Refleksi Akhir Tahun 2025, Haedar Nashir: Media Sosial Jangan Jadi Wahana Perseteruan Bangsa!
Автор: DIALOGSATU | Media Fakta & Perspektif
Загружено: 2025-12-31
Просмотров: 586
Описание:
DIALOGSATU - Media sosial sejatinya adalah ruang perjumpaan, bukan arena permusuhan. Dalam Refleksi Akhir Tahun 2025, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir mengingatkan agar media sosial tidak menjadi wahana perseteruan yang mengoyak persatuan dan kebersamaan bangsa.
Harga yang harus dibayar terlalu mahal bila bangsa ini pecah hanya karena warganya tidak mampu menahan diri dalam bermedia sosial. Kebebasan yang tidak disertai tanggung jawab justru dapat menjadikan manusia korban dari media sosial yang liar. Padahal, seluruh warga bangsa sejatinya saling memerlukan untuk hidup bersama dalam harmoni dan keadaban tinggi.
Di tengah situasi kritis, ketika sebagian orang mudah marah atas keadaan, hegemonimedia sosial kerap memproduksi berita-berita sensitif yang memicu emosi. Informasi yang sahih sering kali tidak didapatkan, sementara pandangan keras saling berbenturan. Jika kondisi ini tidak terkelola dengan baik, maka potensi konflik terbuka lebar dan dapat melahirkan anarki sosial serta kegaduhan struktural dalam berbagai bentuk—sesuatu yang tentu tidak diinginkan bersama.
Refleksi ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa bijak bermedia sosial bukan pilihan, melainkan keharusan. Menahan diri sebelum berkomentar, memverifikasi sebelum membagikan, serta mengedepankan etika dan empati adalah kunci menjaga persatuan bangsa. Media sosial seharusnya menjadi sarana memperkuat kebersamaan, bukan alat yang meruntuhkan keadaban dan harmoni sosial.
#RefleksiAkhirTahun2025
#HaedarNashir
#Muhammadiyah
#BijakBermediaSosial
#EtikaDigital
#KeadabanPublik
#PersatuanBangsa
#LiterasiDigital
#MediaSosialSehat
#IndonesiaBersatu
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: