Journey to Success: Perjalanan Lengkap Luna Hijab yang Jarang Diketahui
Автор: Kabar Baru
Загружено: 2026-02-22
Просмотров: 19
Описание:
Perjalanan panjang dari pusat grosir terbesar di Indonesia hingga memiliki belasan ribu pelanggan loyal bukanlah proses yang instan. Itulah kisah yang dibangun Luna Hijab sejak 2007 silam. Berawal dari sistem reseller produk pasar, kini brand tersebut menjelma menjadi label busana muslim dengan sekitar 15 ribu member aktif yang tersebar di berbagai daerah.
Owner Luna Hijab yang akrab disapa Mami Luna menuturkan, langkah awalnya dimulai dengan mengambil produk dari Tanah Abang untuk kemudian dipasarkan kembali. Dari aktivitas sederhana itu, ia belajar membaca tren, memahami selera pasar, hingga membangun jaringan pelanggan.
“Awalnya kami hanya reseller. Saya ambil barang dari Tanah Abang, lalu jual lagi ke berbagai kota. Tapi lama-lama saya berpikir, kenapa tidak punya produk dengan ciri khas sendiri?” ungkapnya saat ditemui di store Luna Hijab di Jl. Sukun Raya, Peganjaran, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Kamis (19/2/2026).
Keinginan untuk memiliki identitas sendiri menjadi titik balik perkembangan usahanya. Mami Luna mulai memproduksi sampel hijab secara mandiri dan mengirimkannya ke Tanah Abang. Tanpa menggunakan nama brand sendiri, produknya sempat menjadi trendsetter di pasaran. Pengalaman memproduksi untuk sejumlah brand lain pun ia manfaatkan untuk mengasah kemampuan desain dan manajemen produksi.
“Dari situ saya belajar produksi, desain, sampai membangun tim. Sebelum berdiri sendiri, saya sengaja menguasai pasar dulu. Setelah yakin dengan DNA desain saya, barulah berani fokus pada brand Luna,” jelasnya.
Menurutnya, kekuatan utama Luna Hijab terletak pada karakter desain yang elegan, anggun, dan memiliki sentuhan khas yang sulit ditiru. Ia menegaskan, setiap koleksi memiliki detail khusus yang menjadi identitas brand. Konsistensi inilah yang membuat pelanggan tetap setia dan mampu mengenali karya Luna tanpa perlu melihat labelnya.
Tiga Lini Utama, Kedepankan Konsep Kekeluargaan
Seiring berkembangnya usaha, Luna Hijab kini memiliki tiga lini utama, yakni Luna, Kemayu, dan Luna GZ (Genzi). Ketiganya dirancang untuk menyasar segmen berbeda, namun tetap dalam satu konsep keluarga.
Lini Kemayu menyasar kelas menengah dengan kisaran harga Rp400 ribu hingga Rp800 ribu. Sementara lini utama Luna berada di segmen premium dengan harga mulai Rp1 juta dan kini lebih difokuskan pada sistem custom design. Adapun Luna Gen Z hadir untuk generasi muda dengan rentang harga mulai Rp100 ribuan.
“Member Luna itu unik dan spesial. Banyak yang tidak mau bajunya kembar. Karena itu kami layani custom dengan bahan pilihan dan desain sesuai keinginan mereka,” tuturnya.
Konsep “seduluran” menjadi pendekatan utama dalam membangun hubungan dengan pelanggan. Bagi Mami Luna, member bukan sekadar pembeli, melainkan bagian dari keluarga besar brand yang ia rintis.
Gaun “Istri Idaman” dan Strategi Limited Edition
Menjelang Ramadan dan Lebaran 2026, suasana hangat dan elegan terasa di store Luna Hijab Kudus. Berbagai koleksi terbaru dipajang untuk menyambut momen istimewa tersebut. Salah satu yang menjadi sorotan tahun ini adalah desain bertajuk “Gaun Istri Idaman”.
Inspirasi desain tersebut lahir dari pengalaman melihat para suami yang mendampingi istri mereka berbelanja dan ingin memberikan busana terbaik untuk Hari Raya.
“Saya terharu melihat bapak-bapak yang begitu sayang pada istrinya. Dari situ muncul ide Gaun Istri Idaman. Alhamdulillah responsnya luar biasa,” ujarnya.
Gaun tersebut dirancang dengan potongan eksklusif, bahan premium, serta detail elegan khas Luna. Produksinya pun dibuat terbatas untuk menjaga eksklusivitas. Mami Luna mengaku kini lebih memilih memproduksi dalam jumlah limited dibanding ribuan potong seperti dulu.
“Sekarang saya ingin fokus pada karya dan kenyamanan pelanggan. Tidak perlu perang diskon. Nilai brand harus dijaga,” tegasnya.
Jaringan Nasional dan 15 Ribu Member Loyal
Dari sisi pemasaran, Luna Hijab telah memiliki jaringan offline di berbagai kota seperti Kudus, Semarang, Yogyakarta, Mandailing Natal, hingga Jakarta. Gerai-gerainya berada di lokasi strategis agar mudah dijangkau pelanggan.
Selain itu, sistem keanggotaan menjadi salah satu fondasi pertumbuhan brand. Saat ini tercatat sekitar 15 ribu member aktif yang mendapatkan berbagai keuntungan, mulai dari akses informasi produk terbaru, sistem poin belanja, hingga voucher ulang tahun.
“Member itu nomor satu bagi saya. Setiap transaksi tercatat dalam sistem poin yang bisa ditukar potongan belanja. Kami juga punya maintenance khusus. Marketing kami bukan sekadar jual beli, tapi membangun hubungan,” jelasnya.
Menjelang Lebaran 2026, permintaan busana keluarga dan gamis meningkat signifikan. Namun Luna Hijab tetap mempertahankan standar kualitas bahan dan jahitan, tanpa mengandalkan diskon besar-besaran.
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: