riau.
Pemesanan online buku-buku UAS dapat melalui :
Ig : @tokobukuamanah_uas
Link ( / tokobukuamanah_uas )
Whatsapp : 082188992996
Program : Pembangunan asrama Psantren Tahfizh Qur'an Az-Zahra
Bank BSI 767-7777-227
Rekening a.n Yayasan Pendidikan Hajjah Rohana
Cp : +62 811-6650-026 (admin)
Link website : https://yayasanhajjahr...
Program : Pembangunan Masjid Hajjah Rohana
Bank BSI 767-7775-558
Rekening a.n Yayasan Pendidikan Hajjah Rohana
Cp : +62 811-6650-026 (admin)
Link website : https://yayasanhajjahr...
Program : Berbagi sembako
Bank BSI 797-208-5264
Rekening a.n Yayasan Waqaf Hajjah Rohana Berbagi
Cp : +62 812 7949 3200 (admin)
Link website : https://yayasanhajjahr...
Instagram: @yayasanpendidikanhajjahrohana @yayasanwakafhajjahrohana
website:https://yayasanhajjahr..
Rindu adalah ujian hati yang tidak semua orang mampu lalui dengan sabar. Dalam tausiyah ini, Ustadz Abdul Somad menjelaskan bagaimana cara menghadapi kehilangan, merelakan yang telah pergi, dan mengubah rasa rindu menjadi doa yang bernilai pahala.
Ketika seseorang yang kita cintai tak lagi bersama kita, bukan berarti cinta itu hilang. Ia berubah menjadi doa, menjadi harapan, dan menjadi jalan untuk lebih dekat kepada Allah.
Semoga tausiyah ini menguatkan hati yang sedang merindu, menenangkan jiwa yang sedang terluka, dan mengajarkan kita arti ikhlas yang sesungguhnya.
🌿 Tonton sampai selesai dan ambil hikmahnya.
💬 Tulis di kolom komentar: Untuk siapa rindu itu kamu panjatkan hari ini?
🔔 Jangan lupa like, share, dan follow untuk tausiyah menyejukkan lainnya.
Bismillahirrahmanirrahim.
Saudaraku yang dirahmati Allah, rindu adalah fitrah. Setiap manusia pernah merindukan seseorang. Orang tua merindukan anaknya. Anak merindukan ibunya. Seorang istri merindukan suaminya. Bahkan kita merindukan orang-orang yang telah Allah panggil lebih dulu.
Tetapi ketahuilah, rindu itu bisa menjadi pahala, dan bisa menjadi luka. Semua tergantung bagaimana kita menyikapinya.
Kalau rindu itu membuat kita semakin dekat kepada Allah, maka itu adalah nikmat. Tapi kalau rindu itu membuat kita jauh dari Allah, maka itu adalah ujian yang berat.
Saudaraku, yang telah pergi tidak akan kembali. Air mata tidak akan memutar waktu. Penyesalan tidak akan mengubah takdir. Maka yang bisa kita lakukan adalah mendoakan.
Doa adalah bukti cinta yang tidak pernah terputus.
Kalau engkau merindukan orang tuamu yang telah wafat, kirimkan Al-Fatihah. Kalau engkau merindukan pasanganmu yang telah tiada, panjatkan doa di sepertiga malam. Karena bisa jadi mereka menunggu kiriman doa dari anak-anaknya.
Ingat, Allah tidak pernah mengambil sesuatu kecuali menggantinya dengan yang lebih baik. Bisa jadi Allah mengambil dia dari sisimu, agar engkau lebih dekat kepada-Nya.
Ikhlas itu bukan berarti tidak sedih. Ikhlas itu tetap menangis, tapi tidak protes kepada Allah. Tetap rindu, tapi tidak menyalahkan takdir.
Dan suatu hari nanti, bila kita semua berkumpul di surga-Nya, rindu itu akan terbayar dengan pertemuan yang tidak ada lagi perpisahan.
Maka bersabarlah. Jadikan rindumu sebagai doa. Jadikan kehilangan sebagai jalan pulang kepada Allah.
Wallahu a’lam bishawab.
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: