Melihat JAKARTA Dari ATAS || Proses LANDING Di SOEKARNO HATTA Airport
Автор: Parda Channel
Загружено: 2022-01-15
Просмотров: 9240
Описание:
Melihat JAKARTA Dari ATAS || Proses LANDING Di SOEKARNO HATTA Airport
Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta (Soekarno–Hatta International Airport) (IATA: CGK, ICAO: WIII) disingkat SHIA atau Soetta, sebelumnya secara hukum disebut Bandar Udara Cengkareng Jakarta (bahasa Inggris: Jakarta Cengkareng Airport) (dengan IATA penunjuk "CGK"), merupakan sebuah bandar udara utama yg melayani penerbangan utk Jakarta, Indonesia. Bandar udara ini diberi nama sesuai dgn nama dwitunggal tokoh proklamator kemerdekaan Indonesia, Soekarno dan Mohammad Hatta,yg sekaligus merupakan Presiden & Wakil Presiden Indonesia pertama. Nama populer dalam masyarakat adalah Bandara Cengkareng oleh krn berdekatan dengan wilayah Cengkareng, Jakarta Barat, meskipun secara geografis berada di kecamatan Benda, kota Tangerang, Banten.
Bandara ini mulai beroperasi pd tgl 1 Mei 1985, menggantikan Bandar Udara Kemayoran (penerbangan domestik) di Jakarta Pusat & Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur. Bandar Udara Kemayoran telah ditutup, sementara Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma masih beroperasi, melayani penerbangan charter & militer. Terminal 2 dibuka pd tgl 11 Mei 1992.
Soekarno-Hatta memiliki luas 18 km², memiliki 3 landasan paralel yg dipisahkan oleh 2 taxiway sepanjang 2,4 km. Terdapat tiga bangunan terminal utama: Terminal 1 utk semua penerbangan domestik Lion Air, Terminal 2 untuk semua penerbangan domestik kecuali penerbangan Lion Air, Garuda Indonesia, dan Citilink Indonesia serta penerbangan internasional maskapai berbiaya rendah. Terminal 3 adalah terminal khusus penerbangan domestik dan internasional utk Garuda Indonesia & Citilink Indonesia serta seluruh penerbangan internasional layanan penuh lainnya.
Terminal 1 adalah terminal pertama yg dibangun, selesai pada tahun 1985. Terletak di sisi selatan bandara, di seberang Terminal 2. Terminal 1 memiliki 3 sub-terminal, masing-masing dilengkapi dengan 25 loket check-in, 5 loket bagasi dan 7 Gerbang. Ini memiliki kapasitas untuk menangani 9 juta penumpang per tahun. Setiap bangunan terminal dibagi menjadi 3 concourse. Terminal 1A, 1B, dan 1C. digunakan (kebanyakan) utk penerbangan domestik oleh maskapai lokal. Saat ini Terminal 1 sedang ditutup sehubungan dengan operasi minimum bandara dikarenakan pandemi COVID-19 di Indonesia serta adanya revitalisasi besar-besaran di terminal ini, dan nantinya setelah revitalisasi tersebut selesai, terminal ini hanya diperuntukkan untuk maskapai Lion Air saja. Gerbang di Terminal 1 memiliki awalan A, B Dan C. Gerbangnya adalah A1-A7, B1-B7 dan C1-C7. Dalam rencana baru, Terminal 1 akan memiliki kapasitas meningkat menjadi 18 juta penumpang per tahun
Terminal 2D dan 2E digunakan utk melayani semua penerbangan domestik & penerbangan internasional oleh maskapai berbiaya rendah (low-cost carrier). Terminal 2D saat ini diperuntukkan bagi maskapai Lion Air, NAM Air, Sriwijaya Air dan Super Air Jet sedangkan Terminal 2E saat ini diperuntukkan untuk maskapai Batik Air, sebagian penerbangan Lion Air & Indonesia AirAsia utk penerbangan domestik. Terminal 2F saat ini berubah fungsi menjadi terminal internasional khusus maskapai berbiaya rendah/LCCT (low-cost carrier terminal)
Terminal 3 Pier 1 selesai dibangun pd tgl 15 April 2009 sementara keseluruhan bangunan Terminal 3 rampung pada 01 Mei 2017. Terminal 3 ini pernah dipergunakan sementara oleh maskapai penerbangan berbiaya murah. Saat ini ada 2 Maskapai penerbangan yg menggunakan Terminal 3 yaitu Indonesia AirAsia & Mandala Airlines. Direncanakan dpt melayani pesawat Airbus A380 dgn disiapkannya gerbang khusus pada gate 8-10. Adapun pendaratan perdana pesawat A380 (SQ-232) di bandara ini terjadi pada tgl 4 Mei 2012 walaupun status pendaratan sendiri adalah divert landing. Saat ini Terminal 3 telah beroperasi penuh & seluruh penerbangan Garuda Indonesia, Citilink Indonesia & seluruh penerbangan internasional full-service telah berpindah ke Terminal 3.
Bandar udara ini dirancang oleh arsitek Prancis Paul Andreu, yg juga merancang Bandar Udara Charles de Gaulle di Paris, Prancis. Salah satu karakteristik besar bandara ini adalah gaya arsitektur lokalnya, & kebun tropis diantara lounge tempat tunggu.
Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta memiliki 180 gerai lapor-masuk (check-in counter), 42 pengklaiman bagasi, dan 45 gerbang. Setiap sub-terminal (A-F, terminal 1-2) memiliki 25 gerai lapor-masuk, 5 pengklaiman bagasi (8 di 2D-2E) & 7 gerbang. Terminal 3 memiliki 30 gerai lapor-masuk, 6 pengklaiman bagasi & 3 gerbang.
Terima kasih sdh menonton video kami, jangan lupa utk Subcribe, Like, Comment & Share.
Anda akan mendapatkan konten yg menarik seputar Banjarmasin, KalSel, Indonesia & informasi-informasi serta Vlog-Vlog lainnya.
/ @pardachannel
#pesawatlanding
#pesawatmendarat
#soekarnohattaairport
#bandarasoekarnohatta
#soekarnohattainternationalairport
#MelihatJakartaDariAtas
#ProsesLanding
#soekarnohatta
#jakartahits
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: