Unggah Ungguh Nderek Langkung #4
Автор: Lincak Depsa
Загружено: 2021-11-10
Просмотров: 25713
Описание:
Unggah-ungguh dalam ilmu bahasa Jawa merupakan kata dwilingga salin swara dari kata/tembung ‘ungguh’ yang diulang dua kali. Arti kata ungguh adalah bagaimana bersikap terhadap orang lain yang kita ajak berinteraksi, yang didasarkan pada strata/tingkatan/kasta/level-nya.
Unggah-ungguh secara luas adalah sistem yang digunakan dalam kita berinteraksi, berupa bahasa dan tingkah laku, sesuai dengan aturan adat Jawa yang telah menjadi filosofi orang Timur, unggah-ungguh tidak hanya sebatas cara berbahasa, tetapi juga tingkah laku (aktifitas-pola tindak) sehari-hari.
Jika kita mendahulukan orang yang lebih tua, dalam melakukan hal tertentu, maka kita juga akan mendapatkan perlakuan hormat dari orang tua, sebagai misal: Jika kita menawarkan agar orang tua makan terlebih dahulu, belum tentu orang tua mau makan terlebih dahulu, dengan alasan biar anaknya (yang muda) dahulu. Dari hal ini akan timbul sikap saling menghargai antara yang muda dan yang tua.
Di dalam bahasa Jawa semua ucapan sudah menerapkan ‘unggah-ungguh‘ sebagai filosofi. Karena dalam bahasa Jawa terkandung aturan yang jelas dengan siapa dia berbicara, apa yang dibicarakan, dan bagaimana penerapan bahasanya. Sebagai contoh Makan bahasa Jawanya: Mangan-Maem-Dhahar. Dalam mengucapkan kata ini harus memperhatikan: jika dengan orang yang lebih tua atau derajatnya lebih tinggi kata yang digunakan adalah ‘Dhahar‘. Jika sebaya kata yang digunakan sudah lain, begitu juga jika dengan yang lebih muda atau tingkatan (struktur di masyarakat) lebih rendah. Sebagai contoh: ‘Nyuwun sewu, dipun aturi Dhahar‘ disampaikan kepada yang lebih tua. Namun jika dengan yang lebih muda bisa digunakan: ‘Amit dik, ayo dimaem‘.
#lensadepsachannel #lensadepsa #kabudayan #yogyakarta #edukasi #bahasajawa #viral #videoviral #lincak
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: