Menteri Agama Nasaruddin Umar Berharap IKN Jadi Kota yang Dirindukan
Автор: Tribun Kaltim Official
Загружено: 2026-02-21
Просмотров: 2032
Описание:
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
Baca berita selanjutnya: https://kaltim.tribunnews.com/tribun-...
TRIBUNKALTIM.CO - Di tengah pembangunan masif Ibu Kota Nusantara (IKN), sebuah momentum spiritual hadir saat Menteri Agama RI Nasaruddin Umar memimpin salat subuh berjemaah di Masjid Negara IKN, Sabtu (21/2/2026).
Masjid ini berdiri megah dengan kubah berbentuk sorban, menjadi simbol perpaduan antara tradisi dan modernitas.
Kehadiran Menag bukan sekadar seremoni, melainkan membawa misi besar: menjadikan Masjid Negara IKN sebagai “masjid kembar” bagi Masjid Istiqlal Jakarta, yang akan terhubung secara digital dan spiritual.
Di sela rimbunnya belantara Kalimantan yang tengah bersalin rupa menjadi pusat peradaban, sebuah narasi spiritual mulai dipahatkan.
Sabtu subuh (21/2/2026), kabut tipis masih menyelimuti cakrawala saat Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, berdiri di mihrab Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN).
Di bawah kubah megah berbentuk sorban, Menag mengimami barisan jemaah, membawa misi besar: meniupkan ruh ke dalam raga bangunan-bangunan yang tengah melesat di IKN.
Kehadiran Menag membawa misi menyatukan dua kutub spiritual Indonesia, menjadikan Masjid Negara IKN sebagai "masjid kembar" bagi Masjid Istiqlal Jakarta.
Sebuah jembatan metaforis yang menghubungkan Barat dan Timur melalui konektivitas batin dan teknologi.
Visi "masjid kembar" dirancang dengan mengintegrasikan program keagamaan yang tak terputus antara Jakarta dan IKN.
Melalui teknologi real-time, setiap kajian ilmu yang berpendar di Istiqlal akan bergaung secara bersamaan di Masjid Negara IKN, begitu pula sebaliknya.
“Ilmu apa pun yang kita terima di Masjid Istiqlal, ini akan terhubung dengan apa yang kita terima di masjid ini. Kalau di sini saya hadir, maka Istiqlal-nya adalah Zoom. Kalau saya di Istiqlal, maka di sini Zoom,” ujar Nasaruddin.
Lebih dari sekadar layar digital, sinergi ini juga merambah pada penguatan kualitas sumber daya manusia.
IKN diproyeksikan menjadi poros baru kaderisasi ulama untuk wilayah Indonesia Timur melalui program beasiswa LPDP dan Pendidikan Kader Ulama (PKU), melengkapi peran yang selama ini telah dijalankan oleh Istiqlal untuk wilayah Barat.
Menyaksikan transformasi IKN yang berjalan masif dalam setahun terakhir, Menag tak kuasa menyembunyikan getar emosinya.
Baginya, kejayaan fisik berupa Istana Garuda maupun gedung-gedung kementerian akan terasa hambar jika kehilangan sentuhan spiritualitas.
Ia bermimpi IKN tumbuh menjadi kota yang mahbuub, sebuah diksi Arab yang berarti "yang dicintai" atau "yang dirindukan".
“Saya berharap insya Allah ke depan nanti itu IKN akan menjadi kota yang dirindukan, jadi mahbuub ya,” ungkapnya.
Ia menekankan agar setiap aktivitas di Nusantara senantiasa dipagari oleh kalimat Bismillahirrahmanirrahim sebagai sumber keberkahan agar kota ini tetap tegak di atas khitahnya sebagai pusat peradaban yang beretika.
Visi sang Menteri disambut hangat oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.
Sosok yang akrab disapa Pak Bas ini melihat kehadiran program keagamaan tersebut sebagai penyeimbang yang krusial bagi pembangunan fisik Nusantara.
Dengan gaya bahasanya yang khas, Basuki menganalogikan dukungan Kementerian Agama sebagai rezeki yang lengkap.
“Ternyata doa kami langsung dijawab oleh Allah SWT. Menteri Agama membawa 2 ton kurma sebagai rezeki lahir, sekaligus Al-Qur’an dan program keumatan sebagai rezeki batin,” tutur Basuki.
Editor: Jofan Giantirta
Uploader: Jofan Giantirta
#menteriagama #masjidnegaraikn #ramadan2026 #nasaruddinumar #sholatsubuh #iknupdate
0:00 Menag Berharap IKN Jadi Kota yang Dirindukan
1:30 Jembatan Spiritual Digital
2:27 IKN sebagai Kota Mahbuub
5:21 Suasana Salat Subuh di Masjid Negara IKN
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: