Ruang Peristiwa_Kelompok 5_Kolaborasi Mini Film
Автор: SMA Islami Terpadu Qardhan Hasana
Загружено: 2026-02-11
Просмотров: 57
Описание:
Identitas Proyek
Judul Mini Film : Ruang Peristiwa
Kelompok : 5
Anggota Kelompok :
1. Ridho (Sutradara dan Penulis Naskah)
2. Kamila (Kameramen)
3. Sarah (Editor Video)
4. Hanim (Nirmala)
5. Rayya (Kirana)
6. Hirza (Cakra)
7. Mufty (Jordan)
8. Rizqo (Bobby)
Kelas: XI
Mata Pelajaran Terlibat: Matematika Tingkat Lanjut, Kimia, Ekonomi, Seni Musik
Ide dan Latar Belakang Cerita
Indonesia merupakan salah satu negara yang paling rentan terhadap bencana banjir. Dalam beberapa tahun terakhir, banjir terjadi di berbagai wilayah dengan intensitas yang semakin tinggi, menyebabkan ribuan orang kehilangan tempat tinggal, akses air bersih, makanan, dan layanan kesehatan.
Namun, tidak semua orang mengalami banjir secara langsung. Banyak masyarakat yang hanya menyaksikannya melalui layar ponsel, berita, atau media sosial. Di sinilah muncul jarak emosional antara penderitaan dan kepedulian. Banjir menjadi sekadar informasi, bukan lagi krisis kemanusiaan.
Mini film Ruang Peristiwa berangkat dari pertanyaan sederhana namun penting: Apa yang dilakukan orang-orang yang tidak terdampak langsung ketika saudara sebangsanya menderita?
Film ini tidak menampilkan lokasi banjir secara fisik, melainkan memperlihatkan proses berpikir, berdiskusi, dan mengambil keputusan dari sekelompok orang yang berada “di balik layar” bantuan kemanusiaan.
Melalui dialog yang membahas data korban, kondisi air banjir, kebutuhan logistik, serta dilema moral, film ini menghadirkan unsur edukatif (kimia, matematika, dan ekonomi) secara implisit, sekaligus mengajak penonton merenungkan tanggung jawab sosial dalam menghadapi bencana.
Sinopsis Mini Film
Ruang Peristiwa menceritakan sekelompok orang, diantaranya adalah Nirmala, Kirana, Bobby, Cakra, dan Jordan yang berkumpul di sebuah ruang koordinasi untuk membahas banjir yang melanda berbagai wilayah di Indonesia.
Melalui diskusi yang membahas data korban, kondisi air banjir, keterbatasan logistik, dan respons masyarakat, mereka dihadapkan pada dilema: bagaimana membantu secara nyata, bukan sekadar merasa peduli.
Ketika harapan mulai menipis, gelombang donasi dari masyarakat justru datang dalam jumlah besar. Mereka pun menyadari bahwa kepedulian masih hidup, dan memilih untuk bertanggung jawab atas kepercayaan tersebut.
Film ini mengajak penonton merenungkan bahwa meskipun tidak semua orang mengalami peristiwa secara langsung, setiap orang tetap memiliki peran dalam meresponsnya.
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: