🔴 [ LIVE ] Pengajian Jum'at | Masjid Jami' Damarjati Karangrejo | 13 Februari 2026
Автор: Masjid Damarjati
Загружено: 2026-02-12
Просмотров: 37
Описание:
Pengasuh : Ust. Ahmad Munif
__________
Tema: Jihad Melawan Hawa Nafsu (Kajian Kitab Mawaidul Usfuriah, Hadis ke-25)
Pengajian ini membahas tentang pentingnya mengendalikan hawa nafsu sebagai jihad terbesar bagi seorang mukmin setelah masa peperangan fisik di zaman Nabi.
Poin-Poin Penting Pengajian:
1. Kisah Imam Sufyan Ats-Tsauri dan Keikhlasan [03:38]
Pengajian diawali dengan kisah Abdul Somad bin Hisan yang berada di dekat Imam Sufyan Ats-Tsauri. Imam Sufyan Ats-Tsauri memiliki kebiasaan membawa makanan (roti dan anggur) setiap kali pergi ke masjid untuk dihidangkan kepada para jemaah [07:14].
Pelajaran Etika: Seorang jemaah mengambil makanan tersebut sebelum pemiliknya memberikan izin secara lisan. Hal ini menjadi diskusi tentang etika mengambil hak orang lain yang didorong oleh nafsu. Namun, Imam Sufyan telah mengikhlaskan makanan tersebut bagi siapa saja jemaah yang membutuhkannya sebagai bentuk kedermawanan [09:08].
2. Manusia: Akal dan Nafsu [11:06]
Allah menciptakan manusia dengan nafsu dan akal agar manusia dapat berpikir dan memilih antara yang hak (benar) dan yang batil (salah).
Jika manusia hanya menuruti nafsu tanpa menggunakan akal, maka ia jatuh ke dalam kategori hewan (hayawan) [12:42].
Menahan nafsu disebut sebagai Mujahadah. Jihad melawan nafsu (Jihadun Nafsi) adalah jihad terbesar di masa sekarang [13:37].
3. Cara Melawan Nafsu [13:45]
Dzikir: Selalu mengingat Allah di dalam hati agar terhindar dari bisikan buruk nafsu [14:54].
Puasa: Puasa adalah sarana utama untuk mengekang (al-imsak) hawa nafsu [15:03].
4. Tiga Tingkatan Nafsu dalam Al-Qur'an [16:02]
Nafsu Ammarah: Tingkatan terendah yang selalu memerintahkan pada keburukan dan kemaksiatan [16:24].
Nafsu Lawwamah: Nafsu yang sudah memiliki kesadaran; merasa menyesal dan segera bertaubat setelah melakukan kesalahan. Tingkatan ini sering dialami manusia yang kadang ingat Allah saat susah, namun lalai saat senang [18:20].
Nafsu Mutmainnah: Nafsu yang tenang dan rida terhadap segala takdir Allah. Ini adalah tingkatannya para ulama dan kekasih Allah yang tetap bersyukur meskipun diberi cobaan sakit atau kesulitan [21:47].
5. Kunci Kebahagiaan menurut Imam Ghazali [24:05]
Kebahagiaan sejati (as-sa'adah) adalah ketika seseorang mampu menguasai nafsunya sendiri.
Kesengsaraan sejati (asy-syaqawah) adalah ketika seseorang dikuasai dan diperbudak oleh nafsunya [24:18].
Contohnya, mengikuti "gaya hidup" yang berlebihan hanya akan membawa kesengsaraan karena menuruti nafsu duniawi yang tiada habisnya [25:16].
Kesimpulan: Pengajian ditutup dengan doa agar jemaah diberikan kekuatan untuk senantiasa memerangi kemalasan dalam beribadah dan mampu mengendalikan nafsu demi mencapai rida Allah SWT.
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: