SEGEL SAKRAL di pura ribuan tahun!!
Автор: BALI URBAN
Загружено: 2023-08-07
Просмотров: 30
Описание:
Pura lelaga waja merupakan sebuah pathirtan yang sangat kuno dan sakral.
Menurut keterangan dari Dinas Purbakala, Pura Telaga Waja sudah berumur
1.000 tahun. Dibangun di abad ke10 Masehi sebagai pusat pertapaan suci
dari para bhiksu Buddha Kasogatan.
Nama asli jaman kuno dari Pura Telaga Waja adalah Talaga Dwaja. Ini
diketahui dari naskah klasik Nagarakretagama yang ditulis oleh Mpu
Prapanca pada abad ke13 Masehi. Tertulis bahwa di Pulau Bali terdapat
sebuah pusat pertapaan Buddha Kasogatan yang penting yang bernama
Talaga Dwaja. Cap atau segel tandanya adalah sebuah simbol berbentuk
mirip palang pintu rumah kayu jaman kuno. Kalau kita berkunjung ke Pura
Telaga Waja kita masih dapat melihat pada salah satu ceruk adanya sebuah
relief segel dengan simbol berbentuk mirip palang pintu tersebut. Darisini
kita bisa mengetahui betapa pentingnya posisi Pura Telaga Waja di jaman
kuno dulu, bahkan sampai dimuat di dalam naskah klasik Nagarakretagama
yang ditulis di Pulau Jawa.
Selain Nagarakretagama, juga terdapat naskah-naskah tua lainnya yang
memuat tentang Pura Telaga Waja. Di dalam Prasasti Buhan disebutkan
bahwa bila sering mandi melukat di pathirtan Telaga Waja yang berumur
sekitar 1000 tahun ini, akan berguna untuk kesembuhan badan, kesembuhan
pikiran dan mendapat kesejahteraan.
Di dalam lontar Dharma Yoga Samadhi terdapat sebuah petunjuk untuk
melakukan mandi melukat sebanyak 7 kali kesempatan di pathirtan Telaga
Waja ini. Tujuannya untuk membersihkan segala mala tkekotoran diril dan
membuka lebarjalan pencerahan.
Jadi Pura Telaga Waja adalah sebuah parahyangan suci yang dibangun di
abad ke10 Masehi gsudah berumur 1 .000 tahunl, nama aslinya adalah
Talaga Dwaja dan selama ratusan tahun merupakan pusat pertapaan suci
yang penting dari para bhiksu Buddha Kasogatan.
Pura Telaga Waja terletak di Banjar Kapitu, Desa Kendran, Kecamatan
Tegalalang, Kabupaten Gianyar.
Pura lelaga waja merupakan sebuah pathirtan yang sangat kuno dan sakral.
Menurut keterangan dari Dinas Purbakala, Pura Telaga Waja sudah berumur
1.000 tahun. Dibangun di abad ke10 Masehi sebagai pusat pertapaan suci
dari para bhiksu Buddha Kasogatan.
Nama asli jaman kuno dari Pura Telaga Waja adalah Talaga Dwaja. Ini
diketahui dari naskah klasik Nagarakretagama yang ditulis oleh Mpu
Prapanca pada abad ke13 Masehi. Tertulis bahwa di Pulau Bali terdapat
sebuah pusat pertapaan Buddha Kasogatan yang penting yang bernama
Talaga Dwaja. Cap atau segel tandanya adalah sebuah simbol berbentuk
mirip palang pintu rumah kayu jaman kuno. Kalau kita berkunjung ke Pura
Telaga Waja kita masih dapat melihat pada salah satu ceruk adanya sebuah
relief segel dengan simbol berbentuk mirip palang pintu tersebut. Darisini
kita bisa mengetahui betapa pentingnya posisi Pura Telaga Waja di jaman
kuno dulu, bahkan sampai dimuat di dalam naskah klasik Nagarakretagama
yang ditulis di Pulau Jawa.
Selain Nagarakretagama, juga terdapat naskah-naskah tua lainnya yang
memuat tentang Pura Telaga Waja. Di dalam Prasasti Buhan disebutkan
bahwa bila sering mandi melukat di pathirtan Telaga Waja yang berumur
sekitar 1000 tahun ini, akan berguna untuk kesembuhan badan, kesembuhan
pikiran dan mendapat kesejahteraan.
Di dalam lontar Dharma Yoga Samadhi terdapat sebuah petunjuk untuk
melakukan mandi melukat sebanyak 7 kali kesempatan di pathirtan Telaga
Waja ini. Tujuannya untuk membersihkan segala mala tkekotoran diril dan
membuka lebarjalan pencerahan.
Jadi Pura Telaga Waja adalah sebuah parahyangan suci yang dibangun di
abad ke10 Masehi gsudah berumur 1.000 tahun, nama aslinya adalah
Talaga Dwaja dan selama ratusan tahun merupakan pusat pertapaan suci
yang penting dari para bhiksu Buddha Kasogatan.
Pura Telaga Waja terletak di Banjar Kapitu, Desa Kendran, Kecamatan
Tegalalang, Kabupaten Gianyar.
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: