Batik Warna Alam Indigo & Wayang Kekayon (Artist Talk / Bincang Seniman)
Автор: PAINTING EXPLORER
Загружено: 2019-01-18
Просмотров: 367
Описание:
Artist Talk (Bincang Seniman) oleh Jejaring Seniman Muslim KHAT ini menghadirkan Aruman, seniman batik, yang mempresentasikan "Batik Parang Khilafah" dan Ki Lutfi Caritogomo yang memaparkan tentang "Wayang Kekayon Khalifah"
#paintingexplorer #batik #wayang
Batik Parang merupakan tidak benar satu motif batik yang paling tua di Indonesia. Parang berasal dari kata Pereng yang berarti lereng. Perengan melukiskan sebuah garis menurun dari tinggi ke rendah secara diagonal. Susunan motif S jalin-menjalin tidak terputus melambangkan kesinambungan. Bentuk dasar huruf S disita dari ombak samudra yang melukiskan motivasi yang tidak pernah padam. Batik ini merupakan batik asli Indonesia yang sudah ada sejak zaman keraton Mataram Kartasura (Solo).
Batik Parang punyai makna yang tinggi dan membawa nilai yang besar didalam filosofinya. Batik motif berasal dari Jawa ini adalah batik motif dasar yang paling tua. Batik parang ini punyai makna petuah untuk tidak dulu menyerah, ibarat ombak laut yang tak dulu berhenti bergerak. Batik Parang terhitung melukiskan interaksi yang tidak dulu putus, baik didalam makna upaya untuk memperbaiki diri, upaya memperjuangkan kesejahteraan, maupun wujud interaksi keluarga.
Batik Parang bahkan melukiskan kain yang belum rusak, baik didalam makna memperbaiki diri, kesejahteraan upaya mereka, dan juga wujud interaksi di mana batik parang terhadap jaman lalu adalah hadiah yang mulia untuk anak-anaknya. Dalam konteks ini, pola berisi dewan orang tua untuk melanjutkan perjuangan parang dilanjutkan. Garis diagonal lurus melambangkan penghormatan dan cita-cita, dan juga loyalitas kepada nilai yang sebenarnya. Dinamika didalam pola parang ini terhitung disebut ketangkasan, kewaspadaan, dan kontituinitas pada pekerja dengan pekerja lain. Batik Parang umumnya digunakan untuk acara pembukaan. Misalnya: Senapati yang ingin pergi berperang, agar pulang membawa kemenangan.
'"Parang berarti perang, para raja jawa dan kesatria jawa selamanya Mengenakan batik parang yang berarti perang melawan hawa nafsu nya tiap tiap hari, tetap menerus. Hanya para raja ksatria lah yang boleh pakai batik parang. itu sebagai agama nya , sebagai maujud ageman nya tiap tiap hari , ucap tekat laku lampah.''
"Batik berarti Bakti, Bekti, Dhama bakti, para raja ksatria jawa perlu berbakti kepada nusa bangsa keluarga dan agama nya. Ageman berasal dari Batik menjadi agama nya , ucap tekat laku lampah seorang menuju sampurna '" (syafril indra kusuma)
Adapun jenis-jenis batik parang dibawah ini, yaitu:
Parang Rusak. Motif ini merupakan motif batik yang diciptakan Penembahan Senopati waktu bertapa di Pantai Selatan. Motif batik ini terinspirasi berasal dari ombak yang tidak pernah lelah menghantam karang pantai. Motif ini melambangkan manusia yang internal melawan kejahatan bersama dengan mengendalikan permintaan mereka sehingga mereka bijaksana, watak mulia cii-ciri yang dapat menang.
Parang Barong. Motif ini merupakan motif yang mempunyai ukuran yang lebih besar berasal dari parang rusak, yang diciptakan oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma. Motif ini punyai arti pengendalian diri dalam dinamika bisnis yang terus-menerus, kebijaksanaan dalam gerak, dan kehati-hatian dalam bertindak.
Parang Klitik. Motif ini merupakan pola parang bersama dengan stilasi yang halus. ukurannya pun lebih kecil dan juga melukiskan citra feminim, Motif ini melambangkan kelemah-lembutan, tabiat halus dan bijaksana. Biasanya digunakan oleh para puteri raja.
Parang Slobog. Motif ini melambangkan keteguhan, ketelitian dan kesabaran, dan umumnya digunakan dalam upacara pelantikan. Motif ini mempunyai arti harapan sehingga pemimpin yang dilantik bisa mengemban dan menggerakkan tugasnya bersama dengan amanah disertai kebijaksanaan dalam diri.
Batara Guru (Siwa) dalam wujud seni wayang Jawa.
Wayang Bali.
Wayang adalah seni pertunjukkan asli Indonesia yang berkembang pesat di Pulau Jawa dan Bali. Pertunjukan ini juga tenar di beberapa daerah layaknya Sumatera dan Semenanjung Malaya juga miliki beberapa budaya wayang yang terpengaruh oleh kebudayaan Jawa dan Hindu.
UNESCO, instansi yang membawahi kebudayaan dari PBB, pada 7 November 2003 memutuskan wayang sebagai pertunjukkan bayangan boneka tersohor dari Indonesia, sebuah warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral plus Intangible Heritage of Humanity).
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: