🔴Iran Balas Israel! Gempur Ramat Gan hingga Hancur, Trump Disebut Bodoh Minta Bantuan Negara Lain
Автор: Tribunnews
Загружено: 2026-03-18
Просмотров: 29119
Описание:
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Iran melancarkan serangan balasan seusai Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani tewas.
Gedung-gedung tinggi di Ramat Gan langsung hancur lebur diserang Iran pada Rabu (18/3) pagi.
Viory mengunggah penampakan kerusakan parah di Ramat Gan imbas serangan Iran.
Terlihat jalanan porak-poranda penuh dengan puing-puing bangunan.
Layanan darurat melaporkan dua orang tewas akibat serangan Iran.
Adapun dua korban itu yakni seorang pria dan wanita berusia 70-an.
Korban tewas diduga tidak bisa berlari ke tempat persembunyian hingga ditemukan di sebuah apartemen.
Serangan Iran juga mengakibatkan warga Ramat Gan terluka.
Pemerintah kota Ramat Gan mengatakan lima lokasi terdampak utama telah diidentifikasi di seluruh kota setelah serangan Iran tersebut.
Sementara itu, Ketua Lembaga Peradilan Iran Gholam Hossein Mohseni Ejei menyoroti kekalahan Amerika Serikat (AS) dan Israel dalam melawan negaranya.
Hal ini karena Presiden AS Donald Trump meminta bantuan negara lain untuk mengerahkan kapal perang ke Selat Hormuz.
Dikutip dari Tasnim pada Rabu (18/3/2026), Ejei memastikan bahwa kondisi dalam negeri Iran tetap stabil meski perang.
Tidak ada gangguan terhadap pemerintahan karena pemimpin yang gugur langsung diganti.
Sebaliknya, Ejei mengklaim bahwa kekuatan AS telah hancur.
Ia menggambarkan Trump sebagai pemimpin yang bodoh karena memohon bantuan kepada negara lain untuk mengamankan Selat Hormuz.
"Presiden AS yang bodoh dan jahat itu memohon kepada negara-negara lain untuk mengirimkan pasukan militer dan kapal perang ke Selat Hormuz," kata Ejei, Rabu (18/3/2026).
Padahal, AS selama ini mengklaim sebagai negara dengan militer terkuat di dunia.
Menurut Ejei, pasukan Trump merasa frustrasi menghadapi pejuang Muslim dari Iran.
Sebelumnya, Presiden AS memberikan ancaman terselubung terhadap negara-negara NATO.
Trump menyebut mereka akan menghadapi masa depan yang sulit jika tidak ikut bergabung melawan Iran di Selat Hormuz.
Sejauh ini, Australia, Jerman, dan Polandia telah menyatakan tidak akan mengirim kapal ke perairan tersebut.
Sementara Jepang belum ada rencana dan masih terus mengamati situasi Timur Tengah.
Kemudian Inggris saat ini bekerja sama dengan berbagai negara sekutu untuk mencari langkah yang dapat memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Namun, London menegaskan bahwa rencana itu tidak akan berada di bawah payung NATO.
(Tribun-Video.com/Maria Nanda Ayu Saputri/Agung Tri Laksono)
Program: Hot Topic
Editor Video: Difa Isnaeni Azizah
#viory
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: